Tuhan Yesus Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. (Amsal 24:6)

Shalom adik-adik, apa kabar?

Waah, tak terasa yah akhirnya kalian sampai juga di tahun terakhir. Gelar “Mahasiswa Stress Tingkat Akhir” alias SWASTA pun dalam hitungan hari akan dianugerahkan kepada kalian. Lalu bagaimana, sudahkah kalian merencanakan masa depan kalian? Seperti kata amsal, perencanaan adalah bekal kita untuk berperang dan seperti kata amsal yang sama, kemenangan dalam peperangan itu dipengaruhi oleh nasehat-nasehat yang kita pegang. Untuk itu, melalui tulisan ini, izinkanlah Abang berbagi pengalaman. Apa yang baik asalnya dari Tuhan, terimalah sebagai nasehat, sementara yang buruk, asalnya dari Abang, pilahlah dengan bijaksana.

Oke, secara garis besar, isu terhangat bagi seorang swasta adalah (1) studi, (2) pemuridan, (3) what next, dan (4) TH. Mari kita bahas satu per satu, here we go…

 

(1) Studi

Jika ada pertanyaan seperti ini diajukan kepadaku, “apabila kamu diberi kesempatan untuk mengulang 4 tahunmu, dua hal apa yang ingin kamu perbaiki,“ maka aku akan menjawab salah satunya adalah studiku. Kalaupun aku meraih IPK 4.00, aku akan tetap memberi jawaban yang sama karena studi adalah pelayananku yang utama selama kuliah. Memang ada beberapa orang yang berkuliah tetapi panggilan utamanya bukanlah studi, tetapi itu kasus khusus, aku yakin bahwa bagi sebagian besar kita, studi adalah pelayanan kita yang utama.

Studi adalah pelayanan kepada Allah. Sayangnya, kita cenderung menjadikan studi untuk melayani diri sendiri. Kita belajar hanya untuk nilai dan bukan untuk Tuhan. Pernahkah kita berdoa sebelum belajar atau sebelum mengerjakan PR? Kalau sungguh kita sadar bahwa studi adalah pelayanan maka kita akan selalumemulainya di dalam doa. Ibarat pendeta selalu mengawali khotbahnya di dalam doa demikian juga kita harus berdoa sebelum belajar. Jadikanlah belajar sebagai mezbah penyembahan kepada Allah. Dengan demikian, setiap proses belajar akan bernilai kekal karena di dalamnya selalu ada perjumpaan dengan Allah. Dan di mana ada perjumpaan dengan Allah di sana ada pengenalan akan Allah yang semakin dalam.

Studi adalah berkat dari Allah. Sayangnya,kita cenderung menganggapnya sebagai beban. Artinya, berkat yang seharusnya kita syukuri justru kita anggap sebagai pengganggu. Bayangkan bila hadiah yang kita siapkan untuk seseorang dengan ketulusan hati, yang kita harap bisa membuat orang itu senang, ternyata ditolak mentah-mentah. Pasti perasaan kita tertusuk. Demikian juga perasaan Allah ketika berkatnya justru kita terima dengan sungut-sungut. Ayo, nikmatilah studi sebagai berkat dan perjuangkanlah itu sebagai pelayanan kita.

 

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga(Pengkhotbah 9:10)

 

Mengenai tugas akhir, apa yang ada di benak kalian ketika mendengar “TA”? Apapun itu, buanglah jauh-jauh paradigma TA itu menyeramkan. Percayalah, TA is supposed to be hal yang menyenangkan. Di sinilah kita bisa benar-benar mendalami bidang yang sesuai dengan minat atau tujuan karir kita. Di sinilah kita bisa mencicip sedikit rasanya menjadi seorang ahli.

Hal tersulit dalam pengerjaan TA adalah “mengumpulkan semangat untuk mengerjakannya” dan kuberitahu dari sekarang bahwa hal itu tidaklah mudah karena kecenderungan kita saat mengerjakan TA adalah menunda-nunda pekerjaan. Belum lagi tantangan dari mata kuliah lain atau kursus bahasa. Oleh karena itu, Abang sarankan untuk lebih memadatkan kuliah di semester 7 sehingga semester 8 lebih leluasa untuk pengerjaan TA.

