Menanti suatu Tanda (3)

Pelajaran terakhir adalah tentang sesuatu yang sudah sangat sering kita simak
Yakni mengenai mujizat Yesus
Dan salah satunya adalah ketika Yesus melakukan mujizat di dekat Kolam Betesda

Di sana ada seorang yang sakit selama 38 tahun
Melihat orang itu, Yesus bertanya:
“Maukah engkau sembuh?”

Dan orang sakit itu menjawab:
“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang,
dan sementara aku menuju ke kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku.”
(Yohanes 5 : 7)

Tetapi Yesus berkata:
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” (ayat 8)

Dan orang itupun sembuh

Apa kau menyadari sesuatu yang unik dalam peristiwa dalam perikop ini?
Di sini mujizat Yesus sedikit berbeda dibanding mujizat-Nya kepada orang lain
Dalam lain kesempatan, Yesus menyembuhkan orang-orang
yang memang sudah tahu bahwa Yesus adalah Orang hebat saat itu
Banyak orang sakit datang kepada-Nya karena tahu Dia penuh kuasa

Tetapi berbeda dengan orang yang sakit ini
Orang ini tidak kenal siapa Yesus
Kata “Tuhan” dalam ayat 7 tidak ditujukan untuk menyatakan Tuhan Allah
Melainkan “Tuhan” yang mengacu kepada bentuk “Tuan”
#Bandingkan dengan terjemahan Bahasa Inggris

Akan tetapi ia menjawab mereka:
“Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.
Mereka bertanya kepadanya:
“Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu (Yesus),
sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. (ayat 11-13)

Lihat kan?
Orang ini tidak kenal siapa Yesus
Orang itu tidak tahu bahwa Yesus adalah seorang penyembuh
Artinya, orang yang sakit itu awalnya tidak berharap Yesus akan menyembuhkan dia

Hal itu terlihat dari tanggapannya pada Yesus
Yesus berkata: “Maukah engkau sembuh?”
Tetapi orang itu tidak menjawab: “Iya, sembuhkan aku.”
Sebaliknya, orang itu hanya menceritakan keluh kesahnya

Akhirnya, Yesus pun berkata:
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.

Bagaimana pendapatmu?
Menurutmu, ketika mendengar perkataan Yesus,
bagaimana tanggapan orang yang sakit itu?
Yang aku tangkap adalah,
orang yang sakit itu tidak menerima perkataan Yesus sebagai perkataan mujizat
Melainkan sebagai perkataan ajakan atau perintah

Hal itu juga tercermin dari jawaban dia saat ditanya orang Yahudi
“Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Dalam bahasa sehari-hari, mungkin bisa kubahasakan seperti ini
“Aku awalnya sakit,
tapi dia (Yesus) menyuruh aku untuk berdiri, mengangkat tilam, dan berjalan,
ya aku nurut, aku coba berdiri, eh ternyata aku kok bisa berdiri,
ternyata dia (Yesus) menyembuhkan aku.”

Lihat kan?
Dalam banyak perkara, Yesus tidak menuntut kita untuk mengerti dahulu
Yesus mau supaya iman kita tidak didasarkan pada apa yang kita lihat
Yesus mau supaya kita tidak sekadar percaya
Melainkan juga TAAT kepada apa yang Dia perintahkan

Seperti mujizat Tuhan Yesus kepada orang yang sakit
Orang itu belum mengenal Yesus
Yesus tidak memperkenalkan diri kepada dia
Yesus tidak berkata, “Aku bisa menyembuhkanmu.”
Dan saat melakukan mujizat-Nya,
Yesus juga tidak menyentuh atau men-treat orang itu
Yesus hanya berkata:
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.

Orang itu tidak mengharapkan tanda apa-apa sebelum dia bisa percaya kepada Yesus
Yang orang ini lakukan hanyalah taat kepada perintah Yesus
Dan kita tahu sama-sama bahwa orang ini akhirnya sembuh

Inisiatif kesembuhan berasal dari Yesus
Tetapi Yesus mau bahwa orang itu taat pada apa yang Dia perintahkan

Kesembuhan tidak berasal dari ketaatan orang itu
Kesembuhan hanya ditentukan oleh kuasa dan keinginan Yesus
Tetapi…
Kesembuhan tidak akan terjadi jika orang itu enggan berusaha bangun
Dan sebaliknya,
saat orang itu taat dan mulai mencoba bangun,
sesungguhnya kesembuhan itu sudah terjadi

Apa yang kita pelajari dari sini?
Bahwasanya Tuhan mau kita menjadi rekan sekerja-Nya
Tuhan bisa bekerja sendiri
Tetapi Dia menghendaki kita menjadi rekan-Nya

Ada bagian Tuhan dan ada bagian manusia
Bagian Tuhan ada dalam seluruh anugerah-Nya
Sementara bagian kita adalah TAAT dan PERCAYA

Sebelum kita taat…
Banyak perkara menunjukkan… mujizat tidak akan terjadi
Tetapi pada saat kita taat…
Banyak perkara membuktikan… mujizat telah dan sedang terjadi

Jadi… masihkah engkau meminta tanda-tanda yang jelas
sebelum kau bisa dan bersedia untuk taat dalam perjalanan hidupmu?

Bersambung ke bagian terakhir…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s