Iman yang Aneh (Last Part)

Bagaimana dengan kita?

Mari kita akui kepada Tuhan
Bahwasanya memang ada saat-saat di mana kita sangat sulit untuk percaya kepada-Nya
Seringkali kita tidak yakin bahwa Allah akan melepaskan kita dari kesulitan hidup

Seringkali kita tidak percaya akan sembuh
Kerapkali kita ragu kita akan bangkit dari masalah
Kita tidak merasakan ada kepastian dalam menjalani masalah kita

Tetapi, marilah kita ketahui satu hal
Kepastian dalam Allah sangat berbeda dengan kepastian menurut dunia

Kepastian menurut dunia hanyalah kehidupan menurut akal sehat
Ketidakpastian ala dunia, membebani hati
Tetapi “ketidakpastian” dalam Allah, berbeda sama sekali
Itulah “ketidakpastian yang menenangkan”, itulah bukti kehidupan rohani

Ada banyak perkara dalam hidup ini,
di mana kepastian dalam Allah berarti merasa tidak pasti menurut ukuran dunia

Dan demikianlah cara Allah bekerja
Dia tidak memberikan kepastian menurut dunia
Dia mengizinkan kita merasa tidak pasti akan langkah selanjutnya
Supaya kita bisa merasa pasti HANYA kepada pribadi Allah

Kita merasa tidak pasti akan datangnya berkat Allah
Kita merasa tidak yakin akan datangnya jawaban Allah
Memang demikian caranya
Supaya kita merasa pasti HANYA kepada PRIBADI-NYA
Supaya kita merasa yakin HANYA pada SIFAT-NYA yang bertemakan kasih
Aku tidak tahu masa depanku, yang aku tahu hanyalah Allah mengasihiku.”
dan itu cukup bagiku

Oleh sebab itu…
Ketika kita merasa ragu secara logika…
Jangan paksa pikiran kita untuk percaya
Jangan sekali-sekali berusaha melakukan itu

Karena itu “memaksa Allah”
Karena itu sangat jauh dari kehendak Allah
Karena itu bukan percaya kepada Allah
Melainkan percaya kepada kemampuan kita untuk percaya
Dan itu dua hal yang berbeda ibarat bumi dan langit

Melainkan akuilah kelemahan kita
Akui kalau kita lebih sering takluk pada logika
Akuilah kalau seringkali hati kita hancur dan tunduk pada akal sehat ini
Kita sulit sekali percaya dalam kondisi seperti ini
Akui kelemahan iman kita, orang berdosa ini
Dan ketahuilah, Dia tidak memandangnya hina

“Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
~Mazmur 51:17~

Jangan takut
Dia adalah Ayah kita
Dia tidak akan merendahkan kelemahan iman kita
Jika kita mengakuinya

dan ingat, Allah sudah menitipkan Roh-Nya di dalam kita
Roh itu punya bagian yang harus Dia kerjakan
Oleh sebab itu, janganlah kita berusaha mengerjakan bagian Roh Kudus itu

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita;
sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa;
tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah
dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan
~Roma 8 : 26~

Pernahkah hati kita terisi penuh dengan suatu keinginan baik?
Sampai-sampai kita tidak punya cukup kata untuk mengungkapkan doa itu?
Dan semuanya hanya bisa tersampaikan dengan tangisan dan air mata?

Tuhan sudah pernah mendengar doa semacam itu
Dan Dia tidak pernah mengacuhkan apalagi memandang hina itu
Dia mendengar dan mengabulkan permohonan itu
Dan menguatkan iman sang ayah

“Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini”
Iman yang “aneh”
Iman itulah yang istimewa di hadapan Allah, Ayah kita di surga

Iman bukanlah hasil dari tindakan intelektual
melainkan hasil dari kemauan pada saat saya dengan sengaja menyerahkan diri saya
~Oswald Chamber~

Selamat hari Minggu
Tuhan Yesus sangat mengasihimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s