Apa itu “berdampak kekal” sebenarnya?

Beberapa hari yang lalu aku menulis artikel berjudul “Freak”
Di dalam tulisan itu, aku bercerita tentang betapa aku menikmati proses belajarku dan betapa aku semakin yakin bahwa dengan belajar demikian, aku sedang menjalani visi hidup yang Tuhan taruh untuk aku jalani.
Akan tetapi, ada suatu hal yang membuatku kembali merenung…

Beberapa orang teman memberi komentar di tulisanku itu
dan salah satu teman, yang aku tahu dia juga bertumbuh dalam Tuhan, mengatakan:
“tp yg kita lakukan sama2 tidak kekal chard. sama sama untuk kepuasan diri kita saja”

Aku cukup tersentak dan agak sedih melihat komentar itu
Aku sedih sama sekali bukan karena aku tersinggung dikatakan “untuk kepuasan diri kita saja”
Aku sama sekali tidak tersinggung atau bersusah hati karena hal itu

Yang membuatku cukup prihatin adalah pandangan dia mengenai berdampak kekal atau tidak
Aku cukup yakin dalam tulisanku aku menyebutkan bahwa “dengan belajar, aku yakin sedang menjalani visi Tuhan dalam hidupku”
tetapi, mengapa dia masih menyebut hal itu “tidak berdampak kekal?”

Hmmm… sepertinya kami memiliki konsep yang berbeda mengenai apa itu “berdampak kekal” dan aku merasa prihatin untuk itu. Aku ingin menanggapinya langsung dalam komen di Facebook itu tetapi akhirnya aku lebih memilih untuk diam daripada akhirnya menjadi debat dan aku memilih untuk menuangkannya dalam tulisan ini saja. Yap, aku ingin berbagi denganmu apakah “berdampak kekal” itu menurutku.

Menurutku, banyak orang Kristen memiliki pola pikir yang masih perlu dibenahi. Banyak di antara mereka yang cenderung mengotak-kotakkan sesuatu. Mana yang rohani dan mana yang duniawi, dan dalam kasus ini, mana yang berdampak kekal dan mana yang tidak berdampak kekal. Akupun dulu pernah berpola pikir seperti itu, but I’ve changed.

Apa itu berdampak kekal menurutmu?
Sebagian dari orang Kristen, yang kusebutkan di atas, akan menjawab:
Diinjili dan menginjili… atau apapun yang bersifat rohani

Mengapa bisa demikian?
Tentu saja, karena ketika orang diinjili dan menerima Kristus, dia akan beroleh hidup kekal
dan ketika orang menginjili, dia akan berdampak kekal pada orang yang diinjili, jika orang itu percaya…

Itulah pemikiran beberapa orang…. yang tidak sedikit jumlahnya…
Bagaimana denganmu?

Oke… sekarang bagaimana dengan pandanganku…

Poin pertama dariku adalah sebuah pertanyaan…
Ketika penginjilan terjadi, dan orang yang diinjili itu mau menerima Kristus,
apakah proses penginjilan itu satu-satunya hal yang menentukan orang itu percaya atau tidak?

Aku yakin tidak… Mengapa?

Satu… karena seseorang percaya atau tidak, itu adalah karunia dari Roh Kudus…

Dua… Ketika diinjili, mungkin benar penginjilan itu akan berpengaruh sangat besar dalam menentukan orang itu percaya atau tidak, tetapi penginjilan itu bukan satu-satunya yang mempengaruhi orang itu untuk percaya. Aku yakin, sebelum orang itu benar-benar bisa percaya, Tuhan akan menuntun pemikiran dia dan membuat dia teringat akan pengalaman-pengalaman terdahulu yang secara positif mendukung kabar Injil itu dan akhirnya dia bisa berkata…. “Oh iya, aku percaya sama Injil yang kamu ceritakan, karena dulu akupun pernah merasakan pengalaman pribadi seperti ini/itu”

Tiga… belum tentu saat diinjili orang itu akan langsung percaya. Mungkin dia akan menolak dulu, kemudian hidup seperti biasa, kemudian Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam hidupnya, dan itu membuat dia sadar dan teringat akan kabar Injil yang pernah dikabarkan kepadanya, dan akhirnya dia menjadi percaya. Jadi, jika kasusnya seperti poin-poin di atas? Mana yang berdampak kekal? Penginjilannya sajakah yang bernilai kekal atau peristiwa ini/itu yang mendukung kabar Injil itu?

Mungkin pertanyaan ini akan membuatmu cukup berfikir. Tetapi aku katakan padamu, pertanyaan ini tidak layak untuk ditanyakan? Mengapa? Karena pada dasarnya, seorang Kristen tidak boleh semudah itu memilih-milih mana yang berdampak kekal dan mana yang tidak.

Kesimpulanku yang pertama:
Orang Kristen tidak boleh semudah itu mengatakan bahwa satu-satunya yang berdampak kekal adalah diinjili dan menginjili!
Orang Kristen harus memiliki pandangan lebih luas dari itu!

