Hobi Baruku

New Hobby_Part I

Saat ini aku sedang berdiri di depan Istora Senayan
Di belakangku, beberapa saat lagi, akan dilangsungkan pertandingan ganda putri

Big day and big place, huh?
Right, that’s why I wanted to take my picture there.

Tapi, momen ini tidak cukup istimewa jika dibandingkan dengan apa yang kurasakan kali ini. Beberapa saat sebelum aku melewati Istora Senayan ini, aku hendak mengunjungi pameran komputer di Jakarta Convention Centre. Setelah aku sampai, ternyata butuh tiket untuk masuk ke dalam gedung. Memang harga tiketnya tidak mahal, hanya Rp10.000,00. Bukannya aku pelit, tapi dikenakannya biaya masuk membuatku berpikir:

“Apakah aku betul-betul perlu ke sana?”

Akupun melihat isi dalam gedung yang dapat dilihat dari luar. Waahhh, ternyata bukan cuma laptop dan komputer yang dipamerkan di dalam tetapi juga gadget-gadget beserta aplikasinya. Dan kau tahu? Aku tidak suka gadget.

Daripada aku membuang-buang waktuku yang berharga berkeliling di lautan gadget, lebih baik aku pulang. Dan ketika aku pulang, seseorang membagikan brosur. Akupun mengambilnya karena aku pikir, “Semua yang ada di dalam gedung pasti di-summary-kan di sini.”

Tapi apa yang terjadi. Aku membaca brosur itu dan aku tidak mengerti apa isinya sama sekali. Aku membaca sesuatu seperti “aplikasi cloud”. Hah? Apa itu? Aku melihat orang-orang lain, mereka asyik membaca isi brosur itu.

“Wah, mereka tahu apa ya isi dari brosur ini? Kok aku ga ngerti yah?”

Dan akhirnya aku sadar….
“Aku ketinggalan zaman.”

Aku sempat shock,
gue ketinggalan zaman? Bagaimana ini?”

Tapi seperti yang kau duga. Hanya beberapa detik aku shock.  Kemudian shock itu dilanjutkan dengan cuek.

“Tidak ada yang salah, bukan?”
“Lagipula, siapa yang butuh cloud atau cacaotalk atau apapun itu?”

Aku menikmati hidupku. Aku mencintai diriku. Aku puas akan pencapaianku dan pasti akan terus kukembangkan. Aku tidak menyia-nyaikan waktuku. Lalu mengapa aku harus takut “ketinggalan zaman” hanya karena aplikasi itu? Aku menikmati hidup ini. Itu jauh lebih baik dibandingkan memiliki seisi dunia ini.

Aku melanjutkan langkahku. Tetapi kembali lagi aku merenung. Apakah aku sungguh-sungguh menikmati hidupku? Apakah aku tidak sedang membatasi duniaku? Setiap hari aku isi dengan bekerja-belajar-menulis blog, apa sesempit itu hidup ini? Memang benar aku tidak butuh gadget-gadget itu. Sampai saat ini aku sangat bahagia dengan laptop, paper, dan buku bacaanku. Tapi, apa benar hanya itu?

Aku menelusuri hatiku lebih dalam. Dan benar, harus aku akui bahwasanya jika hidup seperti ini kuteruskan, aku mungkin akan bosan. Dan harus aku akui, aku sering merasa kesepian.

Aku sangat menikmati membaca paper-paper itu. Aku sangat menyukai sensasi otak ini terisi dengan ilmu dan ilmu. Aku sangat menyenangi saat-saat aku membaca buku rohani. Menulis blog? Jangan ditanya. Blog adalah miniatur duniaku, tentu saja aku gembira di dalamnya. Tetapi, memang benar, aku rasa aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku sering merasa kesepian. Di tiap langkahku saat itu, memang ragaku ada di sana. Tetapi hati dan pikiranku mengembara jauh ke dalam.

“Hidup ini… aku menikmatinya… tapi apakah ini sudah semuanya?”

Kemudian, sembari berjalan, aku “seperti meminta” kepada Tuhan:
“Tuhan, aku ingin sebuah hobby.”
“Tuhan, aku ingin menyukai sesuatu.”

Dan puji kepada Allah
Dia menunjukkan sesuatu padaku tepat di saat aku sangat membutuhkannya

Akupun memandangnya…

New Hobby_Part III
Aku melihat sesuatu yang sangat indah. Memang sudah pernah kusadari keindahannya sebelumnya. Tetapi karena selalu aku lewati, aku menganggapnya biasa saja. Aku mendapatinya indah. Itulah gedung-gedung tinggi yang ada di hadapanku. Salah satunya adalah gedung tempat kantorku berada, The Energy.

Aku senang sekali melihatnya. Kau tahu apa alasanku menyukainya? Aku punya alasan yang unik. Ya tentu saja aku suka karena gedung-gedung itu menarik dan bagus desainnya. Tetapi yang lebih membuatku tertarik adalah:
aku harus mendongakkan kepalaku untuk melihatnya

Semakin kudekati. Semakin aku perlu mengangkat kepalaku. Saat yang paling aku senangi adalah ketika aku tepat ada di kaki gedung. Itu berarti aku harus benar-benar mengangkat kepalaku untuk melihat bagian atas gedung. Dan aku sangat menyukai sensasi itu. Aku menyukai ketika mataku mulai silau. Aku menyukai ketika leher depanku mulai ditarik. Aku menyukai ketika leher belakangku mulai ditekuk. Dan aku bisa melihat gedung hingga bagian atasnya.

“Waaahhh tingginya”
“Wahai gedung… kau berdiri begitu kokoh… begitu sombong… begitu yakin”
“Gedung… gagah sekali dirimu… aku senang melihatmu.”

Kau mendapati aku sedikit aneh bukan? Aku tahu, tapi kalau aku benar-benar menyukainya, kenapa tidak? Ya, sensasi itu memang pernah kurasakan sebelumnya ketika aku kuliah. Setiap kali aku pergi dan pulang dari kampus, aku selalu melewati apartemen itu. Kau tahu bukan, apartemen di sebelah McD itu… ya, aku sangat menyukainya.

Ya, aku menyukai ini. Ini bisa menjadi hobi baruku. I like buildings and I love taking their pictures. Aku pun mengambil kamera yang kutekadkan untuk selalu aku bawa supaya aku bisa memotret semua momen unik yang kulewati. Aku mengambilnya dan aku memotret gedung-gedung itu. Tentu saja. Ada beberapa orang yang melihatku aneh. Mungkin mereka menyangka aku pasti bukan orang Jakarta. Tidak masalah, bukan? Aku tidak merugikan mereka, mereka tidak merugikan aku. Jikalau mereka menganggapku aneh, sama sekali bukan masalah. Yang terpenting adalah aku bisa menikmati saat-saat aku mengambil gambar gedung-gedung itu.

Akhirnya, aku sampai di depan Istora Senayan
Dan aku mengambil foto di sini

Hari ini aku belajar:
Menyukai adalah sesuatu yang indah
Alangkah baiknya jika kau memiliki hobi, Kawan
tetapi jangan sekalipun lupakan:

Set your hearts on things of heaven (Colossians 3:2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s