Di Khatulistiwa

Di Khatulistiwa

Heaven Yeaaahhh...

Selama dua minggu ini, aku sedang melakukan On The Job Training di Lapangan Lirik, Riau. Seperti yang kita tahu, Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang dilewati oleh Garis Khatulistiwa. Hari ini, aku dan 2 orang teknisi, sedang melakukan surveillance pumping unit, dan setelah selesai, kamipun pulang. Tak pernah terduga olehku sebelumnya bahwa kami akan melewati lokasi ini.

Teknisipun bertanya…
“ga mau poto di sini dulu, Mas?”

Akupun melihat, ada apa rupanya
dan kulihat palang bertuliskan “Equator” itu…

Apa responku?
Seketika aku menutup buku yang kubaca
Kuletakkan itu di dalam tasku
Kuambil kameraku
dan akupun menjawab, “Yoi”

Kamipun mengambil beberapa poto di sana
Sayang, kameraku sedang dalam mode Macro sehingga gambar kabur yang ditangkapnya

Tapi tetap dongP
uji Tuhan

Waahh…
Berada di tempat ini
Dua hal yang kupikirkan

Pertama
“Wooww… Aku diberkati Tuhan banget yah, kapan lagi aku bisa berdiri pas di equator dan tahu kalau aku sedang berdiri pas di equator?”

dan yang kedua
“Aku ingin melihat dunia.”

Lihatkan? Sebenarnya tempat ini bisa dikatakan tidak terlalu istimewa, akupun mengakui itu. Tetapi aku memilih untuk menganggapnya sebagai peristiwa yang patut dikenang. Lagipula, bukankah kita tidak butuh hal-hal yang istimewa terlebih dahulu untuk bisa bersyukur?

Perihal ucapan syukur adalah tentang bagaimana kita bisa menemukan sukacita bahkan pada sesuatu yang sebenarnya tidak istimewa. Perihal ucapan syukur adalah tentang segala hal.

Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
~1 Tesalonika 5:18~

Jika kita mengucap syukur hanya karena hal-hal istimewa, apakah bedanya kita? Bukankah orang-orang duniapun bisa melakukannya? Akan tetapi, jika dari dalam hati kita meluap ucapan syukur sementara sekujur tubuh dan logika kita tidak menemukan alasan untuk itu, di sanalah telah teruji bahwa Tuhan ada di dalam hati kita. Bahkan dunia yang sudah bobrok inipun bisa terasa seperti surga bagi kita, jika kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku.
~Mazmur 23 : 4~

Bagaimana denganmu?

I hope you have the time of your life

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s