The Money (Part III)

make-money
Aku tidak mengatakan bahwa semua orang harus hidup miskin
dan terbatas untuk menjadi berhikmat
Tidak…
Aku hanya mengatakan bahwa ada wisdom yang tidak akan pernah didapatkan
selain dalam kehidupan yang berat dan miskin
Dan aku sangat yakin akan hal itu

Semua orang di dunia ini, siapapun dia, pasti bisa bertahan dalam hidup kaya
Tetapi tidak semua orang, bisa bertahan dalam hidup yang miskin

Karena itu…
Janganlah seorang kaya sombong akan hartanya
Janganlah seorang pandai sombong akan pengetahuannya
Janganlah seorang rohani yang berada sombong akan hikmatnya
Karena ada sesuatu, yang berharga, yang ada pada orang-orang miskin tetapi tidak mereka miliki
Dan jika mereka diperhadapkan pada kemiskinan, belum tentu mereka bisa berdiri teguh

Aku bersyukur akan masa laluku
Aku tidak menikmatinya sama sekali
Sungguh hidup seperti itu tidak menyenangkan
Tetapi jikalau di dunia ini ada re-inkarnasi dan kehidupanku dimulai dari awal kembali,
maka aku mau mengulanginya lagi

Tetapi dalam keadaanku yang sekarang,
Yang dihiasi dengan kecukupan materi,
apakah aku menginginkan hidup yang miskin?
atau lebih jauh dari itu
apakah aku menghendaki rumah tanggaku kelak, anak-anakku (jika Tuhan menghendaki),
mencicip pahitnya kemiskinan?

Well, aku bodoh jika aku mengatakan aku menginginkannya
Tentu saja tidak
Aku tidak mau memberikan kemiskinan
Yang aku mau berikan adalah yang terbaik yang ada padaku

Dengan demikian,
Jika yang ada padaku adalah kecukupan
Maka yang terbaik dalam kecukupan itulah yang akan kuberikan pada keluargaku

We all need to provide  for our family
Indeed
But the big question mark is
Provide what exactly?
The understanding that money is the most important thing
or the idea that only life worth living is one that we are really passionate about?


Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
~Matius 6:11~

Kunci segala hikmat adalah mencukupkan diri
Akan tetapi, untuk mendapatkan kunci itu kita butuh kunci yang lain
Sebab kita tidak bisa serta merta memahami arti kecukupan
Karena definisi kecukupan itu sendiri tak sama seorang dengan yang lain
Cukup bagi orang kaya tidak sama dengan cukup bagi orang miskin
Dan nampaknya, mereka yang pernah “berada di bawah”
akan lebih bijak dalam menetapkan batas kecukupan itu

Itulah sebabnya Yesus pernah berkata:
Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum
dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
~Markus 10: 23-25~

Memang Yesus tidak bermaksud menentang orang-orang kaya
Yesus juga tidak berkata bahwa orang kaya mustahil masuk surga (ayat 27)
Tetapi Yesus memberikan peringatan kepada semua orang kaya di dunia ini
Bahwasanya kekayaan akan sangat memburamkan arti kecukupan
sehingga Tuhan-pun tidak lagi cukup bagi mereka

Seorang sahabat sedang bergumul dengan uang, gaji, dan life after marriage
dengan karir dan rencana ke depan

Apakah gaji akan cukup untuk berkeluarga
Apakah gaji cukup untuk membeli rumah
Apakah gaji cukup untuk menyekolahkan anak
and so on and so on

Di satu sisi, dalam keluarganya, dia diajari untuk hidup cukup
Di sisi yang lain, semua hal di atas mulai memenuhi pikirannya

Dia tidak mau bekerja untuk uang, dia tidak mau diperhamba oleh uang
Tetapi dia juga menyadari bahwa uang itu sangat penting
Apalagi ketika berbicara tentang kehidupan dalam pernikahan

Pergumulannya adalah sesuatu yang wajar
Banyak orang juga menggumulkan hal yang sama
Tetapi pertanyaannya adalah
Apakah perlu membebani pikiran dan hidup ini dengan pergumulan semacam itu?
Tidak tentu tidak

Mengapa?
Karena kalau kita tilik kembali lebih dalam
Akar dan pikiran utama dari pergumulan itu adalah…. UANG….

Dan segala sesuatu
Yang berakar pada uang
Yang berpusat pada uang
Yang menjadikan uang sebagai topik dan pikiran utama
Adalah kesia-siaan

Tuhan menjadi uang bukan untuk menjadi topik utama
Uang diciptakan hanya untuk menjadi alat dalam menyelesaikan suatu masalah
Tetapi jangan pernah menjadikan uang sebagai inti dari masalah itu

seperti Melly Goeslaw pernah bernyanyi:
Duit lagi duit lagi masalah yang mendasar dalam hidup ini
~Potret~

Akar segala kejahatan ialah cinta uang (1 Timotius 6:10)

~bersambung~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s