Kita lanjut ke poin berikutnya…

Pertama… kita pegang firman Tuhan ini:
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
(Kolose 3:23)

Kedua… kita percaya bahwa Tuhan memberikan visi atau tujuan hidup masing-masing kepada setiap anak-Nya,
dan visi dari masing-masing orang adalah seperti serpihan puzzle yang ketika digabungkan, akan menunjukkan grand design Allah yang sesungguhnya untuk hidup manusia.
Yap… penggenapan visi dari masing-masing orang adalah sangat penting dalam penggenapan visi besar Allah akan dunia ini…

Lalu, apakah visi atau tujuan Allah itu?

jawabannya menjadi poin yang ketiga… yaitu ayat ini:
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan
dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran
(1 Timotius 2:3)

Jika kita menggabungkan poin 1,2, dan 3… apa yang akan kita dapatkan?
Yakni bahwa setiap pekerjaan, yang dilakukan untuk Tuhan, dan bukan untuk kepuasan diri saja,
dan yang merupakan penggenapan visi dari kehidupan kita masing-masing,
merupakan sesuatu yang berdampak kekal,
karena semua itu akan berujung pada penggenapan visi besar Allah,
yang adalah “supaya semua orang diselamatkan”

Analoginya seperti ini…
Tuhan ingin menyelamatkan si Budi…
dan Tuhan sudah merencanakan bahwa si Budi akan mendengarkan Injil
dan Budi akan percaya oleh pemberitaan seorang dokter spesialis yang menyembuhkan penyakit kronisnya…
dan Tuhan menetapkan dokter itu adalah Tono…

sekarang pertanyaannya, mungkinkah Budi bisa mendengarkan Injil itu jika Tono, yang sudah Tuhan siapkan untuk tugas itu, tidak mau rajin belajar untuk menjadi seorang spesialis?
Jika Tono tidak belajar, dia tidak akan menjadi spesialis
dan dia tidak akan bertemu dengan Budi
dan akhirnya, siapa yang akan memberitakan Injil pada Budi?

Rencana Allah adalah kokoh…
Jika Dia menetapkan Tono untuk tugas itu, maka Dia akan mengarahkan langkah Tono
dan itu artinya, semua proses belajar yang Tono tempuh merupakan bagian dari grand design Allah untuk menyelamatkan baik si Tono maupun si Budi…

dan jika demikian kasusnya…
mana yang berdampak kekal?
Apakah penginjilannya saja yang berdampak kekal?
apakah proses belajar si Tono tidak ada andil dalam rencana penyelamatan Allah inil?

Sekali lagi kukatakan, janganlah orang Kristen mengkotak-kotakkan mana yang berdampak kekal dan mana yang tidak.
Seorang Kristen harus memiliki pandangan yang luas

Poinku yang terakhir…

Apa sih berdampak kekal itu sebenarnya?

Yang dari dahulu aku pegang, dan yang ingin kubagikan padamu, adalah ini:
Segala sesuatu yang kita lakukan dalam kesadaran penuh bahwa kita melakukan itu untuk Tuhan dan bersama Tuhan
….itulah pekerjaan yang berdampak kekal…

karena pada saat kita mengerjakan itu, kita sedang bersekutu dengan Tuhan, Sumber Kekekalan itu sendiri…

dengan demikian, setiap doamu, setiap pelayananmu,
setiap penginjilan yang kau lakukan,
bahkan hal-hal paling kecil, seperti membersihkan kamar,
atau menebar senyum kepada orang lain…
yang dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa itu untuk Tuhan…

itulah pekerjaan yang berdampak kekal yang sesungguhnya…

Bagaimana denganmu?
Setujukah?

See?
Kita tidak perlu menunggu sampai kita bisa menginjili baru kita bisa berdampak kekal…
Faktanya, kita bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berdampak kekal, kapanpun…
Asalkan kita lakukan itu untuk Tuhan…
dan semua hal yang kita lakukan untuk Tuhan sesungguhnya terjadi karena semua itu ada dalam rancangan Tuhan…
dan rancangan Tuhan itu adalah satu… penyelamatan jiwa-jiwa…

Bahkan sebuah senyummu… yang kau lakukan untuk Tuhan… bisa membawa keselamatan pada orang lain…
mungkin kau tidak tahu bagaimana bisa itu terjadi… bagaimana mungkin sebuah senyuman bisa melakukan hal kekal seperti itu…
tetapi jika kau benar-benar lakukan itu untuk Tuhan, percayalah… Tuhan akan meneruskan pekerjaan baikmu itu…
dan membawanya kepada ujungnya… yaitu penyalamatan jiwa-jiwa yang terhilang

Oke teman-teman?
Selamat berdampak kekal yah….

Tuhan Yesus memberkati   ^^b

Nb:
Aku sama sekali tidak bermaksud merendahkan nilai Penginjilan dan menggantikannya dengan perbuatan baik…
Bagiku, Penginjilan tetaplah tugas agung dari Tuhan Yesus Kristus…
Aku hanya ingin menyampaikan bahwa hendaklah kita menghidupi visi Tuhan dalam hidup kita…
dan tidak mengkotak-kotakkan mana yang berdampak kekal dan mana yang tidak berdampak kekal, terutama dengan pola pikir seperti yang aku utarakan di atas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s