Menghormati Pemimpin

Menghormati pemimpin

Bagi anak-anak pelayanan, nampaknya frasa ini masih positif dan familiar terdengar
Tetapi ketika pembicaraan beranjak ke topik mengenai pemerintahan
nampaknya “menghormati pemimpin” tidak lagi mengundang respon yang positif

Sudah terlalu sering kita mendengar kritik yang menurutku cukup keras ditujukan kepada pemimpin bangsa kita
Aku pribadi sering menjadi orang yang mengeluh akan kelakuan beliau-beliau itu (terutama DPR  -___-“)

Tetapi, aku ingin mengajak kita bersama-sama menilik kembali
Apakah cara kita merespon masalah ini sudah benar
atau kita masih terlalu mudah terbawa emosi
sehingga emosi itu yang menyetir pikiran dan pandangan kita pada mereka?

Kita pasti masih ingat apa rumus sederhana dari energi potensial
Energi Potensial = massa x konstanta gravitasi x ketinggian

Kita lihat di sana ada parameter ketinggian
Semakin tinggi posisi suatu benda, semakin besar pula energi potensial yang dimilikinya
Demikian juga dalam suatu badan atau lembaga atau sistem kepemimpinan
Semakin tinggi pangkat atau jabatan seseorang, semakin pula dampak yang dimilikinya
Tapi ingat, dampaknya masih bersifat POTENSIAL (i.e. belum unleash)

Mengapa?
Mengapa semakin tinggi jabatan, semakin tinggi potensialnya?

Karena semakin tinggi kau berada… pandanganmu pasti akan semakin luas
Orang yang ada di bawah pohon tidak akan bisa melihat seluas orang yang melihat dari atas pohon
Orang yang ada di dataran rendah tak akan bisa memandang sejauh orang yang melihat dari atas gunung
Ketika kau belum lepas landas, yang bisa kau lihat hanyalah lapangan terbang
Tetapi ketika kau sudah terbang, hampir seisi kota bisa kau lihat

Sederhana bukan?
Demikian juga dengan masalah bangsa ini
Sehebat-hebatnya kita menggali informasi tentang bangsa ini, Presiden kita tetap lebih tahu keadaan yang sebenarnya

Masyarakat energi akan berteriak-teriak pada Presiden meminta haknya
Tetapi Presiden tidak mengakomodasi itu
Alhasil masyarakat energi mengecap “presiden bodoh”
Padahal presiden tidak mengakomodasi hal itu karena dia tahu hal itu bisa merugikan masyarakat pangan

Demikian masyarakat olahraga meminta haknya tetapi bertentangan dengan masyarakat ekonomi
Masyarakat pendidikan tidak sepakat dengan masyarakat dunia hiburan

Masing-masing masyarakat itu hanya fokus pada masalah mereka dan merasa sudah melihat semuanya
Padahal satu-satunya orang yang melihat semua itu hanyalah Presiden
dan keputusan-keputusan beliau pastilah sudah mempertimbangkan semua aspek itu

Aku jadi teringat masalah naiknya harga BBM karena subsidi dihapus, tidak terlalu lama sebelum hari ini
Kala itu, ada “cekcok” antara masyarakat ekonomi dan masyarakat energi

Dengan hebatnya, masyarakat ekonomi mengungkapkan pendapatnya… begini dan begitu….
Mereka mengkritik habis-habisan keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM
Argumen-argumen mereka cukup beralasan… pasti berhasil menarik dukungan banyak kalangan
Info-info yang mereka punya juga komprehensif sekali… terlihat seperti mereka tau semuanya
Kampusku pun jadi panas akan masalah ini

Tapi apa teman-teman?
Dalam hal BBM, masyarakat ekonomi bukanlah pihak utamanya… dan tentunya, mereka tidak tahu semuanya
Pihak yang tahu semuanya hanyalah masyarakat energi
dan selama aku berkuliah, dosenku berkata “BBM memang harus naik, orang ekonomi itu ga tau apa-apa”
sampai sekarang ketika aku sudah bekerja di bidang energipun
tetap saja aku mendengar “orang ekonomi itu ga tau apa-apa dalam masalah penentuan harga BBM”
dan setelah mendengar penjelasan mereka, akupun sadar mengapa BBM harus naik harganya

