When I Look Into Your Eyes

Eye-eyes-19801145-1600-1200

When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
Well… there’s so much they hold
~Jason Mraz~

Dalam suatu wawancara dengan Nick Vujicic oleh Peter Overton…

Nick:
Suatu hari aku teringat ketika aku masih berusia enam tahun. Saat itu, aku mengalami hari yang sangat-sangat berat di sekolah dan aku… seperti selalu mendengar suara mereka yang menggema dalam pikiranku. Dan itu membuatku terbangun. Kemudian aku bercermin dan berkata pada diriku sendiri, “OK Nick… Nick, apa hal baik dari dirimu yang tak seorangpun bisa mengubahnya? Sesuatu yang tak dapat disangkal oleh orang lain yang kau punya?” Ya, saat itu aku hanya ingin bisa berpegang pada sesuatu, sesuatu yang baik pada diriku dan aku percaya bahwa pasti ada sesuatu yang baik mengenai aku. Dan aku melihat diriku, aku melihat mataku, dan aku berkata lagi, “Hey Nick, ternyata kamu mempunyai sepasang mata yang indah”

Overton:
Ya, matamu indah

Nick:
Terima kasih

Overton:
Jadi, matamu adalah keutuhan anggota badanmu? Ketika kita melihat pada penginjil, kau tahu… mereka berkhotbah seperti ini (sambil menggerakkan tangan gaya berkhotbah). Apakah kau menggunakan matamu untuk berbicara?

Nick:
Itulah yang orang-orang katakan mengenai mata…
bahwasanya mata adalah jendela hati…
dan ketika mereka melihat kasih menggema dari matamu
dan ketika mereka melihat sesuatu… sesuatu yang berbeda pada dirimu…
bukan pada senyumanmu…
melainkan seperti ada sukacita terpancar dari matamu
yang bersinar…
dan suatu passion untuk hidup…
dan itu menular

Kata-kata bijak berkata:
Sesuatu yang berasal dan disampaikan oleh otak
akan diterima oleh otak
dan sesuatu yang berasal dan disampaikan dengan hati
akan diterima oleh hati

Mungkin kata bijak itu hanyalah sebuah teori belaka…
Tetapi sering sekali, bahkan hampir selalu aku memegangnya…

Aku tidak ingin mencurigai siapapun atau mencoba menyelidiki kejujuran mereka. Tetapi setiap kali aku mendengar dosen yang memberikan nasehat, setiap kali aku mendengarkan khotbah di gereja, dalam setiap kesempatan aku melihat orang-orang yang bersaksi, atau ketika aku menyaksikan suatu acara dari motivator, atau ketika aku mendengarkan seorang yang curhat, atau yang bercerita tentang visi dan passion hidupnya, atau yang memaparkan idenya tentang perubahan yang dia gagaskan, maka aku selalu mencoba merasakan…

dan melihat matanya…

Mungkin dengan melihat matanya aku tetap tidak bisa mengetahui apakah dia hanya omong besar belaka atau apakah dia hanya berbicara dengan otak tetapi tanpa kesungguhan hati. Tetapi aku rasa, jika dia bersungguh-sungguh mengatakan itu dan setiap yang dia utarakan berasal dari hatinya, maka hatikupun akan merasakan dan memberikan kesaksian, bahwa dia serius dengan itu. Dan semua itu, akan terlihat dari pancaran matanya

Dan inilah yang kuharapkan untukku dan untukmu. Yakni semoga kasih sungguh mekar di dalam hatimu. Dan itu terpancar dari matamu. Dan ketika seseorang bertemu denganmu, dan melihat matamu, maka mereka bisa dengan yakin berkata, “sungguh, orang ini adalah seorang yang penuh kasih“…

dan aku berharap,
semoga itu menular

Advertisements

2 thoughts on “When I Look Into Your Eyes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s