Tritunggal Bagian 5

Mari kita lanjutkan pembahasan kita…

Sejauh ini kita sudah menangkap dua fakta menarik
Yakni bahwa ayat pertama di Alkitab sudah menyiratkan (sekaligus menyuratkan) ke-esa-an dalam ke-jamak-an Pribadi Allah
(Ingat : Elohim)

dan bahwasanya ayat landasan monoteisme (Ulangan 6 : 4) pun sudah menyiratkan (sekaligus menuratkan) ke-esa-an dalam ke-jamak-an Pribadi Allah
(Ingat : “satu” dalam Ulangan 6 : 4 adalah sama dengan “satu” dalam Kejadian 2 : 24 dan itu tidak berarti “satu” dalam hal jumlah, melainkan “satu” dalam artian tak terpisahkan)

Kini pembahasan kita akan lebih spesifik dalam mengingat ayat-ayat di Alkitab yang mendukung hal ini:

1.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,….
” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya.”
~Kejadian 1 : 26-27~

Tidak ada penjelasan yang bisa membuat makna jamak dari “Kita” menjadi makna tunggal
Kita ya Kita… suatu kata ganti subjek jamak dan bagaimanapun argumennya, tidak bisa dijadikan tunggal

Banyak yang mengartikan bahwa kalimat ini menjelaskan Allah sedang berbincang dengan malaikat
Tetapi “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya” secara mudah sudah dapat dimengerti bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah saja dan bukan gambar malaikat.

2.
Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,
tahu tentang yang baik dan yang jahat;
maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya
dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya,
sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.
~Kejadian 3:22~

Ini adalah kejadian setelah Adam dan Hawa memakan buah yang telah Allah larang untuk dimakan
yaitu buah pengetahuan yang baik dan yang jahat
Tampak jelas bahwa Allah sedang berbicara dengan Diri-Nya sendiri dan bukan dengan siapapun, termasuk malaikat
Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang adalah…
“mengapa Allah memakai kata “Kita” ketika Dia berbicara dengan Diri-Nya sendiri?”

dan pertanyaan itulah yang dari awal sedang kita bahas
yakni bahwasanya Allah sesungguhnya tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah

3.
“Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka,
sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
~Kejadian 11 : 7~

Peristiwa ini adalah ketika manusia di zaman itu hendak membangun menara yang mereka harapkan bisa mencapai langit
Kala itu seluruh manusia berbicara dengan bahasa yang sama
Kemudian hal itu dipandang tidak baik di mata Allah
dan Dia mengacaubalaukan bahasa mereka sehingga menara itupun tidak jadi terselesaikan
Itulah awal dari Babel

Sekali lagi…
Percakapan ini bukanlah antara Allah dengan malaikat apalagi dengan manusia.

4.
Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre,
sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya.
Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka,
lalu sujudlah ia sampai ke tanah
~Kejadian 18 : 1 – 3~

Ini adalah momen di mana Allah menjanjikan seorang keterunan kepada Abraham
Memang ayat ini belum tentu menjelaskan bahwa Allah adalah Tritunggal
tetapi kita sadar bahwa hal apapun yang Allah lakukan pasti ada maksudnya
Dan dengan demikian, pasti ada maksudnya Allah hadir dalam rupa tiga orang
Mengapa Allah tidak hadir dalam rupa satu, dua, atau empat orang?
Memang pertanyaan ini hanya bisa terjawab setelah kita bertemu langsung dengan Allah
tetapi poin ini hanya untuk mengingatkan kita…
“pasti ada maksud dari tiga dalam peristiwa ini”

5.
Then I heard the voice of the Lord saying, “Whom shall I send? And who will go for us?”
~Isaiah 6 : 8~

Ada sedikit kerancuan dengan terjemahan Bahasa Indonesia
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
“Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”

Ini bukanlah kesalahan dalam hal esensi melainkan kesulitan yang ditemukan dalam sinkronisasi dua bahasa
Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam Bahasa Ibrani, suatu bahasa yang jauh lebih tua dibanding Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia bahkan belum berusia 100 tahun
Oleh sebab itu, akan wajar jika hal seperti ini ditemui

However, teman-teman dapat melihat Alkitab Bahasa Indonesia yang disajikan dengan “gaya” terjemahan lain yang sudah disesuaikan
Misalnya versi Kitab Suci Injil
Setelah itu kudengar suara TUHAN berfirman, “Siapakah yang akan Kuutus? Siapakah yang mau pergi bagi kita?”

Sekali lagi, beda versi dalam Alkitab Bahasa Indonesia bukan berarti isi Alkitab dimodifikasi
Beberapa Alkitab versi yang berbeda sebenarnya diterbitkan oleh Lembaga yang sama
Variasi dalam versi ini adalah cara supaya Alkitab bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dalam berbagai bahasa
Terkadang, versi Alkitab yang satu memiliki bahasa yang terlalu tinggi sehingga sulit dimengerti oleh orang tua atau golongan yang lain
karena itu ada Alkitab dalam Bahasa Sehari-Hari yang lebih mudah dicerna, tanpa dimodifikasi

See?
Itulah inti Firman Allah… untuk dimengerti dan dipahami oleh semua orang
Apalah arti Firman Allah jika tidak bisa dimengerti oleh manusia
Tuhan bisa berkomunikasi dengan umat-Nya dalam bahasa mereka dan tidak terbatasi oleh satu dua bahasa saja

Oke…
Sebenarnya ada beberapa ayat lain yang juga mendukung…
Tapi itu kuserahkan kepada teman-teman untuk mengeksplornya sendiri…

Sekali lagi…
Tuhan menciptakan manusia logika…
Tapi logika tidak diperuntukkan untuk mendifinisikan 100% Siapa Allah…

Allah itu Satu dalam Tiga Pribadi…
Memang itu di luar logika kita…
Tetapi bukan berarti karena itu di luar logika kita, maka itu menjadi tidak benar…

Jangan sampai kita menjadikan logika kita sebagai Allah kita…
Kalau kita mengandalkan logika kita untuk mengerti Allah,
maka sesungguhnya logika kita lah yang menjadi allah kita…

Berikutnya, kita akan masuk ke dalam pembahasan Tritunggal dalam Perjanjian Baru
Sampai bertemu saat itu 😀

Damai sejahtera bagimu…
Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s