Iman yang Aneh

Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini
(Markus 9 : 24)

Kisah ini mengguncang hatiku

Pada saat itu seorang ayah mendatangi Yesus
Dia memohon kepada Yesus
Coba posisikan dirimu sebagai orang ini
Rasakan apa yang dia rasakan

Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah;
lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.

Rasakan apa yang ayah ini rasakan
Betapa hancur hatinya melihat anaknya yang terbanting ke tanah
Betapa hari-harinya dipenuhi ketakutan kalau-kalau anaknya kembali dirasuki
Tiap malam dia tidur
Tiap hari dia bekerja
Selalu dia rasakan cemas untuk anaknya

Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, 
supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat

Rasakan apa yang ayah ini rasakan
Rasakan betapa hatinya bersorak mendengar “murid Yesus datang”
Rasakan harapannya yang bangkit dalam sekejap
Dengar suara hati ayah itu, “murid Yesus datang, akhirnya kau bisa sembuh anakku”
“Anakku sembuh… anakku sembuuuhhh… yeaaa”

Ayah itu berlari
Menggedong anaknya
Jantungnya berdebar kencang
Sukacitanya memuncak
“wahai dunia… anakku akan sembuh sekarang”

Tetapi…. murid Yesus gagal mengusir roh itu
Rasakan betapa hancur harapan itu ketika murid-Nya gagal
Rasakan kekecewaan yang ayah ini rasakan

Baru saja dia sangat berpengharapan
Tapi kenyataan menghancurkan harapan itu, dia kecewa
Semakin sulit baginya untuk percaya anak itu bisa sembuh
Rasakan… rasakan… betapa hancur hati ayah ini

Kemudian Yesus bertanya pada ayah ini:
Sudah berapa lama ia mengalami ini?

Dan dia menjawab:
Sejak masa kecilnya.
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api
ataupun ke dalam air untuk membinasakannya.

Sekarang kita tahu apa yang anak itu alami… apa yang ayah ini kuatirkan
Kita bisa mencoba merasakan, hari-hari seperti apa yang ayah ini jalani

Dan dia melanjutkan:
Sebab itu JIKA Engkau dapat berbuat sesuatu,
tolonglah kami dan kasihanilah kami

Apakah kau pernah benar-benar memohon kepada seseorang
Pernahkah kau merasa benar-benar membutuhkan pertolongan
Merasa tidak berdaya, merasa kau tak mampu menopang hidupmu
Dan kakimu gemetar lemah, tidak sanggup lagi menopang tubuhmu
Dan kau tidak punya kata-kata selain:
“Tolong… tolong aku… kasihani aku.”

Ayah ini berserah… ayah ini sangat membutuhkan pertolongan Yesus
Tetapi semua yang dia alami selama ini seolah mengatakan padanya
“Anakmu tak akan sembuh. Anakmu akan mati.”
Bukan cuma itu, energinya untuk percaya, energinya untuk berharap
Sudah hampir habis saat dikecewakan oleh murid-murid Yesus
Kekuatan hatinya untuk percaya kepada Yesus… sudah hampir habis

Yesus mengerti hati ayah ini sudah lelah untuk berharap
Tetapi Yesus mau supaya ayah ini berusaha memacu hasratnya untuk percaya
Yesus mau supaya ayah ini berusaha untuk percaya kepada-Nya
Yesus mau supaya ayah ini tidak menyerah dalam pengharapan
Yesuspun mengujinya
Katamu: jika Engkau dapat?
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!

Mendengar perkataan Yesus itu
Sang ayah “terbangun”
Ayah itu berkata dalam hati… “aku harus percaya kepada Yesus”
Ayah itu berusaha untuk tidak putus pengharapan
Ayah itu mau percaya kepada Yesus

Tetapi ayah itu menemukan kesulitan dalam hatinya
Masa lalunya… dan kegagalan para murid, membuatnya sulit untuk percaya
Kekecewaan besar yang baru saja dia rasakan, memakan habis imannya
Hatinya berkata: “sangat sulit untuk bisa percaya dalam kondisi seperti ini”

Ayah itu bingung…
Dia mau percaya… tetapi… dia sangat sulit untuk percaya
Hatinya hancur
“Aku harus percaya… aku harus percaya… demi anakku aku harus percaya.”
Tetapi pikirannya tidak bisa mempercayai itu

Akhirnya…
Merasa gundah… merasa putus asa…
Ayah itu BERTERIAK… Ayah itu MENANGIS
“Aku percaya.”

Tetapi hati kecil akhirnya menyerah kepada Yesus
Hati kecilnya mengumandangkan pengakuan
Tolonglah aku orang yang tidak percaya ini!”

Dia berkata kepada Yesus…
“Yesus… sepenuh hatiku ingin percaya kepada-MU,
tetapi ampunilah aku, karena sulit sekali aku bisa percaya di saat seperti ini.
Tolonglah Yesus… aku mohon… sembuhkanlah anak yang kukasihi.”

Rasakan apa yang ayah ini rasakan
Rasakan dilemanya
Rasakan “iman yang aneh” -nya

to be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s