Dosa

Dosa

Kau lihat apa yang gambar ini katakan?
Kau yakin melihatnya?

Kalau kau sungguh-sungguh melihatnya
Maka katakan hal itu kepada dirimu sendiri

Semua manusia, di dunia ini, anak-anak Tuhan sekalipun
Tidak ada yang kebal terhadap dosa
Semua manusia bisa jatuh ke dalam dosa
Semua manusia bergumul akan dosa

Dan mungkin kau adalah salah satu dari sekian banyak orang
Yang jatuh, jatuh, dan jatuh lagi ke dalam lumpur dosa yang sama

Kau melakukannya lagi
Kemudian setelah kau mengecap “nikmatnya” dosa itu,
Setelah kau puas, setelah kau bosan
Dalam sekejap kau menyesal
Kau memohon ampun kepada Tuhan
Kau mengatakan,
“Tuhan, sungguh aku tidak mau melakukannya.”
“Tuhan, ampuni aku, aku tidak akan melakukannya lagi.”

Sehari dua hari berlalu
Kau tidak melakukan hal yang sama lagi
Kau merasa bangga akan pencapaianmu
Tetapi suatu hari, ketika suasana hatimu penat
Kau jatuh lagi ke dosa yang sama
Dan sekali lagi, setelah kau puas
Kau kembali minta ampun
Tetapi kini berbeda, rasa bersalahmu mulai memudar
Dan kau mulai mencari pembenaran akan dosa itu
atau kau merasa,
“Tuhan, satu dosa ini saja, mohon Engkau maklum.

Kau jatuh, kau jatuh, kau jatuh lagi…
Kau menyesal… kau sungguh menyesal…
Saat hari sukacitamu, kau jauh dari dosa itu
Tetapi saat gundah penat hatimu, kau ceburkan dirimu lagi
dan lagi-lagi kau mencari pembenaran…
tetapi kau tahu, dalam lubuk hatimu yang terdalam…
Kau sebenarnya tidak ingin melakukannya…

Jika itu yang terjadi padamu
Biarlah kata-kata di gambar ini menguatkanmu…

Lanjutkan usahamu, kawan
Tunaikan komitmenmu di hadapan Allah
Lawan dosa, jangan mau kalah terhadap godaannya

Ingat betapa hinanya berada di dalam lobang dosa itu
Ingat betapa dalamnya lobang itu
Kau tidak mau kembali lagi ke sana kawan

Keep going… lawan godaan dosa…
Bertahanlah… lebih lama… lebih lama lagi…
Remember why you started…

Kau lawan dosa
Kau berteriak,
“Tuhaaaannnn… tolong aku, godaan ini terlalu kuat.”
“Tuhaaaannnn… aku menderita, dosa ini menenggelamkanku.”

Tapi dengarlah, Tuhan berseru di depanmu
Tepat di hadapan wajahmu,
Dia berkata…
“Lawan terus… sedikit lagi… sedikit lagi….”
“Keep going, remember why you started.”

“I know you are in pain… But pain is temporary”

Suatu saat nanti
Otot rohanimu akan kuat
Dan suatu saat nanti, kau akan berdiri dan menginjak dosa itu

Ingatlah
Pandanglah wajah-Ku
Aku sudah menyiapkan Mahkota Kehidupan untukmu
Keep going and remember why you started…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s