Ketika Niatmu Disalahmengerti

Suatu kali aku bertanya kepada seorang adik, “Dek, apa ketakutan terbesar yang menghambatmu melakukan suatu kebaikan atau kesaksian buat orang lain?”. Dia menjawab “yang kutakuti adalah ketika aku melakukan suatu kebaikan, orang akan beranggapan aku sedang mencari muka, Bang”. Saat itu aku kaget dan bertanya di dalam hati, “bagaimana mungkin ada orang yang mengganggap adik sebaik dia hanya sedang mencari muka ketika dia melakukan suatu kebaikan, bagaimana mungkin ada orang yang tegaberpikiran yang salah terhadap orang sebaik dia”.

Inilah realita kehidupan yang harus dihadapi. “Salahmengerti” merupakan hal yang sangat sensitif. Salahmengerti bisa menghancurkan segalanya dan iblis sadar sekali akan hal itu. Itulah sebabnya iblis memakai “salahmengerti” sebagai salah satu senjata andalannnya. Ada dua trik yang iblis pakai.

Trik pertama iblis adalah membuat manusia untuk cenderung menyalahartikan niat baik seseorang. Ketika ada seseorang yang tampil di depan umum, berbuat baik, dan terkesan aktif, maka orang lain akan cenderung untuk menilai orang tersebut sedang berusaha mencari muka atau pamer. Alhasil, niatan baik atau kesaksian yang hendak dibagikanpun tidak ditangkap dengan baik karena orang yang berada di depan telah terlebih dulu tercoreng dan dicurigai.

Mungkin itu juga alasannya mengapa anak Tuhan sangat jarang ada di pemerintahan. Jika ada seorang anak Tuhan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dan dia hendak melakukan perbuatan baik dengan tulus, tidak jarang jemaat curiga dan menganggap orang itu sedang berusaha untuk melakukan kampanye terselubung di gereja. Alhasil, sang anak Tuhan calon wakil rakyat itupun tertolak di komunitasnya sendiri. Ironis bukan? Trik pertama inilah yang iblis pakai untuk memerangi Paulus. Iblis berusaha menghimpun opini publik bahwa Paulus hanya sedang berusaha mencari keuntungan pribadi dari semua pelayanannya. Jangankan Paulus, Tuhan kitapun diperangi iblis dengan trik pertama ini. Kalau Tuhan saja diperangi dengan cara itu, kemungkinan besar anak-anak Tuhan akan diperangi dengan cara yang sama.

Tidak cuma itu, trik kedua iblis adalah membuat sang peniat baik takut disalahmengerti sampai-sampai dia mengurungkan niatnya untuk berbuat baik atau bersaksi. Iblis sangatlah cerdik dalam memanipulasi rasa takut. Dengan segala cara, iblis mampu menunjukkan kepada sang peniat baik bahwa seisi dunia akan menyalahartikan niatan baik orang tersebut. Iblis sangat takut manusia bersaksi dan untuk mencegah perbuatan baik dan kesaksian itu, iblis akan menghimpun semua kemampuannya agar niat baik itu urung dilakukan. Ditolak, dianggap sombong, disalahmengerti, dianggap bersalah padahal berniat baik, adalah ketakutan yang luar biasa bagi sejumlah besar orang dan sering sekali manusia kalah akan ketakutan itu.

Dahulu, penulis juga seperti itu. Tidak jarang dia cepat-cepat curiga dan menyalahartikan niatan baik seseorang apalagi ketika melihat ada orang yang sangat aktif berbicara di depan. Namun, suatu kali Tuhan mengizinkan penulis untuk menjadi orang yang berada di depan itu. Dan benar sekali, dia merasa seisi dunia sedang bersiap-siap mendata setiap kesalahan yang akan keluar dari mulutnya. Lututnya bergetar karena takut niatan baiknya disalahmengerti. Perasaan takut dianggap sombong dan pamer kerapkali membuatnya tidak berani melakukan apa-apa dan akhirnya tidak menjadi apa-apa. Tetapi semua berubah ketika Tuhan menyadarkan penulis bahwa itulah trik jitu iblis agar manusia tidak jadi bersaksi.

Aku tahu sekarang bagaimana siasat iblis dan siasat yang sama tak akan mempan lagi terhadapku.

 

Apabila Anda mendapat rangking yang baik di sekolah, pernahkah Anda merasa takut dianggap sombong oleh ibu Anda ketika Anda memberitahukan bahwa Anda mendapat rangking? Atau adakah Anda merahasiakan rangking Anda itu karena takut dianggap pamer oleh adik Anda? Aku yakin jawaban Anda adalah TIDAK.

