Dua Orang itu di Car Free Day (Part 2)

Dua Orang itu di Car Free Day (Part 2)

Ketika sampai di Bundaran HI
Aku melihat ada beberapa orang berkerumun
Di tengah-tengah mereka, ada seseorang dengan sepeda yang unik

Tidak lama setelah itu akhirnya aku menyadari
Orang yang menjadi pusat perhatian adalah Solehudin
Who is this guy?

Dia adalah orang yang memecahkan rekor MURI sebagai
“Penjelajah Negeri dengan Bersepeda dalam Waktu Terlama”

Dia adalah warga Kampung Babakan Desa Cikalong Kec Sodonghilir Kab Tasikmalaya
Masa kecilnya tidak bahagia
Selama masa balitanya ia mengalami sakit yang menyebabkan dia tidak bisa berjalan
Tidak hanya itu, dia juga sulit berbicara

Dalam kesabaran dan penantiannya akan kesembuhan
Dia memiliki cita-cita
Ketika dia sembuh nanti, dia akan keliling Indonesia

Dan siapa menduga, diapun sembuh
Dan benar-benar mewujudkan impiannya itu
Dia berhasil menjelajahi bumi Indonesia, 33 propinsi, selama 6 tahun
Terhitung dari 1 Januari 2004 hingga 10 Januari 2011

Jangan kira seluruh perjalanannya menyenangkan
Tidak jarang dia harus melewati hutan pada malam hari
Dan menurut yang aku baca,
dia bahkan pernah didekati oleh 5 ekor harimau di suatu hutan di Jambi Selatan

Menurut dia, perjalanan terberat adalah di kalimantan dan Papua
Sementara perjalanan paling menyenangkan adalah di Batam dan Bali

Tidak kurang dari 300 kali ban sepedanya pecah
Dua ribu kali dia harus mengisi ban-nya dengan angin
Ratusan kali harus berganti sandal
Dua kali berganti sepatu
Seratus dua puluh ribu kilometer telah dia jelajahi
Dalam enam tahun
Wooow… dia bukan orang biasa
Puji Tuhaaaan, aku berkesempatan berfoto dengannya

Akhirnya, akupun pulang
Tetapi pengalaman hari ini,
bertemu dengan dua orang itu
Benar-benar membuatku kembali merenung

Aku bertanya dalam hatiku…
Apakah sang bapak yang berusia 60 tahun itu,
yang masih single itu, menyia-nyiakan hidupnya?
Dia hidup menyendiri
Sangkaku dia adalah pebisnis supersibuk sampai-sampai memilih tidak menikah
Tidak tuh, beliau adalah pedagang susu kedelai
Aku rasa itu tidak mungkin menjadi alasan sampai-sampai tidak memikirkan jodoh
Aku kira beliau pernah berbisnis hingga ke luar negeri
Tidak juga tuh, beliau menghabiskan 40 tahun hidupnya hanya di Jakarta
Dan mengisi hidupnya bergereja di gereja yang satu ke gereja yang lain
Dan yang hingga hari ini masih berkesimpulan
bahwa keselamatan ditentukan oleh perbuatan.”

Tidakkah dia menyia-nyiakan hidup ini?
Tidak bisa kupungkiri, itulah yang kupikirkan

Dan aku terus bertanya…
Apakah pria bernama Solehudin itu, pencatat rekor itu,
Apakah dia menggunakan waktunya dengan benar?
Apakah dia benar-benar tidak menyia-nyiakan hidupnya?
Apakah dengan semua itu, dia sungguh-sungguh tidak menyia-nyiakan hidupnya?

Aku tidak ingin berpikir tentang itu lebih lama
Pertanyaan yang paling penting bagiku, dan aku yakin, bagimu juga, adalah
“Apakah aku yakin bahwa aku tidak sedang menyia-nyiakan hidup ini?”

Tidak bisa tidak, aku tetap kagum pada Solehudin
Aku ingin bisa melakukan sesuatu,
yang tidak semua orang mau melakukannya
yang tidak semua orang mampu melakukannya

Aku tidak ingin menyia-nyiakan satu detikpun dalam masa hidupku
Aku tidak mau suatu saat nanti, diriku 10 tahun lagi, atau diriku 20 tahun lagi
mengingat-ingat dan menyalahkan diriku yang sekarang
Sebaliknya, aku mau menggunakan hidupku sehabis-habisnya
sehingga aku memiliki power untuk berkata pada diriku di masa depan
“heiii kalian, tuan Richard Arnold 10, 20, 30, 40 tahun lagi….
lihat, aku sudah menyelesaikan tugasku dengan baik,
aku tidak menyia-nyiakan hidupku, sekarang giliran kalian,
jangan kecewakan aku, aku sudah berusaha mati-matian,
jangan kalian gagalkan apa yang sudah kita mulai.”

Dan bagiku…
yang terutama di dalam hidup ini…
adalah menyenangkan hati Tuhan

Aku tahu bahwa kasih-Nya padaku tidak tergantung pada apa yang aku lakukan
Tetapi apakah kau tahu, bagaimana perasaan seorang anak kecil,
yang mendapat rangking pertama di sekolahnya,
bagaimana hatinya berdegup kencang
bagaimana dia ingin segera pergi dari tempat itu
dan dia berlari, berlari kencang, tanpa lelah
dan dia terus berpikir, “ayahku pasti akan senang dan bangga mendengarnya”
dan setelah dia sampai, dia begitu excited
dia ingin segera bertemu dengan ayahnya dan berkata
“Papa… lihatlah… aku mendapat rangking satu”

Seperti itu jugalah hidup mengasihi Tuhan
Tuhan tidak memaksamu untuk mengasihi-Nya
Dan kasih-Nya padamu tidak tergantung pada apa yang kamu lakukan
Tetapi kasih-Nya yang memenuhimu
Kasih-Nya memberikan padamu perasaan paling hebat di dalam hidup ini
Perasaan apakah itu?
Itulah perasaan “mengasihi Tuhan”

Dan kasih kepada Tuhan itulah yang akan memampukanmu,
untuk berkata
“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain”

Dan kasih itu jugalah yang menyadarkan hatimu
bahwa yang terutama dalam hidup ini adalah
menyenangkan hati Tuhan dan membuat Tuhan bangga

Itulah hidup yang tidak sia-sia bagiku
Dan kalau boleh aku mengutarakan mimpiku di hadapan Tuhan
Aku ingin sekali menjadi seorang yang mengubah dunia ini
Aku ingin sekali hidupku mengubah hidup seseorang

Tetapi janganlah kehendakku yang jadi
Melainkan kehendak-Nya jadilah

Amin

Terima kasih Tuhan untuk pelajaran ini
Thanx for this Revolutionary Road

549132_449490751800838_1577923015_n
294167_410654492375311_1813014919_n
1017275_200550940097711_846997476_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s