Tritunggal Bagian 8 (The Jesus_Part 3)

Sebelum melanjutkan pembahasan,
mari kita bahas sedikit apa yang dibahas di bagian sebelumnya.

Kita belajar bahwa “upah dosa ialah maut
Itu merupakan firman Allah
dan firman Allah tidak akan dibatalkan

Itu berarti perbuatan baik manusia, berapapun banyaknya,
tidak akan membatalkan firman itu
Sekali saja kau berdosa… upahnya adalah maut

Tetapi kita tahu bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh belas kasihan
Tentu saja, Dia ingin mengampuni umat ciptaan-Nya
Tetapi Dia juga tidak mau membatalkan apa yang sudah Dia ucapkan

Oleh sebab itu,
agar pengampunan-Nya dapat terjadi,  tanpa perlu membatalkan firman-Nya
Maka harus ada korban yang mati sebagai upah dosa manusia
Harus ada tumbal yang menanggung hukuman dosa manusia

Ada beberapa yang meyakini bahwa manusia bisa masuk surga
tetapi harus disiksa di neraka terlebih dahulu untuk sekian waktu lamanya
Well, apabila benar demikian yang terjadi, maka kita patut bertanya:
“kalau demikian, kalau kita bisa masuk surga setelah disiksa di neraka,
apalah artinya Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan?”
“Itu sama saja Tuhan bukan Maha Pengampunan.”

Ya…
Manusia umumnya bisa mengampuni setelah memberi hukuman yang setimpal
Tetapi kasih Allah pada manusia, berbeda sepenuhnya
Dia mengampuni manusia, Dia menyambut mereka di surga kelak
Tanpa perlu menghukum mereka di neraka terlebih dahulu

Tetapi kini pertanyaan besarnya adalah:
“Siapa yang pantas menanggung hukuman atas dosa manusia itu?”

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat krusial
Untuk memahaminya, kita ingat kembali analogi yang dahulu pernah kita pakai:

Jika kau mencuri 1 miliar
Maka untuk bisa diampuni, kau harus membayar 1 miliar
Bukan dengan seratus rupiah

Ini secara sederhana berarti:
Tebusan yang diberikan harus sama nilainya dengan hukum yang dilanggar
Selama tebusan itu tidak seimbang dengan hukum yang dilanggar,
maka keadilan sejati tidak akan pernah tercapai

Sama dengan itu…
Firman Allah adalah Kudus, keluar dari mulut Allah sendiri
Firman Allah itu lebih mulia nilainya dibanding jiwa manusia berdosa

Oleh sebab itu,
Ketika manusia melanggar Hukum/Firman Allah
dan manusia mau menebus dengan nyawanya sendiri,
maka tetap saja, tebusan itu tidak akan pernah bisa membayar pelanggarannya
Karena tebusan yang dia berikan jauh lebih kecil dari apa yang dia langgar
#Hukuman nerakapun tidak cukup untuk menebusnya

Apalagi kalau manusia mau menebus dengan perbuatan baik
Sedangkan jiwa manusia saja tidak mampu menebusnya, apalagi perbuatan baiknya
~Karena jiwa manusia lebih berharga dibanding apa yang dia lakukan~
Tebusan berupa perbuatan baik tidak akan pernah sederajat dengan apa yang dia langgar

Jadi…
Kembali ke pertanyaan di atas…
“Siapa yang pantas menanggung hukuman atas dosa manusia itu?”

Aku harap setelah penjelasan di atas, kaupun bisa menjawabnya
Apa jawabanmu?

Ya…
Jawabannya adalah:
“Hanya Allah sendiri yang sanggup menanggung hukuman dosa itu.”

Manusia tidak sederajat dengan Firman Allah
Tebusan berupa nyawa manusia tidak akan bisa membayar pelanggaran dosa

Tetapi Allah…
Firman Allah adalah keutuhan dari Allah sendiri
Hanya Allah yang sanggup “menghadapi” Firman-Nya sendiri

Lalu, bagaimana cara Allah “menghadapi” Firman-Nya?
Bagaimana sikap Allah terhadap “upah dosa ialah maut” yang pernah Dia ucapkan?

Kita akan bahas di bagian selanjutnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s