Tritunggal Bagian 4

Iman Kristen adalah iman monoteisme
Kami percaya hanya kepada Satu Tuhan… Tuhan Yang Esa
dan tidak lebih

Ini beberapa ayat yang menegaskan Ke-Esa-An Allah:

  • Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
  • Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. (Yesaya 45:5)
  • Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. (1 Timotius 1:17)
  • Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. (Yakobus 2:19)

Pada bagian ini kita akan membahas Perjanjian Lama
Aku tahu sebagian pembaca bukanlah orang Kristen
dan mungkin akan bingung dengan penamaan Perjanjian Lama dan Baru

Aku pernah ditanyai “Chard, orang Kristen kok ada Perjanjian Lama dan Baru yah?”
“Apa itu artinya Perjanjian Lama itu salah? Kalau salah kok ada di Alkitab kalian?”
Mungkin pembaca adalah orang yang juga bingung dengan hal ini…
Di sini aku ingin menjelaskan bahwa Perjanjian Baru tidak menyatakan bahwa Perjanjian Lama itu salah
akan tetapi Perjanjian Baru adalah penggenapan atau, sederhananya, eksekusi dari Perjanjian Lama
dan eksekusi Perjanjian Lama itu dinyatakan dalam Karya Isa Almasih atau yang kami kenal sebagai Yesus Kristus
Karena itu Alkitab berisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

nah… kita kembali ke Tritunggal…
Jika kita menelusuri Perjanjian Lama untuk memahami Tritunggal
Hal yang harus kita pegang dari awal adalah “jangan dulu berekspektasi akan menemukan 3 Pribadi itu di sini”
Perjanjian Lama tidak menyingkapkan Bapa-Yesus-Roh Kudus
Perjanjian Lama hanya menyingkapkan bahwa “Allah itu Esa tapi ada dalam Pribadi yang tidak tunggal

Kita masuk ke fakta yang pertama…
Aku sarankan kau menyiapkan Alkitab bahasa Ibrani… yang biasa ada di software E-Sword..
dan bahasa Inggris karena penerjemahaan dalam bahasa Indonesia belum “selengkap” kedua bahasa itu…
Indonesia merdeka belum sampai 100 tahun, wajar kalau bahasa kita masih “miskin”…
dan wajar kalau terkendala dalam penerjemahan…
Berbeda dengan Bangsa Inggris yang sudah ratusan tahun merdeka sehingga bahasa merekapun lebih kaya
Apalagi bahasa Ibrani… yang sudah sangat tua dan matang… sehingga pembahasaannya pun rinci

tapi jangan kuatir, bukan berarti Alkitab bahasa Indonesia itu salah…
Alkitab bahasa Indonesia itu benar
hanya saja untuk keperluan bible study kita perlu Alkitab dengan bahasa lain untuk lebih tajam dalam memahami…
Oke? Udah siap? Here we go

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (Kejadian 1 : 1)
In the beginning
 God created the heaven and the earth. (Genesis 1:1)

Kalau kita menyelidiki kata God/Allah dalam bahasa aslinya (Ibrani), maka kita akan menemukan bahwa:
kalimat ini ditulis dengan Elohim yang artinya kata ganti Tuhan yang JAMAK
sedangkan untuk kata ganti Tuhan yang tunggal, akan digunakan kata El atau Eloh
selain itu… kata created… dalam bahasa Ibraninya… merefer kepada kata kerja yang dilakukan oleh subjek yang tunggal

artinya… God (kata ganti JAMAK) created (kata ganti subjek TUNGGAL) akan menghasilkan uni-plural noun
yang artinya God (sebagai noun) adalah uni-plural (satu-tapi jamak)

Menarik… Fakta yang pertama:
Ayat pertama di Alkitab saja sudah mengisyaratkan bahwa Allah itu Esa
tapi Esa dalam Pribadi yang Jamak (belum tahu apakah tiga atau tidak)

Seperti rule kita di awal…
Kita percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan, pasti ada maksudnya
dan mengapa ayat ini yang mengawali seluruh Alkitab?
Pasti Allah punya maksud tertentu yang krusial

Lanjut ke fakta yang kedua…

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6 : 4)
Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD: (Deuteronomy 6 : 4)


Inilah ayat yang diyakini menjadi dasar dari Monoteisme yang dipegang oleh saudara-saudara sepupu kita
dan oleh kita juga, mengingat kita semua kenal kepada nabi Musa yang menuliskan ini
tapi coba selidiki lebih dalam, apa sebenarnya bahasa asli dari kalimat ini…
Di sana kita akan menemukan God … yang sekali lagi… ditulis dengan Elohim (jamak)
dan kata satu/one yang dalam bahasa aslinya ditulis dengan echad
yang mana kata echad juga digunakan pada Kejadian 2 : 24

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya menjadi satu daging.

Dan kita tahu bersama-sama bahwa “satu daging” di sini tidak berarti “satu buah (nominal) daging
sebab suami istri itu bukanlah satu orang
melainkan kedua pribadi (suami-istri) yang memiliki kesatuan yang tak terpisahkan
Kata echad tidak mengacu kepada nominal sama dengan satu
melainkan kepada suatu kejamakan yang bersatu/menyatu dan tak terpisahkan

Artinya apa?
Artinya adalah Tuhan itu Esa… tapi Esa dalam artian Kesatuan yang Tak Terpisahkan…
dan bukan satu pribadi
Jika Pribadi itu terpisah… maka Dia bukan Allah…
Justru karena Kesatuan itulah maka Allah itu adalah Allah…

Menarik… Fakta yang kedua:
bahkan ayat yang menjadi landasan monoteisme pun sebenarnya sudah mengisyaratkan
bahwa 
Allah itu Esa tapi Esa dalam Pribadi yang jamak

Bagaimana?
Sudah mulai ada gambaran?
Aku rasa cukup dulu sejauh ini…
Kita masih punya banyak waktu untuk menggali lebih dalam…
Berikutnya pembahasan masih akan dilanjutkan dengan fokus pada Perjanjian Lama

Mari terus memiliki kerinduan untuk mengenal Allah
dan mohon hikmat agar kita bisa menyelami pikiran-Nya yang tak terselami oleh akal budi manusia
Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s