Ya, kita tidak pernah takut bersaksi, atau berbuat baik, atau mengungkapkan kebahagiaan di depan keluarga kita karena kita tahu keluarga sejati tidak akan menyalahartikan niatan baik kita. Kita tahu bahwa keluarga yang sejati akan turut bersuka ketika kita bersukacita dan kita percaya bahwa keluarga akan selalu ada untuk mendukung kita, bukan curiga akan perbuatan baik kita. Lalu bagaimana dengan komunitas orang percaya saat ini? Mengapa masih sering ada salahmengerti, masih ada curiga, masih ada tidak percaya. Atau mungkin kita tidak yakin bahwa kita ini keluarga? Ayolah, kita ini keluarga, bahkan lebih lagi, kita keluarga di dalam Kristus, kita semua akan bersama-sama dalam kekekalan. Tidakkah itu cukup untuk menguatkan kasih persaudaraan di antara kita?

Lalu, setelah mengerti dua trik iblis ini, apa yang harus kita lakukan?

 

Yang pertama tentu saja, kendalikanlah diri untuk tidak curiga akan niatan baik seseorang. Daripada jatuh dalam dosa mencurigai orang lain dan membencinya dalam hati, lebih baik kita tidak usah memikirkan sama sekali tentang orang itu. Sadarilah bahwa kecurigaan kita sangat berpotensi mematikanniatan baik yang tulus dari seseorang. Lagipula, apalah gunanya curiga? Curiga justru menjauhkanmu dari kesaksian baik yang sebenarnya hendak dia sampaikan pula padamu. Berusahalah untuk terlebih dahulu berpikir positif mengenai seseorang. Tidak perlu memusingkan motivasi orang lain toh motivasi tulus yang kita milikipun adalah anugerah dari Tuhan dan bukan hasil kekuatan kita sendiri. Dan kalaupun motivasi orang itu salah, itu urusannya dengan Tuhan. Ketika kau mencampuri itu, kau sedang menghakimi.

Janganlah terlalu sering kita menilai orang lain karena dengan standar apakah kita mau mengukur orang tersebut? Dengan ukuran kitakah atau ukuran Allah? Tapi, kalaupun kita harus menilai seseorang, maka…

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20)

Seorang Abang pernah mengatakan padaku:

Janganlah menilai buku dari sampulnya, tapi nilailah pohon dari buahnya.

 

Yang kedua, kuatkanlah diri agar tidak takut disalahmengerti. Firman Tuhan mengatakan bahwa kasih yang sempurna mengalahkan ketakutan. Kalau benar kita sungguh-sungguh mengasihi sesama kita,kalau benar motivasi kita murni, aku yakin, kasih itu akan lebih besar kekuatannya daripada rasa takut disalahmengerti. Alhasil, kasih yang Tuhan anugerahkan akan memberanikan kita untuk bersaksi dan berbuat baik dengan lantang. Fokuskan pikiran kita kepada orang-orang yang mungkin akan terberkati dengan kesaksian kita dan jangan justru fokus kepada orang-orang yang mungkin akan menolak kita.

Kalau kita mengirim 100 sms selamat hari minggu, lalu 99 orang penerimanya tidak menghiraukan, bahkan ada yang cenderung mengganggap kita mencari ketenaran, tapi ada 1 orang yang terberkati…. Itu sudah cukup. Hal yang sama juga berlaku buat status FB kita. Mari kita gunakan semua media yang ada sebagai wadah untuk memberkati dan menguatkan saudara-saudara kita, tanpa perlu takut disalahmengerti. Walau seisi dunia curiga, jangan kita berhenti dan jangan kita goyah karena kita tahu bahwa ada satu pribadi yang tidak akan curiga pada kita, Yesus Kristus.

I’ve spent so much time worrying about what other people thought about me, when there’s really only one Person in the world I want to impress, He is Jesus.

 

Jadi, marilah kita bersaksi, mari kita berbuat baik, tiga puluh, enam puluh, dan seratus kali ganda, tanpa rasa takut…

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, SUPAYAdapat MENCERITAKAN segala pekerjaan-Nya. (Mazmur 73:28)

Mari kita kalahkan siasat iblis yang mau menciutkan kesaksian dari anak-anak Allah, KARENA…

Oleh darah Anak Domba dan oleh KESAKSIAN kita… iblis dikalahkan kuasanya dihancurkan

(Wahyu 12:11)

JBU

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Niatmu Disalahmengerti

  1. dan ketika aku membaca ini aku amat sgt diberkati . dn lalu mengimani ‘Tuhan aku ingin bersaksi tentangMU kepada siapapun, dn tidak ingin ragu bahkan takut krn Allah yg ku sembah adalah Firman yg selalu HIDUP bg semua orang” Terpujilah Tuhan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s