Resolusiku

Ada suatu pelajaran yang membuatku “tidak tenang” beberapa hari ini
Seperti apa yang aku dapatkan ketika ulangtahunku tempo hari

“Cukuplah semua permintaanmu itu, Arnold”
“Kau tak perlu meminta hal sebanyak itu.”
“Yang Ku-inginkan untuk engkau hanya satu dan jadikanlah itu permintaanmu!”
“Mintalah agar kau menjadi seperti Aku, Kristus?”

Aku yakin, “suara” itu bukan berasal dari hikmatku
Aku yakin, Tuhan ingin mengajarkan sesuatu padaku
Sesuatu yang mungkin belum aku tangkap dari teladan Kristus
dan aku yakin, Dia ingin aku semakin mengenal-Nya

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan,
dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
~Hosea 6 : 6~

Itu membangkitkan semangat dan rasa penasaranku untuk kembali membaca Kisah Yesus
Aku percaya, akan selalu ada pelajaran baru yang bisa dipetik setiap kali membacanya.
Dan akupun mulai membacanya, pasal demi pasal, ayat demi ayat
dan memang benar, hatiku senang sekali membacanya…
Seperti baru pertama kali membaca Injil

Akhirnya, aku sampai pada perkataan Yesus:

Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang
harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman
.
~Matius 12 : 36~

Aku tersentak saat membaca ini
Ini tegas sekali…
dan firman-Nya “memaksaku” menyelidiki seluruh kehidupanku
bukan hanya kata-kataku saja
melainkan semua hal yang kulakukan dan kupikirkan
kalau-kalau aku melakukan hal yang sia-sia

Astaga…
Berapa banyak kata sia-sia yang telah kuucapkan setiap kali aku bercanda?
Berapa banyak aku “tercebur” dalam memperbincangkan orang lain?
Berapa banyak status “galau dan memancing” yang pernah kubuat?
Berapa banyak waktu yang kubuang dengan melakukan hal-hal tak produktif?
Berapa banyak pikiran sia-sia yang pernah kubuat?

Belum lagi selesai dengan perenungan akan kesia-siaan itu,
keesokan harinya…
Tuhan mempertegas lagi betapa Dia membenci hal-pikiran-kata yang sia-sia
Sebelum tidur, aku membaca buku “Don’t Waste Your Life” karangan John Piper
dan di sana aku menemukan Resolusi dari Jonathan Edwards

Jonathan Edwards merupakan seorang Teolog paling berpengaruh di Amerika
Dia memulai pelayanannya pada usia 19 tahun
dan benar-benar fokus akan panggilan hidupnya itu sebelum usianya yang ke-20.
Dalam pelayanannya, Edwards mengumandangkan 70 resolusi hidupnya
dan beberapa resolusinya kembali menyentak seluruh hidupku…

Resolusi ke-5
Aku beresolusi untuk
tidak akan menyia-nyiakan satu momenpun dalam hidupku
melainkan memanfaatkannya dengan cara yang paling memberikan keuntungan bagiku

Resolusi ke-6
Aku beresolusi untuk hidup dengan segenap kekuatanku
setiap saat selama aku hidup

Resolusi ke-7
Aku beresolusi untuk
tidak akan melakukan apapun
yang membuatku takut jika melakukannya pada jam terakhir dalam hidupku

Resolusi ke-16
Aku beresolusi untuk
tidak akan membicarakan hal-hal buruk mengenai seseorang

Resolusi ke-17
Aku beresolusi untuk hidup sedemikian rupa
sehingga pada saat aku akan mati, aku akan berkata
puji Tuhan aku telah melakukan itu

Resolusi ke-41
Aku beresolusi untuk selalu bertanya pada diriku
pada akhir dari setiap hari, minggu, bulan, dan tahun
apakah aku sudah melakukan dengan lebih baik?

Resolusi ke-62
Aku beresolusi untuk tidak melakukan hal apapun selain tugasku
dan melakukan itu dengan penuh kerelaan dan sukacita
demi Tuhan dan bukan demi manusia

Resolusi ke-70
Biarlah akan selalu ada kebajikan dalam segala hal yang aku ucapkan

Wooowww…
Jangan biarkan ada kata sia-sia dari bibirmu
Jangan biarkan ada pikiran sia-sia yang menyita perhatianmu
Jangan biarkan waktumu terbuang sia-sia untuk sesuatu yang bukan bagianmu untuk kau kerjakan
Jangan lakukan hal yang sia-sia hanya demi menarik perhatian dan pengakuan orang lain
Jangan sia-siakan hidupmu

Tetapi bukalah mata dan telingamu lebar-lebar
karena Tuhan kita adalah Tuhan yang berbicara setiap waktu
Tuhan kita adalah Tuhan yang menyuarakan kebajikan melalui setiap hal yang ada di sekeliling
apakah kita menangkap pesan-Nya atau tidak, itu tergantung pada kita

Terakhir…
Hidupilah hidup yang produktif
Suatu hidup yang tidak sia-sia
Dan kejarlah hikmat
untuk bertumbuh
dan untuk membagikannya lagi kepada orang lain

The beginning of wisdom is this: Get wisdom.
Though it cost all you have, get understanding.
#Amsal 4:7

dan itu jugalah yang menjadi resolusiku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s