Hikmat Menggunakan Waktu

Waktu… manajemen waktu… quality time

Ya, waktu adalah hot news di antara kita semua, mahasiswa.

Saat ini izinkan saya men-sharing-kan sedikit yang saya pahami dan hidupi mengenai waktu. Semoga memberkati…

Hal yang pertama dan terutama dalam penggunaan waktu yang berkualitas adalah pemahaman bahwa WAKTU ADALAH MILIK ALLAH. Seperti dalam perumpamaan Tuhan Yesus, hendaklah kita memandang waktu sebagai talenta. Talenta (waktu) itu bukan kepunyaan kita, melainkan kepunyaan Allah, Dia menitipkannya kepada kita untuk kita kerjakan dan agar talenta itu membuahkan hasil bagi Dia.

Hal yang paling bermakna untuk diberikan adalah hal yang setelah diberikan, tidak dapat kembali lagi kepada sang pemberi.

Kamu memberikan uang, uang dapat kembali kepadamu. Kamu memberikan tenaga, tenaga akan pulih kembali. Tetapi ketika kamu memberikan waktumu, waktu itu tak akan kembali padamu. Oleh karena itu, jika kita ingin mempersembahkan sesuatu yang berharga bagi Dia, berikanlah waktu kita. Bukan sekadar meluangkan waktu, bukan menyisakan waktu, tetapi menyediakan waktu untuk Tuhan. Maria lebih diapresiasi oleh Yesus dibanding Marta karena dia memiliki quality time bersama Yesus. Bagaimana dengan kita? Sudah berapa kali kita tidak sate, tidak gereja, menunda/membatalkan PA karena alasan SIBUK, padahal pada minggu yang sama kita masih bisa nonton TV, jalan-jalan, OL, nongkrong di sekre dan lain sebagainya? Saya pun pernah melakukan hal yang demikian, dan sangatlah tidak bijak kalau saya tidak menyesal dan mencoba memperbaikinya.

Benjamin Franklin berkata, “waktu adalah uang”. Trus, kita mengenal ada yang namanya PERPULUHAN. Sedikit berpikiran out of the box: jika waktu adalah uang, dan sepersepuluh dari uang itu harus dipersembahkan, berarti dalam sehari minimal kita memberikan waktu 2,4 jam buat Tuhan…

Hemmmm, trus kenyataan di kita gmna yah???….. Mari berefleksi!

Hal yang kedua, yang perlu diperhatikan agar waktu yang Kita gunakan dapat lebih bermanfaat adalah HINDARI MENUNDA PEKERJAAN. Amsal 6:6-8 berkata Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” Dalam ayat ini, Salomo menyebut mereka yang suka menunda pekerjaan sebagai pemalas. Salomo juga berkata bahwasemut bahkan lebih bijaksana dibanding para deadliner karena semut mengerjakan tugasnya (menyediakan roti dan mengumpulkan makanan) sedini mungkin sebelum deadline yakni musim dingin tiba di mana mereka semua bersembunyi di dalam sarang menanti datangnya musim panas kembali.

Tuhan Yesus berkata “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).

Jadi, janganlah biarkan kesibukan hari kemarin menghabiskan hari ini (Richard H. Nelson). Biarlah hari ini diisi dengan kesibukan hari ini, jangan sampai hari ini diisi dengan kesibukan hari kemarin…

Hal ketiga, yang tidak kalah penting adalah FOKUS. Publilius Syrus berkata bahwa melakukan dua hal berbeda dalam waktu yang bersamaan sama saja dengan tidak melakukan keduanya. Ya, pernyataan ini pasti bisa disanggah, namun daripada berusaha membuktikan kesalahannya, mari kita coba menilik kebenaran dibaliknya terlebih dahulu. Suatu penelitian, membuktikan bahwa otak kita tidak dirancang untuk bekerja secara multitasking tetapi untuk fokus. Multitasking atau melakukan banyak tugas pada saat yang sama dapat menurunkan kecepatan proses otak hingga dua pertiganya. Penelitian lain juga memberikan kesimpulan bahwa multitasker membutuhkan waktu 1,5 x lebih lama dibanding mereka yang melakukan pekerjaan satu persatu secara fokus.

Menjadi multitasker tidak hanya berdampak buruk bagi manajemen waktu, tetapi juga dalam hal organisasi dan pelayanan. Perihal organisasi maupun pelayanan sangat membutuhkan orang yang FAT (faithful,AVAILABLE, teachable). Semakin banyak tanggungjawab atau kegiatan yang kita ambil, semakin sedikit alokasi waktu yang bisa kita berikan untuk masing-masingnya, akhirnya availabilitas kita menurun. Terlalu berisiko mempercayakan suatu tanggungjawab, semisal kepengurusan, kepada orang yang memiliki terlalu banyak fokus karena orang yang memiliki banyak fokus justru tidak fokus sama sekali. Lebih baik kita aktif dan fokus di satu tempat tetapi berdampak besar di sana dibanding aktif di beberapa tempat tapi kurang berdampak.

Hal terakir yang bisa saya sharing-kan dalam tulisan ini adalah miliki paradigma bahwa WAKTU TERUS BERKURANG. Berbeda dengan anak kecil yang memiliki cara pandang waktu bertambah (karena mereka senang bertambah usia), orang-orang bijaksana yang dewasa memiliki sudut pandang bahwa waktu terus berkurang. Sudut pandang ini akan mendorong seseorang untuk mengerjakan tugas sedini mungkin dan memanfaatkan waktu yang tersisa seefektif mungkin. Orang dengan sudut pandang waktu bertambah akan berkata “ah tenang, masih ada besok, dikerjakan besok aja” , tetapi orang dengan sudut pandang waktu berkurang akan berkata, “astaga, 1 hari sudah berlalu aja nih, waktu gue semakin tipis”, menurut Anda, siapa yang lebih menghargai waktu di antara keduanya?

Di tahun keempat ini saya, sudut pandang bahwa waktu terus berkurang sangat membantu memotivasi saya. Di tahun inilah saya benar-benar merasa SATU JAM PUN SANGATLAH BERHARGA UNTUK MENGERJAKAN TA, oleh karena itu saya sangat menghargai waktu. Hari demi hari berlalu, sisa waktu menuju wisuda semakin tipis tetapi progress TA saya masih sejauh ini… well, saya pun terpacu, trust me it works!!!

Dalam Mazmur 90:12, Musa berdoa, Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Musa mendapati bahwa hati yang bijaksana sangat erat kaitannya dengan pemanfaataan waktu yang baik.

Oleh sebab itu KERJAKANLAH WAKTUMU.

Wahai anak-anak ITB…

“Kepada mereka yang diberi banyak akan diharapkan banyak pula dari mereka”,

Kita sudah dikaruniai otak yang cemerlang (terserah Anda setuju atau tidak), kita sudah dikaruniai berkuliah di ITB, yang kata orang institut terbaik bangsa (terserah Anda setuju atau tidak), dan jika kita sudah dikaruniai sebesar itu, maka sangatlah wajar kalau banyak orang Indonesia di luar sana yang menggantungkan harapannya kepada kita, INDONESIA MENGHARAPKANMU KAWAN. Dan bagaimana kita bisa menjawab tantangan ini kalau kita masih main-main, masih leha-leha dalam menggunakan waktu kita.

pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:16)

Untuk Tuhan Yesus, Bangsa Indonesia, dan Almamater ITB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s