Feeling Blessed

Feeling Blessed

Kau lihat gambar itu?
Iya gambar itu, kau tidak salah melihat

Kotak itu
Kotak berisi makanan itu
merupakan salah satu monumen kebaikan Tuhan yang ingin aku abadikan

Malam ini aku berada dalam situasi yang membuatku kelaparan
Aku pulang dari lapangan cukup telat karena pekerjaan baru selesai jam 18.00, dan aku merasa lapar
Ketika aku sampai di guest house, pembina lapanganku meminta aku untuk mempresentasikan apa yang sudah kulakukan selama 2 minggu di sini
Akupun mempresentasikannya
dan ketika aku sedang berdiskusi dengan mentorku,
Abang-Abang engineer yang lain sedang main futsal di luar kawasan guest house

dan itu berarti…
Aku tidak bisa keluar untuk makan malam
Karena biasanya aku keluar bersama mereka dengan naik mobil
karena jarak dari guest house ke luar cukup jauh

Menahan lapar untuk satu malam, walaupun susah bagiku, tapi nampaknya masih bisa kutahan
Tetapi… besok pagi-pagi benar aku sudah harus berangkat ke bandara untuk pulang ke Jakarta
Itu artinya aku tidak bisa sarapan karena pada jam itu kemungkinan besar belum ada rumah makan yang buka

Hal itu mulai membuatku kuatir
Awalnya aku acuh
Tapi jam demi jam aku mulai merasa lapar
Semakin aku lapar, semakin aku membayangkan perasaan laparku di esok hari
dan memikirkannya, semakin aku merasa lapar

Mungkin tidak buatmu
Tetapi perihal rasa lapar
adalah masalah besar buatku

Tetapi…
Hal yang luar biasa terjadi
Ketika waktu menunjuk pukul 23.00
Waktu di mana rasa laparku memuncak
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk
dan Abang engineer menawarkan:

“Kau udah makan, Chard?”

“Belum, Bang…”

“Ini…”

“Wooowww… Yoiiii…. Alhamdullilah… Makasih yah Bang 😀 ”

“Oke-oke”… dan diapun kembali ke kamarnya

Akhirnya aku bisa makan… 😀

Ketika kurenungkan kembali hal ini
Bukanlah kebetulan hal istimewa ini terjadi

Yang pertama
Sepertinya tidak mungkin Abang itu membeli makanan dibungkus
toh dia bisa makan langsung di tempat, apalagi ini CFC
Dan kalau begitu, buat siapa makanan itu dia beli?

Yang kedua:
Kecil sekali kemungkinan Abang itu membeli makanan khusus buatku…
Dia pasti menduga aku sudah makan malam

Yang ketiga…
Ini sudah larut malam,
apa yang membuat dia tiba-tiba kepikiran untuk bertanya apakah aku sudah makan atau belum?
Kamarnya terpisah cukup jauh dari kamarku, tapi dia mau datang dan menanyakan
Kayaknya tumben banget?

Itu semua misteri…
Tapi satu hal yang aku percaya
Bahwa semua itu bukan kebetulan
Tetapi karena Tuhan Yesus peduli padaku, bahkan pada hal sesederhana rasa lapar
dan Dia menyediakan pertolongan melalui orang-orang di sekitarku

Tuhan tahu bahwa mungkin kondisi seperti ini akan berdampak buruk untuk kesehatanku
Dan Dia menunjukkan kasih sayang dan perhatian-Nya dengan cara yang ISTIMEWA
Manis sekali hal ini untuk kukenang
Karena itu aku menulis dan mengabadikan momen ini

Apa yang kuterima malam ini…
Memang seperti apa yang tertera di kotak itu…
Bukan cuma ayam
Tetapi jauh lebih dari itu…
“Aku menerima kasih sayang Tuhanku.”
“Aku ada di dalam Hati-Nya.”