 

(2) Pemuridan

Jika aku diberi kesempatan untuk mengulang waktu dan memperbaiki dua hal saja, maka selain studi, aku ingin membangun pemuridanku. Aku tidak bermaksud membanding-bandingkan pemuridan dengan jenis pelayanan lain tetapi aku yakin apapun yang ada di benakmu saat ini, suatu saat kau pasti akan sepakat denganku bahwa “the best goal setting is to change people’s life” dan itu semua bisa kita lakukan di dalam pemuridan.

Ada sebuh lagu yang sangat menggugah hati…

Biar penerus kita kenal kita setia

Api pengabdian kita terangi jalan

Biar jejak langkah kita, tunjukkan iman

dan gugah mereka ‘tuk hidup patuh

Biar penerus kita kenal kita setia

 

Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka(Ibrani 13:7)

Inilah pesan Tuhan bagi adik-adik PA-mu mengenai kamu 🙂

 

Oleh sebab itu, sebelum memasuki tahap swasta ini, perbaharuilah kembali komitmen pemuridan kalian. Apapun kesibukan kalian nanti, luangkanlah waktu untuk bertemu dengan anak-anak rohani kalian. Percayalah, akan tiba masanya di mana setelah lulus kalian akan berharap diberi kesempatan untuk memuridkan lebih baik lagi… jadi, mengapa tunggu setelah lulus?

Abang tahu tidak semua pembaca tulisan ini sedang memuridkan. Bagi kita semua, Abang hanya ingin mengingatkan bahwa pemuridan adalah inti sari dari Amanat Agung. Dengan demikian setiap orang percayaharus memuridkan. Kita tidak memuridkan supaya diselamatkan tetapi kita diselamatkan supaya memuridkan. Namun, Abang punya kabar yang mungkin cukup melegakan, tapi tolong jangan anggap ini sebagai suatu pembenaran atas pilihan kalian untuk tidak memuridkan. Kabar itu adalah “ladang pelayanan utama seorang percaya adalah di rumah tangganya kelak, dengan demikian pemuridan utama kita adalah kepada anak-anak kita nanti”. Inilah yang dipegang oleh Bapak-Bapak gereja, tentu saja perkecualian bagi mereka yang berkomitmen untuk selibat. Well, puji Tuhan karena kesempatan kita untuk memuridkan tidak Tuhan tutup dengan segera. Namun tetap saja, tidak memuridkan selama kuliah, bagi Abang pribadi, adalah keputusan yang seharusnya tidak dipilih. Ayo, masih ada satu tahun. Berilah dirimu dimuridkan dan belajarlah memuridkan.

Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. (Daniel 12:3)

 

(3) What next, gawe ato S2???

Berdoa dan bergumullah bersama Tuhan dan jika memungkinkan segeralah putuskan jalan mana yang akan kalian pilih. Keduanya tentu saja baik jika kita memiliki alasan yang kuat untuk mengambilnya. Namun, tanpa bermaksud mengucilkan para S2-wan, Abang ingin memberitahu bahwa pada umumnya kerja dulu baru S2 lebih baik daripada S2 dulu baru bekerja. Orang yang bekerja dulu lalu S2 pada umumnya lebih matang dan menikmati perkuliahan di S2 karena mereka sudah familiar dengan objek yang dipelajari. Sama halnya kita akan jauh lebih mengerti dan menikmati perkuliahan setelah kita melewati kerja praktek.

Mengenai S2… Persiapan S2, apalagi fast track, sudah harus dilakukan dari semester 7. Untuk S2 keluar negeri, kita harus melewati tahap mencari universitas, mencari beasiswa, menyusun proposal riset (in English), email-emailan dengan Professor calon advisor, kursus TOEFL, paspor, dan sebagainya. Belum tentu nilai TOEFL langsung mencukupi dalam sekali tes, belum tentu univ yang diinginkan menerima, sehingga kita harus mencari univ lain. See? Jika ada waktu yang paling tepat untuk mempersiapkan S2, sekaranglah saatnya. Jangan sampai urusan S2 mengganggu TA kita nantinya.

