Lirik

Lirik

Lapangan Lirik…
Ya Lirik…

Aku sangat bersyukur Tuhan beri kesempatan untuk berkunjung ke sini. Kemungkinan besar pada November depan, lapangan ini akan dilepas oleh perusahaanku dan diserahkan entah kepada Pemerintah Daerah setempat atau kepada perusahaan lain.

Walau hanya dua minggu di sini, banyak hal menyenangkan yang kurasakan. Orang-orang di sini sangat ramah. Ibu kantinpun mengingatkanku kepada mamaku. Dan seperti biasa, tak akan kubiarkan ada momen-momen dalam hidupku yang kulewati tanpa ada hal baru yang kupetik untuk kurenungkan.

Sejauh yang bisa kuingat… inilah beberapa:

Yang pertama, walaupun aku kurang begitu suka dengan hal ini
Aku belajar bahwa APAPUN yang kita lakukan,
SEBAIK APAPUN kita, BAGAIMANAPUN kita bertingkah
PASTI ADA orang yang tidak menyukai kita
dan kemungkinan besar mereka akan memperbincangkan kita di belakang

Pesan ini aku renungkan ketika aku melihat engineer di sini yang menggosipkan engineer lain
Aku tidak habis pikir melihat mereka seperti itu
Aku kenal siapa yang mereka gosipkan
dan menurutku orang itu adalah orang yang baik
tapi entah mengapa orang sebaik dia bisa menjadi bahan perbincangan orang lain
dan yang diperbincangkanpun adalah hal-hal negatif

Ya Tuhan…
Mereka ini adalah engineer, orang berpendidikan tinggi
Mereka adalah laki-laki
Sebagian mereka adalah seorang ayah dan sebagian lagi akan segera menikah
tapi mengapa mereka suka menggosip seperti itu
Apalagi yang mereka gosipkan adalah rekan mereka sendiri?

Wooowww… ternyata, dunia nyata itu seperti ini … keras sekali
Jujur aku tidak bisa membayangkan jika suatu saat nanti aku yang menjadi bahan obrolan
Aku tak bisa membayangkan jika rekan-rekanku yang terlihat baik di depanku selama ini
Ternyata memperbincangkan aku di belakang

Tapi… itu bukannya tidak mungkin
Karena memang dunia ini bekerja dengan cara demikian
Tak akan pernah ada orang yang disukai semua orang

Jika suatu saat hal terjadi
Jika suatu saat aku yang menjadi bahan gosip
Aku rasa aku tak perlu takut … Aku tak perlu bersusah hati
Yesuspun, yang adalah Tuhan, dibenci tanpa alasan oleh manusia
Apalagi aku, manusia biasa ini, tidak akan luput dari kebencian dan iri dengki seseorang
Suatu saat, pasti akan ada yang tidak menyukaiku
dan mungkin menggosipkan aku, walaupun mereka adalah rekanku sendiri

Tapi walaupun hal ini adalah suatu keniscayaan
Aku tetap tidak boleh begitu saja menjadi acuh
Aku harus hidup sedemikian rupa agar aku tidak dibenci orang karena kebodohanku sendiri

Jangan sampai aku dibenci karena memang aku yang lalai
Tetapi jika aku sudah melakukan segala sesuatu dengan baik dan tetap ada yang tidak suka
Ya apa boleh buat, itu bukan urusanku

Jika mereka membenciku, itu masalah mereka, bukan masalahku…

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, 
hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
~Roma 12:18~

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
~Matius 5:16~

Hal yang sama mungkin akan menimpaku dan menimpamu
Ya saranku…
Berharap untuk yang terbaik
tetapi Bersiap untuk yang terburuk 😀

Hal kedua, ini adalah nasehat dari seorang operator shop suku cadang…
Nasehatnya lucu
Aku yakin saat itu aku tidak sedang berbicara tentang teman hidup
tetapi Sang Bapak tiba-tiba memberikan nasehat:

“Mas… pokoknya kalau nanti Mas mencari istri…
pastikan istri Mas adalah wanita yang cerdas…”

Aku penasaran… “kenapa rupanya Pak?”

dan beliaupun menjawab…
memang cukup masuk akal

“Situ kan memang orang pintar,
tapi kalau istri situ orangnya bodo,
nanti anak Mas juga bisa saja jadi bodo…
Mas mau nggak nanti anak Mas ternyata pencapaiannya di bawah Mas?
Mau gak Mas nanti lebih pintar Mas dari anak Mas?”

Woooww…
Ya ya ya
, nasihat yang polos tetapi tulus. Walaupun aku percaya bahwa kecerdasan seseorang tidak akan terlepas dari penyediaan Allah, yang artinya kita tidak bisa secara langsung menghubungkan kecerdasan anak dengan kecerdasan orang tuanya, tetapi bagaimanapun saran dari sang Bapak bisa dibilang ada benarnya juga. Saran itu akan kucatat. Hitung-hitung sebagai bahan pertimbangan agar aku lebih bijaksana dalam memilih. Dan agar aku lebih berserah pada tuntunan Tuhan, terutama dalam masalah Teman Hidup. Lumayanlah, nasehat yang unik, hahahaha.

I hope you have the time of your life

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s