What am I doing with My Life

What am I doing with my life?

Pertanyaan itu sedikit menyeramkan buatku
Mengetahui kalau-kalau hidup ini sedang tidak melakukan apa-apa,
Menyadari bahwasanya hidup ini tidak berguna bagi orang lain,
Membayangkan jika hidup ini tidak punya manfaat dalam dunia ini,
Melihat dengan mata sendiri bahwa semua waktu terbuang sia-sia
merupakan hal yang menakutkan bagiku

Tetapi tidak boleh tidak…
Pertanyaan itu harus aku tanyakan pada diriku, sesering mungkin
Astaga, ngapain aja gw selama ini?.”

Memang, pertanyaan itu tidak selalu terngiang
Pertanyaan itu tidak selalu muncul
Tetapi aku butuh pertanyaan itu untuk muncul
Supaya aku bisa lebih sering mengevaluasi diriku

Dan aku menemukan cara yang menyenangkan untuk memancing pertanyaan itu
Yaa… pertanyaan “what am I doing with my life?”
Itu selalu muncul setiap kali aku mendengar kabar gembira dari kawan-kawanku

Belum lama sebelum ini, dua orang teman belajar terbaikku pergi ke luar negeri
Yang seorang S2 di Korea, Yang seorang lagi proyek di Perancis

Belum lama juga, seorang teman wanita, sesama 2008 dan satu persekutuan,
mengumumkan, secara tak terduga,
bahwa dia sudah jadian dengan seorang kawan, yang juga kawanku

Baru-baru ini beberapa teman di kampus
baru saja memenangkan lomba bergengsi level nasional 
dengan hadiah puluhan juta

Beberapa hari yang lalu
Seorang teman seangkatan mengumumkan kalau dia sudah menjadi calon ayah

Tidak lupa juga, sekarang merupakan masa kelulusan adik-adik 2009
dan belum lama, ada seorang adik baru diterima S2 di Inggris

dan masih banyak lagi

Wah…
Mereka semua sedang berbahagia
Dan melihat mereka bahagia, akupun menjadi bahagia

Aku bahagia karena dua hal
Yang pertama karena aku senang melihat mereka sukses dalam hidup mereka
dan yang kedua… karena kebahagiaan mereka memancing pertanyaan itu dalam diriku
wah, mereka sedang bahagia sekarang yah…
astaga..what am I doing with my life?.”

Kebahagiaan seseorang
Itu menjadi trigger buatku
Aku menjadi teringat akan pertanyaan itu
Dan aku harus menanyakan hal itu pada diriku

Aku mengumpulkan seluruh kesadaranku, seluruh keberanianku
Sesaat lagi aku akan menghadap sang hakim, yang adalah diriku sendiri
Jangan sampai aku dihakimi, jangan sampai aku dipermalukan, oleh diriku sendiri

Apakah aku berani menjawab pertanyaan itu?
Mau tidak mau, aku harus berani
Aku harus bersiap menghadapinya
Kali ini diriku sedang tidak menjadi kawan,
melainkan menjadi seorang hakim

Aku harus siap menghadapinya… dengan semua standar-standarnya
Aku harus siap menjawab pertanyaan itu
Baiklah, aku siap ditanyai oleh diriku sendiri
“Richard, diriku, kau lihat kebahagiaan mereka?
Sekarang, apa yang sedang kau kerjakan dalam hidupmu?
Kau yakin kau sedang tidak menyia-nyiakan hidupmu?”


What am I doing with my life?

It takes courage … to ask, and of course, to answer that question…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s