Memilihnya

Hidup ini penuh dengan pilihan. Kita memilih akan kuliah di mana, jurusan apa, mata kuliah apa, atau kerja di mana. Kita memilih ingin berteman dengan siapa, memilih siapa yang ingin dijadikan pacar, dan tentu saja suatu saat nanti kita harus memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita. Tidak hanya itu, harus kita sadari dan akui pula bahwa sebenarnya rasa marah, benci, senang, sayang, dan apapun itu merupakan sesuatu yang kita pilih sendiri. The last but not the least, kita bisa bernafas detik ini karena kita lebih memilih untuk tetap melanjutkan hidup ini dibandingkan mengakhirinya dengan kekuatan kita sendiri…

Adapun tulisan ini, aku tidak tahu apakah di dalamnya terkandung kebenaran yang sejati. Yang aku tahu adalah bahwa aku menulisnya berdasarkan apa yang aku alami berulang-ulang kali. Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit dengan banyak cara, ada yang dengan disentuh, ada yang cukup dengan bicara saja, ada yang diberi tanah yang sudah diludahi-Nya, bahkan ada yang dengan menyentuh jubah-Nya. Sebagaimana beragamnya cara Yesus menyembuhkan, demikianlah dengan cara yang berbeda-beda pula Dia bekerja di dalamku dan dalammu. Mungkin kisah kita mirip, mungkin juga berbeda sama sekali. Well,  terimalah ini sebagai sharing dariku.

Pada suatu masa dalam hidup ini, kita pasti akan diperhadapkan dengan pilihan yang sangat SULIT (tidak semudah seperti memutuskan mau kuliah di mana) untuk diputuskan. Sayangnya, keputusan yang sulit itu seringkali sangat menentukan keberlangsungan hidup kita. Sebut saja keputusan dalam memilih pasangan hidup dan karir. Aku angkat dua hal ini sebagai contoh saja, sebenarnya mungkin masih banyak keputusan lain yang sama sulitnya. Cepat atau lambat kita akan sampai kepada perkara ini. Atau mungkin ada di antara kita yang sudah mengalaminya?

Lalu bagaimanakah kita harus memilih siapa calon pendamping hidup kita dan kemana kita akan mengabdikan profesionalitas kita?  Jujur aku sama sekali tidak mengetahuinya. Yang aku alami dan yang sejauh ini kupegang sebagai prinsip, adalah:

  • Jika kita membuat pilihan yang benar (seturut dengan kehendak Tuhan), maka iblis akan membuat kita TAKUT akan pilihan tersebut sehingga kita tidak jadi memilihnya.
  • Jika kita membuat pilihan yang salah, maka Tuhan akan membuat kita merasa “ADA YANG SALAH” dengan pilihan tersebut sehingga kita tidak jadi memilihnya.

 

Sebuah buku menuliskan:

“Jangan memilih seseorang yang hanya memikat matamu, tetapi pilihlah dia yang membuat hatimu tidak bisa lari daripadanya”.

Di sinilah letak sulitnya. Mata terhubung langsung dengan pikiran alias rasio kita sedangkan hati beda dimensinya. Dengan demikian mata akan sangat mempengaruhi pikiran kita. Kita tahu dengan jelas apa yang kita pikirkan, tetapi hati dan perasaan, kerap kali kita sendiri tidak memahami kedalamannya. Inilah sebabnya banyak manusia lebih takluk kepada pikirannya dibandingkan hatinya.

Celakanya, pikiran merupakan kandangnya iblis. Coba pikirkan kembali, menurutmu ketakutan itu adalah hasil pikiran atau perasaan? Kalau aku, aku yakin ketakutan adalah hasil pikiran, bukan perasaan, jadi aku kurang setuju dengan istilah “rasa takut”. Kita melihat sesuatu dengan mata kita, lalu kita menganalisis apa yang kita lihat, setelah menimbang-nimbang dengan pikiran, kita mulai menemukan ternyata lebih banyak aspek negatif, kemudian kita menjadi pesimis yang akhirnya berujung pada ketakutan. Ya, ketakutan adalah buah pemikiran, pemikiran yang dikuasai oleh iblis.

