Menanti suatu Tanda (The Leap of Faith)

Capture

Sebagai penutup…
Aku teringat akan satu hal
Sekali lagi ini adalah pelajaran dari kisah Man of Steel

Masihkah kau ingat?
Ketika Kal El (Superman) datang ke gereja
Dan membuat suatu pengakuan kepada Pastur

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kal-El : Aku tidak tahu harus memulai dari mana
Pastur: Terserah padamu mau memulai dari mana

Kal-El:
Pesawat semalam itu…
Akulah yang mereka cari.

Pastur : “menelan ludah”
Apakah kau tahu mengapa mereka menginginkanmu?

Kal-El:
Tidak. Dia adalah Jendral Zod. Jika aku menyerah
tak ada jaminan dia akan menepati janjinya, tapi…
Jika ada kesempatan,
Aku akan berusaha menyelamatkan dunia semampuku.
Apa aku harus melakukannya?

Pastur:
Apa yang hatimu katakan?

Kal-El:
Zod tidak bisa dipercaya
Masalahnya adalah…
Aku juga tidak yakin orang-orang di dunia ini juga dapat kupercaya

Dan Kal-El pun pergi
Tetapi sebelum dia keluar, Pastur itu berpesan:

“Sometimes you have to take a leap of faith first…
the trust part comes later…”
(Terkadang kau harus membuat lompatan iman terlebih dahulu…
bagian percaya akan datang kemudian)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Memang benar, perkataan di atas bisa menimbulkan kontroversi
Bisa saja orang menyanggah bahwa di dalam faith harus ada trust
Sehingga tidak mungkin ada faith jika trust baru akan datang nanti

Aku yakin kisah ini tidak bermaksud mempertentangkan faith dengan trust
Yang aku tangkap bukanlah konflik antara faith dengan trust
Melainkan perbedaan antara LEAP of faith dengan trust

Bagaimana aku akan membahasakannya?
Adalah seorang laki-laki yang hendak mencoba sky diving
Dia pun mencari time sky diver paling ahli di kotanya
Tim ahli terjun langit ini tidak pernah gagal, mereka sangat terpercaya
Semua peralatan safety telah siap, sky diving pasti sukses

Di sinilah akan terlihat jelas:
“Sometimes you have to take a leap of faith first, the trust part comes later”

Pria ini sudah punya trust kepada tim ahli sky diver yang akan menuntunnya
Pria ini betul-betul percaya kepada mereka
Tetapi semua kepercayaan itu akan sia-sia
kalau pada akhirnya dia tidak mau melompat dari pesawat dan meluncur

Ketika dia sudah meluncur
Maka sepenuh hidupnya dia gantungkan pada trust-nya
Setelah dia ada di udara, dia sudah tidak punya kuasa atas dirinya sendiri
Dia “menyerahkan” hidupnya pada tim yang menuntun dia

Tetapi…….
Sebelum dia meluncur,
dia masih memegang kendali seutuhnya atas dirinya sendiri
Ya, dia masih bisa memutuskan apakah dia jadi akan meluncur
atau mengurungkan niatnya

Di sinilah letak “leap of faith” dengan “trust

Kita percaya sepenuhnya kepada Allah
Kita percaya bahwa Allah mengasihi kita
Kita yakin bahwa Allah akan menuntun langkah kita ke jalan yang benar
Tuhan pasti menggiring kita menuju visi hidup kita

Tetapi kerap kali perintah dan petunjuk Allah tidak sejelas itu
Seringkali perintah Allah terdengar samar-samar
Tidak jarang kita sulit membedakan mana suara Allah dan mana yang bukan

Lalu apa yang akan kau lakukan jika hal itu datang padamu?
Apakah kau mau terus berdoa sampai suara-Nya jelas?

Well, aku tidak bisa memberikan saran apapun kepadamu
Yang bisa aku katakan hanya
“Sometimes you have to take a leap of faith first, the trust part comes later”

Kau sudah memiliki bagian trust itu? Bagus
Kini saatnya kau untuk melatih dirimu membuat lompatan iman
Dan di dalam lompatan iman,
ada dua hal yang utama…
Yaitu IMAN itu sendiri
Dan tentu saja, KETAATAN
Jadilah taat dan melompatlah

Jangan takut saat kita membuat lompatan iman
Tetapi ketika kita takut, maka ingatlah:

Walau tidak ada tanda-tanda hujan besar,
Nuh taat membangun bahtera
Walau tak ada tanda-tanda mempunyai keturunan,
Abraham taat untuk meninggalkan Ur-Kasdim
Walau tak ada tanda-tanda akan sukses,
Eliezer taat untuk pergi dan mencari jodoh untuk Ishak
Walau tak ada tanda-tanda kepastian yang akurat,
Ribka berani meninggalkan keluarganya
dan pergi bersama Eliezer untuk bertemu dengan Ishak, jodohnya

Dan kita me-recall pelajaran sebelumnya

Kepada Musa, Tuhan berkata (dalam bahasa saya)
“Pergilah dan taatlah dahulu,
maka aku akan memberikan tanda kepadamu belakangan.
Inilah tanda untukmu:
Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir,
maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.

Kepada orang-orang Yahudi, Tuhan Yesus berkata (dalam bahasa saya):
“Kamu harus mau dulu untuk melakukan kehedak-Nya,
barulah kau akan betul-betul mengerti darimana asalnya ajaran-Ku”

“Kamu harus merendahkan dirimu dulu dihadapanku,
barulah kamu akan tahu bahwa Akulah Dia”

Dan kepada seorang yang sakit di dekat Kolam Betesda,
Yesus berkata (dalam bahasa saya)
“Kamu harus berusaha bangun dulu,
kemudian ketika kau mencoba untuk berdiri,
sesungguhnya pada saat yang sama engkau telah sembuh.”

Dan semua hal di atas, memberikan kesimpulan kepada kita
Bahwasanya…
Kita harus melakukan lompatan iman

Di dalam hidup mengiring jalan Tuhan
Di dalam menggumulkan visi hidup
Di dalam penantian akan jawaban Tuhan mengenai sesuatu
Di dalam penantian akan mujizat-Nya
Kita harus percaya…
Kita harus taat…

Dan pada saatnya, ketika kita sudah berada di ketinggian 10.000 kaki
Ketika kita melihat dari atas, semuanya terlihat menjadi kecil
Kita tahu, kita percaya bahwa kita akan selamat bersama tim sky diving
Tetapi apakah kita berani melepas pegangan kita dan melompat?
Apakah kita berani meluncur?

Kita percaya kepada Allah
Kini pertanyaanya, apakah kita siap membuat lompatan iman?

jreng jreng jrengggggg

Tuhan memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s