Langkah 5 – Negeri Amanah

Itu adalah gerbang selamat datang ke Kabupaten Pelalawan
Suatu kabupaten di Provinsi Riau
Kabupaten yang dijuluki “Negeri Amanah”

Hari ini aku berangkat ke Lapangan Lirik untuk melanjutkan On The Job Trainingku
dan aku bersyukur diberi kesempatan untuk belajar di lapangan ini

Gambar itu adalah gerbang dari jalan yang kami lewati
Jalan itu bukan jalan biasa bagiku

Jika jalan-jalan pada umumnya selalu dipenuhi dengan baliho-baliho iklan, atau poster-poster partai, atau gambar wajah-wajah calon pemimpin daerah, maka di sepanjang jalan ini kau akan temui banyak papan bertuliskan kata-kata bijak. Aku mengapresiasi pemerintah setempat yang memasang pesan-pesan demikian. Walaupun itu merupakan hal yang sederhana, perkara yang kecil, dan mungkin ada yang mengganggapnya sekadar formalitas, tetapi, seperti kata orang bijak:

“Ketika aku merenungkan betapa besarnya dampak yang diberikan oleh perkara-perkara kecil,
aku menjadi sadar, tak ada hal kecil di dunia ini.”

dan seperti kata Sherlock Holmes,
“To a great mind, nothing is little.”

maka aku percaya, hal kecil seperti papan-papan itupun, pasti bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi segenap pelintas jalan itu.

Dan beberapa pesan yang dipajang di sepanjang jalan tersebut, yang sempat terbaca dan tercatat olehku,
antara lain:

Maaf akan menjadi sempurna
jika kesalahan tidak diingat-ingat lagi

Kesabaran adalah kunci kebahagiaan

Lidah yang terkendali menjamin kelapangan hati.

Emas diuji oleh api, manusia diuji oleh emas

Berharaplah untuk yang terbaik
tetapi
Bersiaplah untuk yang terburuk

Jika Anda menghendaki hidup yang berbeda,
maka buatlah keputusan yang berbeda pula

Aku excited sekali melihat pesan-pesan itu
Aku pribadi jarang melihat pesan-pesan seperti itu dipasang di sepanjang jalan
dan aku rasa,
seluruh jalan strategis di Indonesia sebaiknya dihiasi dengan pesan-pesan yang membangun seperti itu

Mungkin tidak semua pengunjung akan melihatnya,
dan kalaupun ada yang melihatnya, mungkin tidak semuanya menyimpannya dalam hati
Tetapi aku yakin, akan selalu ada satu dua orang yang tersentak ketika membacanya
dan mungkin mereka akan berubah selamanya

Tetapi dari semua pesan itu
ada satu pesan yang paling banyak dipasang
dan yang paling membuatku senang melihatnya

Pesan itu adalah:
Hati-hati
Ingat kepada Allah

Memang benar, nampaknya pesan ini secara khusus diperuntukkan untuk saudara-saudaraku, umat Muslim
Tetapi aku sama sekali tidak mempermasalahkannya
atau mengganggap, “ini kawasan kok fanatik sekali”
Tidak… buat apa berpikirian seperti itu
Lebih baik aku mengambil positifnya saja 🙂

Hati-hati
Ingat kepada Allah

Pesan ini mengingatkanku pada:

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu
dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan,
apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu
dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu
dan pada pintu gerbangmu.
~Ulangan 6 : 6-9~

“Hati-hati, ingat kepada Allah”

Woow…
Kata-kata yang sederhana seperti itu,
cukup untuk membuat kita teringat akan Allah

Aku membayangkan,
bagaimana jika…
di seluruh jalan di dunia ini,
di setiap pintu rumah,
di setiap papan tulis,
di seluruh meja belajar,
di semua layar laptop dan televisi,
di seluruh lembaran uang kertas
dan kepingan uang logam,
di seluruh cermin yang ada di dunia,
di manapun, ya di manapun
ada tertulis:
“Hati-hati, Ingat kepada Allah”

Aku yakin, pasti dunia ini tidak akan sama
Dunia pasti jauh lebih baik

Terkadang memang kita lupa
Terkadang kita butuh pengingat
dan karena terkadang kita tidak bisa menjadi pengingat diri sendiri
dan karena tidak selamanya akan ada orang untuk mengingatkan kita
maka mungkin, pesan-pesan seperti itu akan sangat membantu

Sebelum ada yang mengebut di jalan
Sebelum ada yang mencontek
Sebelum ada yang mencuri
Sebelum ada yang ingin korupsi
Sebelum ada yang ingin menonton film porno
maka ketika mereka melihat tulisan itu,
walaupun tulisan itu sendiri tidak bernyawa,
tetapi pesan yang terkandung di dalamnya itu hidup,
karena Tuhan sendirilah yang berbicara melaluinya

Tetapi tak mungkin selamanya kita bergantung pada suatu tulisan terpajang untuk bisa mengendalikan diri kita
Kita harus mandiri, dalam tuntunan Allah tentunya
Kita perlu merenungkan firman Tuhan
dan mengenangnya selalu dalam hati,

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
Kalungkanlah itu pada lehermu,
tuliskanlah itu pada loh hatimu,
~Amsal 3 : 3!

dan dalam pada itupun,
suatu kata yang singkat dan sederhana,
dapat membantu kita untuk mengingat firman-Nya…
“Hati-hati, ingat kepada Allah”

Semoga kalimat sederhana ini terpatri dalam hati dan pikiran kita
dan selalu menjadi alarm sebelum kita terjatuh dan melakukan dosa kembali
dan di atas semua itu,
izinkanlah Roh Kudus yang memegang kendali di dalam tahta hati dan pikiran kita

Terima kasih Tuhan
Terima kasih atas jalan revolusiku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s