Tritunggal Bagian 7 (The Jesus_Part 1)

Siapa itu Yesus?
Mengapa orang Kristen menganggap-Nya sebagai Allah?
Kalau Dia Allah, mengapa Dia disalib, bahkan mati?
Bukankah itu berarti Dia lemah, rentan, dan fana? Mengapa Dia dianggap Allah?

Aku yakin ini merupakan salah satu pertanyaan terbesar sepanjang masa

Untuk menjawab ini, dibutuhkan lebih dari sekadar LOGIKA
Untuk menjawab ini, dibutuhkan Allah sendiri
Allah itu sendiri yang menuntun HATI kita untuk mengenal siapa Yesus Kristus

Kemudian, setelah hati kita dituntun-Nya
Semakin lama kita akan semakin menyadari
Semakin lama, logika kita yang terbataspun akan Dia cerahkan
Hingga akhirnya, tidak saja hati kita, melainkan logika kitapun akan menerima-Nya

Adapun bagian ini…
Tidak untuk membawa “hati” kita kepada-Nya
Melainkan mengenai bagaimana pertanyaan di atas dapat dijawab dan diterima oleh “logika”

Melalui ini aku ingin membagikan padamu,
bahwasanya iman Kristen bukanlah iman yang 100% tanpa logika
Jika kau ingin memahaminya dengan logikamu, Tuhan pasti akan menuntun logikamu
Tapi Dia akan melakukan itu setelah Dia menuntun hatimu terlebih dahulu

Aku berdoa, siapapun dirimu yang membaca ini
Semoga Tuhan menuntun hati dan pikiranmu, untuk mengenal Dia
Sehingga kaupun bisa berkata:
“Oh iya ya, logis juga sih sebenarnya kalau Yesus itu Allah.”

Mari kita mulai!!!

——————————————————————————————————–

Pertanyaan pertama:
Dapatkan ibadah atau perbuatan baik menyelamatkan manusia?

Banyak orang percaya bahwa semakin banyak ibadah yang dilakukan
Semakin banyak perbuatan baik yang dikerjakan
Semakin melimpah pahala yang dikumpulkan
Maka semakin besar kesempatan untuk masuk surga

Ini merupakan anggapan yang salah besar
Karena orang yang demikian berpikir dapat menyogok Allah untuk mendapat surga
Orang yang demikian, melakukan perbuatan baik dengan pamrih
Bukanlah Allah yang menjadi fokus, melainkan surganya
Kalau demikian, mana mungkin dia layak masuk surga

Jika ada satu dosa saja,
Maka sebanyak apapun perbuatan baik yang dilakukan
Sebanyak apapun pahala yang dikumpulkan
Tidak akan bisa menjamin keselamatan

Mengapa?
Karena Allah itu KUDUS/SUCI
Jadi apabila kita ingin bertemu Dia di surga kelak,
maka kita harus KUDUS/SUCI pula

Masalahnya sekarang, kita tidak kudus
Kita penuh dosa
Sehingga untuk menjadi kudus,
dosa itu harus dihapuskan terlebih dahulu

Hal ini mengantarkan kita kepada pertanyaan kedua…

——————————————————————————————————–

Pertanyaan kedua:
Dapatkah ibadah dan perbuatan baik membuat dosa dihapuskan?

Banyak orang yakin bahwa ibadah atau perbuatan baik dapat menebus dosa
Sekali lagi, anggapan ini salah besar

Manusia, dengan ibadah yang dia lakukan, tidak mungkin bisa menebus dosanya
Mengapa?
Karena ketika dia melakukan perbuatan baik itu,
dia sedang dalam kondisi berdosa pula

Mari kita kaji ulang…

Apa itu dosa?
Dosa adalah pelanggaran terhadap Hukum Allah

Hukum Allah merupakan Standar Tertinggi
Hukum Allah itu agung dan kudus
Dengan demikian,
pelanggaran terhadap Hukum Allah adalah Pelanggaran Kelas Berat
Dan jika seseorang melanggar Standar Tertinggi itu,
maka dia harus diganjar dengan Hukuman Kelas Berat

dan kalau dia ingin dosanya diampuni
maka minimal untuk menebus kesalahannya,
dia harus membayarnya dengan sesuatu yang SAMA BESARNYA dengan Standar Tertinggi itu

Ibaratnya, jika seseorang mencuri 1 Juta Rupiah
Minimal untuk menebus kesalahannya,
dia harus membayar 1 Juta Rupiah juga
Itu minimal loh…

Analog dengan perihal penebusan dosa,
maka ketika seseorang ingin menebus dosa terhadap Hukum Allah Yang KUDUS/SUCI itu
Dia harus KUDUS/SUCI terlebih dahulu

Artinya, kalau kita masih berdosa,
ibadah itu tidak akan pernah bisa menebus dosa
#namanya juga melakukan dosa, ya berarti tidak KUDUS kan

Misalkan kita mencuri 1 Miliar (pelanggaran besar)
tidak mungkin kita dapat menebus kesalahan itu dengan membayar ganti rugi sebesar seribu rupiah
(tebusan yang kecil)

Analog dengan itu…
Ketika kita berdosa (pelanggaran besar karena melanggar Hukum Allah)
tidak mungkin kita dapat menebusnya dengan ibadah kita, ibadah yang tidak sempurna
karena ibadah itu dilakukan oleh orang yang berdosa (tebusan yang kecil)

Lalu…
Jika demikian standarnya…
Apa berarti sampai kapanpun manusia tidak bisa menebus dosanya sendiri?

Yup, manusia tidak akan pernah bisa menebus dosanya sendiri

Lalu bagaimana kalau Tuhan mau memaafkan saya?
Bagaimana kalau Tuhan mau mengampuni saya, entah saya baik ataupun berdosa?
Berarti dosa saya bisa dihapuskan dong?
Berarti saya tidak butuh Yesus yang kamu tawarkan

Mungkin Anda akan berpikir demikian…
Good questions,
dan itu mengantarkan kita ke pertanyaan berikutnya

——————————————————————————————————–

Pertanyaan ketiga:
Toh Tuhanku bisa mengampuni dosaku kok,
lalu mengapa aku harus mendengar tentang Yesusmu?

Pertanyaan ini harus dijawab dengan mengetahui “mekanisme” dibalik PENGAMPUNAN itu

Tetapi tahan dulu rasa penasaranmu…
Kita akan bahas ini dibagian berikutnya…
Selamat malam…
Tuhan Yesus mengasihimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s