Dalam hal mencari pekerjaan. Jika pekerjaan itu sebenarnya sesuai dengan kehendak Tuhan, iblis akan menghimpun segenap kekuatannya untuk meruntuhkan keinginan kita dengan KETAKUTAN. Iblis akan membuat pikiran kita penuh oleh: gajinya kecil, tes saringannya panjang dan kompetitif, kota domisilinya tidak nyaman, kerjaanya melelahkan, dan sebagainya sampai akhirnya kita TAKUT dan tidak jadi menapaki jalan itu. Demikian pula dalam memilih teman hidup. Perbedaan suku, usia, kondisi ekonomi, status pendidikan, orang tua, dan lain-lain. Iblis akan mengeruhkan pikiran kita dengan perbedaan-perbedaan yang mencolok, sampai akhirnya kita pesimis akan kelangsungan hubungan itu, lalu kita TAKUT, dan lari dari jalan yang Tuhan kehendaki.

Akan tetapi…

Tidak demikian dengan cara Tuhan bekerja. Memasukkan KETAKUTAN dalam pikiran manusia merupakan cara rendahan bagi Dia. Tuhan tidak memanfaatkan KETAKUTAN karena di dalam Dia tidak mungkin ada ketakutan.  Namun, sayangnya, Dia bekerja samar-samar, penuh misteri. Apa boleh buat, aku yakin itulah cara terbaik agar manusia selalu bergantung dan terus menerus mencari suara-Nya.

Ketika kita akan memilih sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya, maka iblis akan berusaha menguasai pikiran kita sampai muncul KEBERANIAN untuk memilih pilihan yang salah itu. Dia meracuni pikiran kita dan membuat kita terbuai dengan hal-hal baik saja, misal dia cantik, pintar, baik, kaya, atau gajinya besar, kerjanya nyantai, perusahaan bergengsi, dan sebagainya. Tetapi, pada saat yang sama, jika kita akan membuat pilihan yang salah, maka Tuhan akan bekerja dengan membuat kita merasa “ADA YANG SALAH, ADA YANG MENGGANJAL” dengan pilihan tersebut.

Perasaan “ada yang salah” itulah yang aku pegang sebagai bagian dari DAMAI SEJAHTERA yang dikaruniakan Roh Kudus. Ketika kita akan berbuat dosa atau menyimpang dari pilihan Allah, maka kita aka merasa “tidak damai”. Itulah yag kubahasakan dengan “ada yang salah dan mengganjal”. Damai sejahtera itu melampaui segala akal dan melewati batas yang dapat dicapai oleh rasio kita. Damai sejahtera tidak akan bisa dimengerti oleh pikiran, melainkan oleh hati. Pernahkah kamu merasa seperti ada yang salah, atau mungkin kamu merasa tidak damai akan suatu keputusan tetapi kamu tidak mengerti mengapa perasaan itu muncul? Jika pernah, maka sama seperti yang aku alami, jika hatimu belum benar-benar yakin, walaupun sekujur tubuh dan segenap rasiomu mendukung untuk memilihnya, tahanlah dulu dirimu sekuat tenaga, MUNGKIN ITU SUARA TUHAN, bersabarlah lebih lama sedikit menantikan Tuhan memperjelas suara-Nya.

Mengenai teman hidup dan karir, aku belum pernah mengalami yang namanya membuat keputusan yang tepat tetapi aku pernah mengalami membuat pilihan yang salah. Kala itu, seperti yang kusampaikan di atas, pikiranku penuh dengan hal-hal yang baik saja dari gadis dan pekerjaan itu. Akupun berusaha mendekati sang cewe dan mengajukan lamaran pada si pekerjaan walaupun pada saat itu ada serpihan dari diriku yang berkata “kamu membuat keputusan yang salah”. Aku tidak tahu perasaan apa yang mengganjal itu, yang aku rasakan hanyalah “ada yang salah”. Aku tidak merasa damai dengan pilihan itu tetapi karena hanya samar-samar, aku takluk kepada pikiranku yang saat itu dilumpuhkan iblis. Akhirnya, tentu saja karena tidak sesuai dengan kehendak Allah, akupun ditolak baik oleh sang cewe maupun si pekerjaan.

