Tritunggal Bagian 8 (The Jesus_Part 4)

Bagaimana Allah “menghadapi” Firman-Nya sendiri?
Bagaimana sikap Allah terhadap “upah dosa ialah maut” yang sudah Dia ucapkan

Di sini Allah punya 2 pilihan:
Pilihan pertama,
membatalkan firman itu dan mengampuni dosa manusia tanpa ada penghukuman

atau

Pilihan kedua,
Tidak membatalkan firman itu,
~karena Dia Maha Adil, hukuman akan selalu menjadi konsekuensi dosa~
tetapi justru menanggung hukuman itu dengan Diri-Nya sendiri
~karena Dia Maha Kasih, Dia menggantikan manusia dan menerima hukuman itu~

Menurutmu, cara mana yang akan Allah pilih?
Tentu saja yang kedua

Karena Dia bukanlah Allah yang plin-plan yang mudah membatalkan Firman-Nya
dan karena Dia ingin manusia mengerti
bahwasanya tanpa pengorbanan-Nya,
manusia tidak akan pernah beroleh keselamatan

Tapi, pertanyaan kembali muncul di benak kita?
“Bagaimana cara Allah menanggung hukuman dosa itu?
Bagaimana Allah bisa menderita hukuman maut itu?
Bukankah Dia Allah, Dia tidak mungkin mati.”

Ya, kau benar, Allah tidak mungkin mati
Allah tidak mungkin menderita
Oleh sebab itu,
Dia memilih untuk menjadi manusia
Manusia yang terbatas
Manusia yang bisa merasakan sakit dan menderita
Manusia yang bisa mati
Hanya dengan cara menjadi manusia, Dia bisa menggenapi semua itu


Dia turun ke dunia dalam Pribadi Yesus Kristus

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani,
dan untuk memberikan nyawa-Nya
menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28)
#Anak Manusia adalah cara Yesus menyebut Diri-Nya sendiri

Allah… yang besar itu… rela menjadi manusia
Dia benar-benar menjadi manusia
Manusia yang bisa lapar, bisa lemah, bisa sakit
Manusia yang dicambuk, manusia yang diludahi
Manusia yang dimahkotai dengan duri
Manusia yang disalib,
hukuman paling tidak manusiawi yang pernah ada
hukuman paling menyakitkan dalam sejarah
hukuman paling hina

Semua itu karena Allah mencintai umat-Nya
Semua itu karena Allah tahu manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri
Dia menggantikan manusia yang seharusnya mati di neraka
Dia menanggung semua itu
Dia menerima hukuman neraka itu di tubuh-Nya
Dia turun ke dalam maut
Dia meninggalkan semua itu di sana
Dan Dia bangkit
Pada saatnya nanti, Dia akan kembali
Dan pada saat itulah akan benar-benar nyata pada semua mata
Bahwa Dialah Allah

Seseorang pernah berkata kepadaku saat membaca blog ini:
Allah tidak mungkin mati…
Aku tidak terima tuhanku diperlakukan demikian
Aku tidak melihatnya sebagai cinta kasih… tapi penghinaan

Petrus pun pernah memberi respon yang demikian
Petrus tidak setuju kalau Allah harus mati
Tapi apa kata Yesus?
“Enyahlah Iblis (iblis dalam Petrus),
sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 8:33)

Jawaban untuk semua ketidakpercayaan itu sudah pernah Yesus ucapkan:
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang
yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatNya
~Yohanes 15:13~

Kalau kau berkata itu penghinaan kepada Allah…
Memang benar Allah dihina
Tetapi Dia rela akan penghinaan itu
Dia rela dibenci dan ditolak oleh manusia, umat ciptaan-Nya sendiri
Tetapi itu bukan karena Dia layak dihina
Melainkan karena Dia mengasihi manusia
dan kasih yang dimilikinya, adalah Kasih yang Terbesar

Banyak orang mengatakan:
“Di Injil Yesus ga pernah mengatakan bahwa Dia adalah Allah,
Yesus juga ga pernah meminta manusia menyembahnya,
tapi kok orang Kristen menganggap dia Allah sih? Bodoh!!!”

Memang benar Yesus tidak pernah menyebut Diri-Nya adalah Allah
Memang benar Yesus tidak pernah meminta Diri-Nya dipuji (secara eksplisit)
Tetapi itu tidak berarti Dia bukan Allah

Kedatangan Yesus (yang pertama) bukan untuk menyatakan bahwa Dia Allah
Melainkan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang

Bukan untuk meminta manusia menyembah Dia
Melainkan untuk melayani manusia layaknya seorang hamba

Bukan untuk memberi hidup kepada manusia sebagai imbalan perbuatan baik
Melainkan untuk memberi Hidup-Nya sendiri
sebagai bentuk kasih-Nya yang tak bersyarat

Yesus bukanlah Allah yang jauh dari umat-Nya
Dia turun ke dunia untuk menyapa umat manusia

Ketika manusia memberontak, dan berkata “Tuhan, Kau tidak tahu rasanya sakit.”
Maka Dia akan berkata
“Anakku, semua penderitaan itu juga pernah Aku rasakan.
Aku mengerti rasa takutmu. Aku mengerti rasa sakitmu.
Aku mengerti kelemahanmu. Aku pernah merasakan semua itu.
Bangkitlah Anakku, karena Aku sudah pernah mati untukmu dan Aku bangkit.

Yesus tahu kapan harus menyatakan Siapa Diri-Nya yang sebenarnya
Dia tidak terburu-buru
Seperti orang yang selalu menuntut, “mana, coba buktikan Yesus itu Allah.”
Dia tidak tergesa-gesa untuk ingin disembah
Karena Dia adalah Allah, Dia sabar dan Dia tidak butuh penyembahan manusia
Dia tahu kapan waktu yang paling tepat
Yakni pada saat Dia datang ke dunia kedua kalinya

Yohanes 3:36
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,
tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup,
melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Aku rasa cukup untuk pembahasan ini
Di bagian berikutnya, bagian 9,
kita akan melanjutkan ke pembahasan mengenai Roh Kudus

Tuhan Yesus akan menyertai engkau untuk mengenal Dia lebih lagi
Tuhan Yesus mengasihimu ^_____^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s