Mengenai pekerjaan… Setiap kalian pasti memiliki idealisme yang berbeda-beda mengenai pekerjaan. Ada yang hanya ingin bekerja di BUMN, ada yang hanya ingin di multinasional, ada yang menjadikan minat sebagai prioritas, ada yang menjadikan gaji sebagai yang terutama, ada yang ingin bekerja di kantor, ada yang ingin bekerja di lapangan. Well, apapun idealisme kalian pikirkanlah kembali apakah kalian yang mengatur idealisme atau idealisme yang mengatur kalian. Saran Abang, jika idealisme itu tidak ada di Alkitab, maka kita tidak harus mempertahankannya sampai mati.

Back to topic… Normally, perusahaan yang akan membuka lowongan saat job fair sangatlah banyak. Namun, sebenarnya kalian tidak harus menunggu job fair di bulan kelulusan kalian untuk melamar kerja.Ada beberapa perusahaan yang sudah mengizinkan mahasiswa semester 7 atau 8 untuk melamar dan mungkin saja perusahaan yang kalian inginkan adalah salah satunya. Oleh sebab itu, mulailahsejak dini untuk mencari informasi tentang perusahaan yang kalian inginkan, baik dari website dan terutama dari teman atau senior.

 

Gunakanlah waktu luang untuk membuat CV dan template cover letter sebagai persiapan jika tiba-tiba ada lowongan yang bisa kalian apply. Mendaftarlah di career centre untuk up-date harian mengenai perusahaan-perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Sebenarnya Oktober ini kalian sudah bisa mengikuti job fair, bahkan beberapa teman Abang mendapatkan pekerjaan dari job fair Oktober ketika mereka masih semester 7, namun cara ini tidak Abang sarankan karena masih banyak orang yang jauh lebih urgen membutuhkan pekerjaan dibandingkan kalian saat ini.

Ingat, IP itu sangat dipertimbangkan. Oleh sebab itu, fokuskanlah dua semester terakhir kalian ini untuk memperbaiki IP. Mengenai organisasi, tidak perlu aktif di banyak tempat, satu pun cukup asalkan posisi kita strategis di organisasi itu. Menjadi asisten dan mengikuti proyek dosen juga akan memberikan nilai lebih di mata perusahaan di samping tentu memberikan pengalaman yang berharga dan juga sedikit pemasukan. Beberapa perusahaan akan mempersyaratkan sertifikat TOEFL, paper based test dengan skor 500 biasanya sudah sangat cukup. Namun yang lebih wajib adalah kelancaran berbahasa Inggris terutama bagi mereka yang ingin bekerja di perusahaan multinasional. Skor 500 umumnya bisa diraih tanpa kursus sehingga jika ingin hemat, tidak perlu les TOEFL, ambil saja les conversation jika tujuan kalian adalah bekerja. Mau lebih hemat lagi, otodidaklah!

Semester 7 biasanya santai tapi saat semester 8 datang tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Ketika kesibukan TA melanda, tidak ada lagi kepikiran untuk membuat CV dan cover letter. Alhasil, jika tidak bersiap-siap, job fair April bisa terlewat begitu saja padahal kalianlah yang akan menjadi peserta utama di sana. So, siapkanlah dari sekarang!

Look, semua yang Abang sampaikan di sini tidak ditujukan untuk membuat kalian ambisius atau terlalu kuatir akan dunia kerja. Still, studilah prioritas utama kalian. Inti dari semua ini adalah supaya kita lebih berjaga-jaga dan supaya kebiasaan-kebiasaan yang kurang produktif selama ini bisa diubah menjadi persiapan-persiapan masa depan yang jauh lebih berguna dan MEMBANGUN. Setiap obrolan atau persiapan akan masa depan dan karir menjadikanku lebih dewasa, mengingatkanku untuk membalas kebaikan orangtua, membangun bangsa, mulai memikirkan akan rumah tangga (seharusnya topik seperti ini tidak terlalu tabu lagi bagi seorang swasta), dan menggumuli kembali visi hidupku. Grow up!!!