Peristiwa kali inipun mengingatkanku
bahwa aku pernah membuat daftar yang kuberi nama:
“Hitung Berkat Satu Per Satu”

di situ aku menulis momen-momen pada saat aku sangat membutuhkan pertolongan
dan Dia menolongku dengan cara yang sangat istimewa,
pada saat yang luar biasa tepat

Aku membuat daftar itu agar aku bisa selalu mengenang semua peristiwa itu
Aku tidak ingin melupakannya
dan aku sarankan padamu, buatlah pula demikian
Kau akan tersenyum tiap kali kau membacanya,
terutama saat kau sedang dalam keadaan terjatuh
Dan kau akan tersadarkan kembali
Bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu
dan bahwasanya Dia peduli bahkan pada hal terkecil dalam hidupmu
dan hatimu akan penuh dengan ucapan syukur

dan aku menemukan sebuah komitmen
yang jujur aku bahkan lupa pernah menulisnya
Inilah yang aku tulis:

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

23 Oktober 2012
Saat ini aku menulis, aku hendak mengabadikan semua kebaikan dahsyat Tuhan.
Mengingat semua hal ini, aku tersadarkan akan satu hal,
“Tuhan sudah menyediakan berkat
dan semua kekuranganku akan Dia penuhi melalui tangan orang lain.

Oleh sebab itu,
akan kuabdikan hidupku untuk memenuhi kebutuhan orang lain
yang Tuhan antarkan untuk meminta pertolonganku.”

Tak akan aku menjadi orang yang pelit atau terlalu perhitungan akan uangku.

Uangku adalah uang-Nya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Waahhhh…
Jujur aku cukup merinding saat ini…
Karena saat teduhku tadi pagi adalah tentang Orang muda yang kaya,
di mana Yesus berkata:

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah,
juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,
maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari
dan ikutlah Aku.”

Ketika kau sudah memiliki penghasilan
Dan penghasilanmu itu cukup, bahkan berlebih
Maka perintah Yesus yang satu ini, aku akui berat

Dengan harta kita
Kita mungkin pemurah
Kita mungkin rajin menabur dan suka memberi
Tetapi… “Kita memberi dalam kelimpahan”

Itu baik… tetapi aku rasa itu bukan yang terbaik
dan kau tau apa kata orang bijak?
Baik adalah musuh dari yang terbaik
Karena yang baik bisa membuatmu puas
dan kau merasa tak perlu lagi melakukan yang terbaik

Bagaimana jika Tuhan meminta semua itu dari kita?
Bagaimana jika Tuhan meminta semuanya?
Ya semuanya

Apakah aku pribadi siap untuk itu?
Jujur, aku masih belum bisa menjawabnya

“Tuhan, aku mau S2 dan S3… aku butuh menabung Tuhan…
kalau boleh, izinkan aku punya tabungan Tuhan.
dan kalau boleh, izinkan aku punya tabungan yang besar,
mungkin sewaktu-waktu aku membutuhkannya Tuhan”
Itulah kasusku…

Mungkin akan sangat berat ketika Dia menuntut semuanya…

Tetapi aku yakin…
Kalau benar Dia menghendaki semua hartaku
Dia pasti akan menyiapkan diriku untuk itu
dan peristiwa kecil, seperti malam ini,
merupakan kepingan puzzle dari rancangan-Nya untuk mempersiapkan diriku

Tuhan pasti akan menuntun langkahku
Dan melalui hari ini…
Aku sadar…
bahwa aku tidak memiliki apapun di dunia ini
tetapi aku mendapatkan segala-Nya

Ya…
Segala sesuatu adalah milik Tuhan
Uangku adalah uang-Nya
Waktuku adalah punya-Nya

Segala yang ada padaku adalah kepunyaan-Nya
Tetapi…
Walaupun aku tak memiliki apa-apa
Aku mendapatkan semuanya

Aku mendapatkan semua yang kuperlukan
Karena Tuhan Yesus, Allah-ku, pasti akan menolongku…
melalui tangan-tangan orang lain
melalui apa yang ada di sekitarku
dengan cara-Nya yang sungguh ajaib
Aku akan hidup secukupnya

Karena itu…
Celakalah aku,
Kalau aku kuatir akan keuanganku
Kalau aku kuatir tak akan mendapat pertolongan
Kalau aku takut akan masa depan
Kalau aku tak mau memberi

sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup
(Mazmur 57:10 dan 63:3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s