Never Borrow Sorrow from Tomorrow

Deal only with the present,
Never step into tomorrow,
For God asks us just to trust Him
and to never borrow sorrow,

For the future is not ours to know,
and it may never be,
So let us live and give our best
and give it lavishly

For to meet tomorrow’s troubles
before they are even ours
Is to anticipate the Savior
and to doubt His all-wise powers,

So let us be content to solve
our problems one by one,
Asking nothing of tomorrow
except “Thy will be done.”
~Helen Steiner Rice~

Ini tentang hal kekuatiran
Ini juga tentang visi

Visi… aku tahu dia ada di sana
Dia sudah ada di sana
Aku ingin mengetahuinya segera
Tetapi apa daya aku belum tiba di sana,
Aku belum ada di sana

Aku ingin tahu apa visiku
Namun apa daya, aku hidup di masa kini…

Tetapi justru di situ kuncinya
Aku hidup di masa kini
Bukan masa lalu
Bukan juga masa yang akan datang

Ya… aku hidup di masa kini
Belum jugakah kau mengerti?
Kau hidup di masa kini
Dan jikalau aku hidup di masa kini
Sudah barang tentu akan kuberikan segala yang terbaik
untuk hidupku saat ini

Apa visiku?
Aku belum tahu

Yang aku tahu aku disayang Allahku
Dan Dia hidup di dalamku, can you imagine that?
Tuhan … ya Tuhan pencipta segalanya
Hidup di dalamku, beraktivitas di dalamku
Untuk apa lagi aku kuatir?

Yang aku tahu, Tuhan berjalan besertaku… bersamaku
Dia ada di sampingku…
Tentu saja harus kulayani Dia

Mengapa aku harus mengacuhkan Dia
dan sibuk memikirkan apa visiku?

Aku mau hidup kudus, saat ini
Aku mau hidup akrab dengan Tuhanku, saat ini
Dan aku yakin…
Dia akan memberitahukan visi itu padaku

Menggumulkan visi itu baik
Tetapi ketika kekuatiran mulai merayu
Tidak ada satupun yang baik yang datang dari itu

Dan waspadalah, jangan sampai pergumulan itu justru merenggutmu dari Tuhan
Seperti pelayanan Marta yang merenggut waktunya bersama Tuhan

Hiduplah saat ini
Berikan yang terbaik darimu saat ini
Layanilah Dia saat ini
Karena itu semua
merupakan cara terbaik untuk mengetahui panggilanmu

Apa tujuan akhir dari hidupku?
Yakni mati tanpa ada penyesalan sedikitpun
akan detik demi detik yang kulalui

Ke manakah aku akan pergi?
Di manakah aku akan berada kelak?
Aku seperti ingin berteriak… “hey, aku belum peduli

karena perjalanan ke sana saja sudah sangat menyenangkan dan berarti
dan
karena Tuhanku sudah ada di sana

Apa panggilanku?
Aku rasa…
adalah hidup di saat ini dalam keadaan benar-benar hidup

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,
dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
~Mazmur 25:14~

karena aku tahu kepada siapa aku percaya
dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan
apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku

hingga pada hari Tuhan.
~2 Timotius 1:12~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s