    

(4) Teman Hidup

Waduh, sebenarnya Abang ga bisa berteori apa-apa mengenai hal ini. Tapi yang jelas, masalah TH pasti akan menjadi salah satu topik utama dalam obrolan kalian, apalagi dalam obrolan anak-anak persekutuan. Satu hal yang bisa Abang sampaikan untuk kalian adalah ini:

JANGAN kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 3:5)

Banyak orang yang tersandung dalam lubang ini. Mereka kira mereka sedang jatuh cinta, mereka pikir inilah saatnya bagi mereka untuk menjalin cinta eros yang Tuhan anugerahkan, suatu hubungan yang menyenangkan Tuhan jika dijalani dengan baik. Namun mereka tidak sadar bahwa yang mereka lakukan adalah membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum waktunya. Alhasil, tidak jarang persahabatan menjadi rusak karena PDKT yang prematur atau karena sang pendekat TIBA-TIBA“terbangun” dan sadar bahwa dia sebenarnya tidak cinta pada orang yang didekatinya. Dia naksir, lalu setelah mengenal dan mendapati adanya ketidakcocokan, perasaan suka itupun hilang dengan sekejap.

Saat paling tepat bagi dua insan untuk menjalin cinta eros adalah ketika keduanya penuh oleh kasih Allah. Ketika seseorang sudah penuh oleh kasih Allah, dia tidak membutuhkan orang lain untuk membuat dirinya utuh. Dengan kata lain, saat paling tepat dua insan menjalin hubungan justru adalah ketika keduanya merasa tidak membutuhkan pasangan. Tuhanlah yang tahu kapan kita membutuhkan pasangan hidup dan Dialah yang berinisiatif mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita.

Kisah Adam dan Hawa adalah contoh yang tepat. Panggilan hidup Adam adalah merawat taman Eden sambil memberi nama semua spesies di taman itu. Sebelum Hawa hidup, Adam sudah menjalani panggilannya dengan setia. Dia tidak merengek meminta seorang penolong dan bisa dibilang Adam merasatidak membutuhkan pasangan. Namun, di saat Adam merasa tidak membutuhkannya, Tuhanlah yang melihat bahwa sesungguhnya Adam membutuhkan seorang pasangan. Akhirnya, Tuhan menciptakan Hawa untuk MENOLONG Adam tetapi bukan untuk membuatnya utuh. See? Tuhanlah yang tahu kebutuhan kita, Tuhanlah yang berinisiatif mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita asalkan kita menjalani panggilan hidup kita dengan setia.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (tunaikan panggilan hidupmu), maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Pasangan hidup ada untuk menolong kita menjalani panggilan hidup kita. Dengan kata lain, jika hubungan cinta justru bersifat destruktif dan menghambat kita menjalani panggilan hidup kita, yang dalam hal ini adalah studi dan TA, maka mungkin ada dua alasan, dia bukan untuk kita atau saat ini bukanlah waktu yang tepat.

Ujilah segala sesuatu… Bagaimana kita menguji perasaan cinta yang kita rasakan? Salah satunya adalah dengan KESABARAN DALAM MENANTI. Cinta sejati yang Tuhan anugerahkan pasti memampukan dua insan untuk bersabar dan mengendalikan diri, sama seperti Yakub dan Rahel yang bersabar selama 14 tahun. Jika cinta itu justru membuat kita tidak sabaran dan tak mampu mengendalikan diri, mungkin saja cinta itu asalnya bukan dari Tuhan. Bersabarlah, tunggulah waktu yang tepat, jika kita tergesa-gesa, banyak orang yang bisa sakit hati pada akhirnya 🙂

 

Hemmm, Oke, sekian dulu dari Abang. Jika ada kesempatan, kita bisa ngobrol langsung yah, hehehe….

Semangat semuanya

Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat. (Amsal 20:18)

 

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Amsal 20:5)

 

Listen to your elder’s advice, not because they are always right but because they have more experiences of being wrong…

 

Soli Deo Gloria, GBU

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s