My Beloved Sister

Kalau ada salah seorang wanita paling berarti dalam hidupku, dialah salah satunya, kakakku tercinta… Marlina Meilani Simbolon

Kalau tidak ada dia, mungkin aku tidak akan seperti diriku saat ini…

Sejauh yang bisa aku ingat, dia adalah orang yang pernah paling aku takuti di dunia ini…
Ya mungkin, dialah satu-satunya orang yang, literally, membuatku benar-benar takut…
Aku tak pernah takut kepada orang lain seperti aku takut padanya

Dulu ketika aku kecil,
Sepertinya aku anak yang bodoh dan lamban dalam menangkap pelajaran
Aku selalu tidak cepat mengerti

dan hal ini membuat kakakku, yang dulu tomboy, selalu memarahi aku
Aku sangat-sering-sekali dicubit,dimarahi, bahkan kepalaku sampai dipukul dengan sapu kalau aku tidak bisa menjawab pertanyaannya dengan benar

Tidak jarang aku menangis kemudian mengadu pada Bapak dan Mama tapi tidak dihiraukan
Sungguh, aku rasa rumahku bukanlah tempat yang aman lagi karena ada kakakku di sana

Ketika aku bermain…
Kakakku sering memarahi dan menyuruhku tidur siang…
Tidak sampai di sana saja… aku, literally, menjadi pembantunya yang selalu dia suruh-suruh…
Astaga, dulu kakak sangat pemalas sekali

Masa laluku sangat suram, karena dia menjadi kakakku…
Agar tidak dia marahi…
Mau tidak mau aku harus belajar…
Mau tidak mau aku harus rajin…
Dan aku yang dulu… sangat membenci hal itu…

Tetapi semakin aku dewasa…
Semakin aku bersyukur punya Kakak seperti dia…
Aku menyadari bahwa kesukaanku belajar merupakan buah dari “kejahatan” dia di masa silam…
Mungkin saat itu, dia yang masih anak kecil, tidak memiliki tujuan apapun selain “adikku ga boleh bodoh”…
Mungkin dia tidak tahu akan seperti apa adik yang dia “siksa” di masa lalu

Tetapi seperti inilah kenyataannya…
Aku ada sebagaimana adanya aku sekarang, itu semua tidak terlepas dari apa yang pernah dia lakukan
Aku sungguh berterima kasih padanya

Dan semakin dia dewasa… Semakin aku kagum padanya…
Dia adalah wanita yang sangat kuat dan bijaksana…
Aku belajar sangat banyak hal dari dia
dan aku yakin, jika tak ada dia, aku tak akan menjadi seperti diriku saat ini, lengkap dengan kelebihan dan kekuranganku…

Kemarin, 11 Mei 2013, dia berulangtahun…
Aku menyadari, semakin hari kami pasti akan semakin jauh…
Suatu hari kelak, dia bukanlah lagi seorang “Simbolon”…
Suatu saat nanti, akan ada pria yang menjadi kepala bagi dia…
Suatu hari nanti, kakakku tak akan pernah sama lagi…

But still
Dia adalah wanita istimewa dalam hidupku…
Berbahagialah yang akan menjadi pendamping hidupnya…

La La La…
Aku sayang sekaliiii…. Doraeeeee … (salah)
Kakakku…

Bagaimana denganmu?

I hope you have the time of your life….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s