Pujian yang Mengubahkan, bagian III

Banyak orang “hebat” di dunia ini
Banyak orang “luar biasa” di kampus
dan tentu saja mereka pantas untuk diapresiasi
Mereka pantas menerima pujian “hebat Dek” atau “mantap Bro” atau “kau luar biasa”

Tetapi seperti yang kau juga ketahui
sudah terlalu banyak hal yang digeneralisasi di dunia ini.

Kalau dulu, kata “putri” hanyalah untuk anak perempuan raja.
Kini “putri” dipakai untuk semua anak perempuan.

Sama halnya dengan itu.
Pujian menjadi murah sekali akhir-akhir ini.
“Hebat” tidak lagi hebat seperti yang kita kenal dahulu.
“Luar biasa” bukanlah luar biasa yang dahulu kita ucapkan.
Kau akan sangat mudah mendengar “luar biasa kamu yah”.
Atau mungkin kau juga terbiasa mengucapkannya untuk memuji seseorang.

Semua itu berlanjut…
Sampai akhirnya dunia ini penuh dengan orang-orang yang katanya “luar biasa”.

Menurutku itu tidak baik, tapi mungkin itu relatif lebih baik lah
karena pujian yang terlalu murah sebenarnya bisa berdampak lebih buruk dari itu
Pujian yang salah dapat menjadikan orang yang dipuji itu haus oleh pujian

~Di SD sampai SMA kayaknya aku jarang dipuji teman dan kakak kelas
Kok di kampus ini aku sering dibilang hebat dan luar biasa yah?
Wah ternyata enak juga dipuji
Mau lagi deh dipuji~

dan sepertinya kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anak ini
Dia tidak lagi melakukan sesuatu dengan tulus
Tetapi akan selalu ada udang di balik batu
Dia tidak lagi melakukan sesuatu dengan motivasi yang benar
Tetapi motor yang menggerakkannya adalah rasa haus akan pujian

Pelajaran yang kupetik selama aku di kampus
Aku merasakan betapa bahayanya “dipuji” dan “memuji”
Munafik kalau aku berkata “aku tidak senang dipuji manusia”
Tentu saja aku senang dan aku pernah haus untuk itu

Tetapi di suatu masa Tuhan pernah memujiku,
Dia tidak memujiku melalui bibir orang lain, tapi dari Hati-Nya ke hatiku
Hingga aku menyadari bahwasanya:
Pujian dan apresiasi dari Tuhan jauh lebih indah daripada pujian dari manusia.
Itu sama sekali tidak bisa dibandingkan.

dan jika aku mengejar pujian manusia,
maka pada saat yang sama aku melepas kesempatanku untuk dipuji oleh Allah

dan kalau begitu,
untuk apa aku mencari pujian dari manusia?
Buat apa aku berusaha mengejar pengakuan dari manusia?

Dan itu membuatku memandang mahal arti “pujian”
Pujianku dapat mengubah hidup orang lain,
seperti apa yang diucapkan Ibu Merry dan Rossa
Tetapi pujianku juga dapat menghancurkan orang lain,
dengan membuatnya haus akan pujian
Aku harus berhati-hati setiap kali memuji seseorang

Dan dari semua itu aku berdoa pada Tuhan
Agar aku beroleh karunia untuk mampu melihat yang terbaik dari seseorang
I wished for eyes that can see the best in people
dan tidak hanya itu,
tetapi juga bibir yang bijaksana untuk bisa mengatakan itu kepada orang yang kupuji

Aku ingin sekali bisa memandang seseorang dengan hatiku
Dan bisa memandang yang terbaik dari orang itu kemudian mengatakan:
“Hey Bro, kau berharga.”
atau “Kawan, sungguh aku merasakan bahwa kau adalah seorang yang penuh kasih.”
atau “Man, aku merasa tulisanmu ini benar-benar berasal dari hatimu.”
atau “Bro, dari caramu menulis aku yakin kau bener-bener sudah melihat Tuhan.”

Aku tidak mau memberi pujian yang sia-sia
Aku ingin bisa memuji dan pujianku adalah pujian yang tepat
Pujian yang membuka gembok yang mengunci hati seseorang


“Lucy, seandainya kamu adalah gadis kecilku.”

Dengan kalimat itu, Ibu Merry sebenarnya sedang berkata, “Lucy, kamu berharga.”
Lucy yang awalnya tidak merasa berharga,
kini menyadari betapa berharganya dirinya

“Lucy yang berharga” itu terkunci dalam palung hati Lucy
Dan satu kalimat dari Ibu Merry,
mampu membebaskan “Lucy yang berharga” itu keluar

“Richard…. hmmmmm…. Richard itu orangnya…. setia.”
“Richard yang setia” yang dari dulu terkurung jauh di hatiku
Kini bebas oleh satu kalimat itu
Aku tahu aku harus setia,
Aku bisa setia,
Aku pasti akan setia, karena Tuhan akan melangkah bersamaku

Ibu Merry akan selalu menjadi kenangan bagi Lucy
Dia adalah “pembebas” bagi kehidupan Lucy
Sama dengan itu, Rossa akan selalu aku kenang
Rasa terima kasihku tak akan pernah surut buatnya
Dia adalah orang yang memulai,
orang yang menggambar garis start dalam hidup setiaku

Alangkah indahnya jika aku juga bisa memberikan pujian seperti mereka memuji
Betapa indahnya jika pujianku bisa menerobos hingga ke dasar hati seseorang
dan bisa menemukan kalau-kalau orang itu sedang terkurung,
kemudian aku berusaha membuka gemboknya
dan membebaskan dia

Sungguh alangkah baiknya, jika aku bisa mengatakan…
“Saudaraku… sesungguhnya kau adalah orang yang ……..”
Dan kata-kataku itu menyadarkannya tentang siapa dirinya yang sesungguhnya
Kata-kata itu membebaskan dia yang sebenarnya
Kata-kata itu memerdekakan dia

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini 
tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel (Matius 8:10)

Hai ibu, besar imanmu  (Matius 15:28)

Berbahagialah engkau Simon bin Yunus
sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga
(Matius 16:17)

Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini,
karena orang inipun (Zakeus) anak Abraham. (Lukas 19:9)

Memberi pujian yang sungguh-sungguh, sering sekali sulit
Jika terlalu banyak berpikir, justru bisa-bisa kita tidak jadi memberi pujian dan apresiasi
Padahal pujian dan apresiasi itu tetap perlu
Amit-amit, kita malah bisa menjadi orang yang pelit memuji, dan itu tidak baik

Hanya saja, alangkah baiknya jika kita bisa memuji dengan cara yang berbeda
Dan mari sama-sama kita berdoa:
agar Tuhan mengaruniakan mata yang mampu melihat yang The Best dari seseorang
dan bibir yang mampu mengungkapan itu

Dan berdoalah supaya Roh Kudus mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa memuji seperti Yesus memuji
Dan pujian seperti itu mengguncang dunia seseorang
Pujian seperti itu mengubahnya selamanya
Dia tak akan pernah sama lagi

~Amsal 25:27~
Tidaklah baik makan banyak madu;
sebab itu biarlah jarang kata-kata pujianmu.

#dan aku yakin, itu berlaku dua arah

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s