Tapi di sinilah seninya, entah mengapa saat ditolak aku tidak sedih, justru sebaliknya, aku merasakan kelegaan dan kedamaian MENGALIR, seolah-oleh sebelumnya kelegaan dan kedamaian itu terkurung di dalam hatiku. Barulah “mataku” terbuka dengan alasan-alasan mengapa sebaiknya aku tidak memilihnya. Tuhan akhirnya memberikan pengertian padaku mengapa sebaiknya aku tidak memilihnya, dan hal itu menyempurnakan kedamaianku.

Puji Tuhan, aku juga pernah dong mengalami yang namanya membuat keputusan yang tepat, yaitu ketika aku memilih regeneratorku, walaupun aku akui aku melakukan kesalahan pada awalnya. Pada saat itu, pikiranku terlalu terfokus kepada keistimewaan salah satu calon. “Mataku” mengemudikan otakku, dan otakkupun membuatku berani untuk memilih calon ini. Saat itu, aku sadar bahwa hatiku tidak damai untuk memilihnya, tetapi aku lebih berpihak pada pikiranku. Well, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, calon itupun pada akhirnya tidak jadi regeneratorku.

Akupun mengalihkan perhatianku kepada calon yang satu lagi. Dan saat itu, sungguh, iblis menguasai dan memenuhi otakku dengan KETAKUTAN. “Duh, kalau dia jadi korum nanti begini, nanti begitu, bisa ga ya dia, nanti kalau begini gimana, ahhhhggg…”. Aku takut dan berat sekali untuk memilihnya. Tetapi dengan cara-Nya yang indah Tuhan perlahan tapi pasti membukakan mataku akan kehendak-Nya. Akhirnya, KEDAMAIAN-pun mekar di hatiku, walau masih saja ada ketakutan dalam pikiranku. Di sini chemistry-nya, betapa dahsyat sensasinya ketika kedamaian dalam batinmu mengalahkan ketakutan itu. Ya, ketakutan itu ada, benar-benar ada, tetapi ketika kedamaian yang lebih besar itu berperang dengan ketakutan, dan dalam dirimu kau menyaksikan kedamaian mengalahkan ketakutan, sensasinya WOOW, kau akan tahu bahwa itulah pekerjaan Tuhan yang maha indah. Akupun akhirnya memilih calon itu dan sampai saat ini, dan aku yakin sampai selamanya, keputusan itu tidak akan pernah aku sesali.

Demikianlah sharingku…

Aku tidak bermaksud mengecilkan arti “pikiran” dan mendewakan “perasaan”
Tidak cuman pikiran, perasaanpun telah keruh oleh dosa, aku dan kamu tahu itu

Yang aku ingin sampaikan adalah bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang terkadang TIDAK DIMENGERTI OLEH PIKIRAN kita, dan hanya bisa dipahami oleh HATI. Oleh sebab itu, janganlah menggantungkan sepenuhnya hidupmu pada pikiran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kesimpulan:

Saat membuat pilihan-pilihan yang sulit, ada dua alasan untuk tidak memilih, yaitu TAKUT dan TIDAK DAMAI.

Iblis menggunakan “takut” supaya manusia tidak memilih pilihan Allah

Tuhan menggunakan “tidak damai” supaya manusia tidak memilih pilihan yang salah

 

Semakin intim hubungan kita dengan Tuhan, semakin jelas kita mampu membedakan yang mana yang TAKUT dan yang mana yang TIDAK DAMAI SEJAHTERA…

Hati mempunyai pikirannya sendiri yang tidak dimengerti oleh pikiran/akal.
~Blaise Pascal~

Damai sejahtera Allah, yang MELAMPAUI segala akal,
akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
(
Filipi 4:7)

Hendaklah damai sejahtera Kristus MEMERINTAH dalam hatimu,
(Kolose 3:15)

Selamat memilih teman-teman
Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s