Seperti Keteguhan Gunung Batu

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku,
dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda.
Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu,
bahwa aku tidak akan mendapat malu.
~Yesaya 50 : 4 – 7~

Aku bingung…
Yesaya mengatakan bahwa dia dipukul, janggutnya dicabut, mukanya diludahi…
Tapi pada saat yang sama dia mengatakan “aku tahu aku tidak akan malu”…

Aku bingung…
Bukankah kita pasti akan malu kalau kita dipukul bahkan diludahi?
Bukankah kita pasti akan malu karena itu menandakan kita tertolak?
Ya… tentu saja kita akan malu….
tapi itu kalau kita menyandarkan harga diri kita kepada penilaian orang lain

Tapi… kalau kau hanya memandang kepada Allah…
dan kau memandang dirimu sebagaimana Allah memandangmu…
kau akan tahu bahwa kau tak akan mendapat malu…
kau akan sadar bahwa kau itu berharga…

Akupun pernah mengalaminya…

Suatu kali di kelas training-ku, tibalah jam istirahat
Aku dan teman-teman, seperti biasa, akan membuka Facebook
Lalu aku melihat, ada suatu grup rohani Kristen
yang ternyata dikacaukan oleh seorang “saudara tetangga” kita

Ditengah-tengah diskusi di grup FB itu, dia datang
dan tiba-tiba menyela bahwa “Yesus itu setan” …
Aku mengamati komen-komen balasan dari anggota grup, yang tentu saja Kristen
ada yang mencoba menasehati
ada yang mengajak diskusi
ada yang balas dengan komen yang juga kasar

Ternyata si kawan ini tidak cuman iseng menyela
Pertanyaan yang diajukan kepadanya, dia jawab
Akhirnya, thread itu menjadi diskusi antara dia dan anggota grup
dan dari komennya, kau akan tahu bahwa dia tipe fanatik yang kurang intelek
Alhasil, dia justru terdesak…
Karena anggota grup yang lain mulai menyoroti kedangkalan cara berpikirnya
Akan tetapi, tidak mau dikalahkan di suatu topik
dia kembali menyerang topik awal, bahwa “Yesus kok mati sih, katanya Tuhan”

Lalu… hatiku tergerak…
Akal sehatku berkata “astaga Richard… ngapain sih orang kayak gitu ditanggapin”…
Akan tetapi hatiku berkata…
“Richard, apa salahnya kamu sampaikan pesan Injil kepadanya saat ini juga?”
“Bukankah, kita harus siap PI baik atau tidak waktunya, aneh atau tidak waktunya?”

“Kalaupun dia tidak menanggapimu, yang penting kau sudah melakukan bagianmu.”
“Mau kau PI di kondisi kayak gini, mau kau PI langsung, dia menerima atau nggak, itu tetap bagian Tuhan”
“Lagipula, lebih baik kau PI, daripada teman-temanmu yang lain yang malah menghina kebodohan kawan itu”

Akhirnya aku menyampaikan komenku yang berisi PI…
dan seperti dugaanku, bukan cuman aku yang menyimak thread ini (aku bukan anggota grup, tapi ini grup terbuka)
ternyata kawan2 sepelayananku selama di kampus juga menyimaknya
Ada beberapa dari kawanku yang me-like komenku (tanda mereka menyimak)
tapi ada juga kawanku yang menyahut padaku di thread itu, “Richard, ngapain sih orang itu ditanggapin?”

Lalu… sesuatu yang sangat menggoyahkan hatiku tiba…
Kawanku, sesama rekan training, yang adalah seniorku di jurusan, dia berkata kepadaku….
“cieeee Richard, komennya….. (sambil tertawa rada sinis, setidaknya terdengar sinis)”

Astaaaaaggaaaaaaaaaaaaaa…… tidaaaaaakkkk
Ini adalah grup terbuka
Artinya semua orang bisa melihat perbincangan panas di thread ini
Apalagi thread-thread panas di grup terbuka biasanya akan selalu muncul di home pengguna FB
dan kawan di belakangku ini, dia sedang melihat thread itu..
dan dia adalah penganut saudara kita
dan bukan tidak mungkin, kawan seisi kelasku pun sedang melihat thread itu

Aku ketakutan… hatiku berdegup kencang sekali
Keringatku mulai turun
Mengapa aku ketakutan?
Karena dalam komenku di thread itu aku mengatakan “ibadah ga akan bisa menyelamatkan manusia”
dan itu artinya secara frontal aku menyatakan ajaran mereka salah
dan pasti siapapun dari mereka yang membaca komenku itu, tidak akan senang
Sekalipun mereka adalah kawanku… mereka tak akan senang

Pikiranku penuh dengan ketakutan…
Aku merasa, sepertinya setelah ini kawan-kawanku akan menolakku…
Pasti mereka akan menjauhiku, karena aku menghina agama mereka, walau secara tidak langsung…
Aku ketakutan, hatiku lemas sekali…

Tapi justru di saat seperti itu….  kehadiran Tuhan semakin nyata….
Dia menguatkan hatiku…
Dia menyatakan padaku bahwa Dia adalah satu-satunya sobatku yang setia
Tak akan pernah Dia tinggalkan diriku
walaupun aku berjalan sendirian, walau aku berjalan di lemah kekelaman
walaupun aku ditolak
walau kawan-kawan sekantorku (bayangkan kalau kawan sekantormu membencimu) membenciku
Aku tetap punya Tuhan… dan itu cukup

Lalu…. aku menguatkan hati… seperti keteguhan gunung batu
Aku membuat komen lanjutan kedua dan ketiga di thread itu
Sampai pesan Injil itu terasa sudah cukup kusampaikan secara ringkas
dan aku mengakhiri komenku
Aku yakin, kawan di belakangku itu pasti akan melihat semua komenku
tetapi aku tetap menyelesaikan komenku
karena aku tahu,  bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Setelah aku mengakhirinya… aku pasrah
Jadilah kehendak-Mu Tuhan
kalau setelah ini aku sedikit demi sedikit mulai dijauhi
Aku siap…

dan puji Tuhan…
sampai sekarang tidak terjadi apa-apa
Aku tetap berteman dengan dia
dan faktanya, aku tetap menjadi teman dekatnya
Dia sering berbagi dan meminta pendapatku
Ya…. semuanya berjalan wajar

Bagaimana denganmu kawan?
Jika kau sungguh-sungguh mengasihi Allah
Aku yakin, suatu saat kau pasti akan mengalami hal sepertiku
Aku yakin akan tiba masanya kau diminta Tuhan untuk mempertaruhkan sesuatu
Mungkin mempertaruhkan keluargamu
Mempertaruhkan pertemananmu
Mempertaruhkan kisah cintamu
Pendidikan… penghasilan… atau cita-citamu
dan itu tidak akan mudah… itu tidak akan enak
Itu akan membat hatimu, paling tidak… bergetar… dan mungkin akan membuatmu takut

well… persiapkanlah dirimu kawan
kalau masa itu tiba padamu kawan….
Kuatkanlah hatimu… seperti keteguhan gunung batu….
dan ketahuilah, kau tak akan mendapat malu….

Soli Deo Gloria

bayi sukses

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s