Mungkin sampai kapanpun masyarakat ekonomi tetap akan bersikukuh pada pendapat mereka
Tetapi, pada saat yang bersamaan, sampai kapanpun mereka tetap tak akan tahu sepenuhnya
Sampai mereka benar-benar terjun langsung menjadi bagian masyarakat energi
Mengapa tidak mungkin tahu sepenuhnya?
Ya karena untuk tahu sepenuhnya, mereka harus tahu peristiwa pengeboran, artificial lift,
pengaliran fluida, pemisahan padatan, distilasi, reaksi, catalytic cracking, dan sebagainya
Yang mana semua itu mempengaruhi harga BBM
Apa mau mereka belajar itu dulu baru mengerti semuanya?

Kalau kita mau mencari contoh lain
Coba kita ingat kisah Lot dan Abraham
Kala itu Abraham berkata kepada Lot
“Tidak baik kita bertengkar. Maka, pilihlah kau akan kemana”
“Jika kau ke kiri aku akan ke kanan. Dan sebaliknya”

Lalu Lot melayangkan pandang ke Lembah Yordan… di mana ada Sodom dan Gomora
Dia memilihnya karena daerah itu DIA LIHAT sebagai tempat yang subur
Tetapi dia hanya melihat dari satu sisi itu saja
Dia tidak melihat dari sisi kerohanian dan sosial bangsa itu
Akhirnya, karena tidak mampu melihat secara utuh… dia salah mengambil keputusan
dan tinggallah dia di daerah yang penuh mesum itu
Andai saja Lot tidak memandang Sodom dari daratan
Andai saja Lot “bisa terbang” dan melihat kebejatan bangsa itu dari langit
Pasti dia tidak akan memilih ke sana

Masih banyak contoh lain kawan-kawan
Yang intinya semakin kita di atas, semakin luas sudut pandang kita
dan oleh sebab itu
Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan yang layak kepada pemimpin kita
Karena mungkin, mereka lebih tahu dari kita dan melihat lebih jauh dari pada pandangan kita

Lihat kan?
Aku percaya… hal yang sama juga berlaku dalam kaitannya dengan orang tua…
Sampai kapanpun, mereka tetap lebih banyak makan garam dari kita
dan paling tidak, kita harus menghargai mereka karena itu

Apa yang kusampaikan di sini
Bukan berarti aku ingin mengatakan bahwa pemerintah atau orang tua tau segalanya
Bukan berarti aku berkata kita selalu tidak lebih tau dari mereka
Bukan berarti aku tidak setuju adanya kritik

Tidak, bukan itu maksudku
Aku setuju bahwa kritik itu harus ada

Aku hanya ingin mengajak
Supaya sebelum kritik, yang terdengar kasar dan sok tau itu, keluar dari mulut atau bahkan pikiran kita
Alangkah indahnya kalau kita berhenti sejenak
dan merenung
dan menyadarkan diri
bahwa ada banyak sekali titik yang tidak ketahui, tapi presiden sudah mempertimbangkannya
bahwa ada banyak sekali hal yang bahkan tidak pernah kita bayangkan, tetapi sudah dialami oleh orangtua kita
dan itu membuat kita “lebih tidak tau dibandingkan mereka”

Maka sudah sepantasnyalah kita tidak berlagak seolah-olah kita lebih tau dari mereka

Jangan mudah terbawa isu
Jangan mudah terpancing suasana
Sebelum kau mengkritik… berusahalah untuk mengetahui duduk persoalannya
dan jangan hanya memandang dari satu aspek
karena masing-masing aspek akan merasa bahwa mereka yang benar, mereka tahu semuanya
tetapi pandanglah selalu dari semua aspek yang mungkin terlibat

karena itulah yang dilakukan oleh seorang pemimpin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s