Rencanakan Hidupmu!

Semester baru tinggal hitungan hari, Kawan. Satu bulan sudah kita lewati dan kita harus hadapi kenyataan ini. “Kembali ke dunia nyata“, itulah frase yang kerap saya gunakan untuk membahasakan situasi seperti ini, 🙂 .

Lalu, apakah yang sudah kita siapkan untuk satu semester ke depan? Izinkanlah saya berbagi tentang satu kata “rencana”.

Selama 3,5 tahun berkuliah di ITB, saya selalu berusaha menjadi seorang perencana yang baik. Setiap liburan, baik liburan semester, maupun liburan puasa, selalu saya gunakan untuk mengumpulkan semua bahan kuliah dari senior, membaca tugas-tugas besar yang akan diberikan di semester itu, menyusun jadwal kegiatan setiap hari, dan jika ada waktu, mencoba untuk membaca bahan-bahan kuliah tersebut. Terdengar freak atau ambisius? Tergantung dari kacamata yang Anda gunakan, setidaknya dari kacamata saya tidak nampak demikian :).

Dalam imajinasi saya, ketika sedang melakukan semua hal itu, saya seperti sedang membuat strategi tempur untuk “menjalani semester depan yang TERATUR nan gemilang” yang akan diadu dengan strategi dosen untuk “membuat semester depan yang SUPER HECTIC bagi mahasiswa.” Bagi saya, ini benar-benar seperti sebuah permainan adu strategi, di mana saya harus mengalahkan strategi dosen-dosen saya yang berniat “merenggut sukacita” dalam satu semester ke depan, dan memperoleh satu semester yang teratur, jam tidur cukup, bisa refreshing, saat teduh dan PA tidak terganggu, dan dengan nilai-nilai yang memuaskan tentunya.

Lalu, bagaimana kenyataanya? To be honest, saya akui dosen-dosen ITB memang rival yang tangguh. Tugas, ujian, dan praktikum yang sangat banyak dan silih berganti mewarnai hari-hari membuat hidup ini benar-benar sibuk, “sukacita” serasa terenggut dan digantikan oleh satu kata “deadline”. Saya sempat pesimis dan merasa percuma sudah membuat rencana jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi saya tersadarkan setelah SANGAT SERING saya mendengar kata “begadang” atau “ga tidur” yang terucap oleh teman-teman saya padahal di sini saya masih bisa tidur 6-8 jam tiap hari. Tanpa ada niatan mengecilkan andil Tuhan, saya merasa… di sinilah letak pentingnya “perencanaan”.

Dalam pengalaman saya, “daily to do list” atau “daftar harian hal-hal yang harus dikerjakan” membuat hidup saya lebih teratur serta menolong saya dalam mencapai target harian, mingguan, bulanan, bahkan semesteran. Daftar ini, bagi saya, merupakan cara yang baik untuk menjaga pikiran saya tetap terorganisir dan terfokus ke arah yang tepat

Para ahli finansial menyatakan bahwa membuat daftar belanja akan menolong kita melawan godaan untuk membeli barang-barang yang tidak kita rencanakan sebelumnya, daftar belanja juga dapat membantu kita mengendalikan pengeluaran kita. Sebuah quotes mengatakan “Life is too complicated not to be orderly.” Saya sangat setuju akan hal ini.

Tuhan sendiri bahkan membuat berbagai daftar. Sepuluh hukum Taurat dan Khotbah di Bukit merupakan beberapa contoh penting dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Allahpun membuat berbagai daftar. Jika kita simak lebih dalam, maka kita akan sadar bahwa Alkitab dipenuhi dengan daftar-daftar yang Tuhan berikan kepada manusia. Salah satu kesimpulan yang saya dapat selama mendalami firman Tuhan adalah “Tuhan mau kita membuat rencana”.

Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat. (Amsal 20:18)

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Amsal 20:5)

Allah adalah Tuhan yang mencintai keteraturan, “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. “ (1 Korintus 14:40). Dia adalah Perencana Agung dan Dia mau agar kita dapat mengatur hidup ini dengan baik serta mempersembahkan, keteraturan itu untuk melayani dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

Namun, sekadar membuat daftar rencana bukanlah hal yang utama. Pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah, “jangan gunakan pulpen untuk membuat daftar-daftarmu, melainkan gunakanlah pensil yang bisa dengan mudah dihapus.” Tidak ada hal yang mutlak di dalam setiap rancangan yang kita buat.

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16:9)

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3).

Akhir kata, rencanakanlah kehidupanmu, undang Dia di dalam setiap strategimu, dan jangan lupa, hak prerogatif untuk menentukan sesuatu boleh terjadi atau tidak, adalah bagian-Nya.

“Aku beriman rencanaku pasti akan berhasil, dalam nama Yesus.”

Yang demikian itu bukanlah iman, Kawan… malah terdengar seperti mantra…

“Aku ingin rencanaku berhasil Tuhan, tapi janganlah rancanganku yang jadi, melainkan rancangan-Mu.” … Itulah iman yang benar ^___^

Aplikasi:

Cobalah buat “to do list” harian, dan persiapkan studimu semester depan mulai dari sekarang…. trust me, it works…JBU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s