In The Waiting (Part 2)

In The Waiting (Last Part)

Pengorbanan Jonathan benar-benar menyentuh hati
Tetapi aku masih belum mengerti dan belum menerima pendapatnya
Sampai akhirnya, flash back berakhir, kembali ke masa sekarang,
di mana Klark sedang bercerita kepada Louise

Kemudian Klark mengucapkan beberapa kalimat
Kalimat inilah yang membuatku sadar
Kalimat sederhana, suatu kebenaran, yang akupun sudah menyadarinya
Tetapi karena terlalu terbuai akan mimpiku, aku sering mengabaikan kebenaran itu

Dan Klark berkata:
“Aku membiarkan ayahku mati,
Karena aku percaya padanya.
Karena dia yakin bahwa aku harus menunggu.
Karena dunia BELUM SIAP.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ya… itulah kebenaran yang ada dalam penantian setiap orang
Kebenaran yang selalu kita abaikan karena kita terlalu tidak sabar
Kita tahu kebenaran itu, tetapi kita berontak

Dan kebenaran itu adalah: Penantian ada karena ada pihak yang belum siap
Kita harus menanti, kita harus menunggu
Karena ada seseorang,
entah itu diri kita sendiri, atau orang lain,
yang belum siap

Bukankah demikian?
Kita tahu bahwa kita belum siap
Tetapi kita tidak bisa mengendalikan diri ini
Dan kita mengabaikan kebenaran bahwa kita belum siap
Sebaliknya, kita mengada-adakan kebenaran lain yang bukan kebenaran
Dan kita memaksa diri kita dengan mengatakan kebenaran palsu:
Aku siap
berikan keinginanku itu padaku sekarang…”

Semua hal yang kita inginkan, semua mimpi kita
Sebenarnya tidak semata-mata membawa kesenangan
Tetapi sembari dia membawa kesenangan,
dia juga membawa tanggungjawab besar

Mendapat pacar, memang menyenangkan, tetapi ada tanggung jawab besar menanti
Menikah,
Mempunyai anak,
Naik jabatan,
Kuliah di luar negeri
Dan semua cita-cita di dunia
Tidak hanya memberi kesenangan
Tetapi juga tanggungjawab yang luar biasa besar
Dan justru, porsi tanggungjawab ini jauh lebih besar dari porsi kesenangan

Oleh sebab itu… kita harus menanti…
Berhenti membohongi dan memaksakan diri…
Dan terimalah kenyataan… bahwa kita belum siap

Tetapi tentu saja tidak hanya sampai di sana
Ada kebenaran lain yang terkandung dalam suatu penantian
Dan kebenaran sederhana ini juga sering kita abaikan
Dan kebenaran itu adalah:
“Ada waktu yang TERBAIK untuk segala sesuatu”

Dan itu berarti sukacita kita bila meraih keinginan kita saat ini juga,
akan jauh lebih keciiiiillll, jika dibanding sukacita kita saat meraihnya di waktu yang terbaik itu
Oleh sebab itu, semua itu pantas untuk kita nantikan

Kita tahu, kita sadar bahwa kita belum siap, makanya kita harus menanti
Dan ketika kita menyadari semua itu
Kita akhirnya tahu bahwa ada hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini
Dan itu, tentu saja… mempersiapkan diri… untuk waktu yang terbaik itu…

~Menanti memang menyiksa
Tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan
Adalah penderitaan yang terburuk~

Ya… ketika kau hanya galau menantikan sesuatu atau seseorang
Itu sama saja kau tidak tahu apa yang harus kau lakukan
Itu sama saja kau tidak melakukan apa-apa dalam penantianmu
Dan itu adalah penderitaan yang terburuk
Oleh sebab itu… persiapkanlah dirimu

Untuk segala sesuatu ada masanya,
untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
(Pengkhotbah 3 : 1)

girl-quote-sea-waiting-Favim.com-337938

Good-things-come-to-those-who-wait-but-better-things-come-to-those-who-work-for-it

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s