Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_2

Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_2

Kisah pertama adalah saat pertama kali Andreas bertemu Yesus
Seperti telah kita tahu, Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis

Kala itu, Yohanes Pembaptis sedang berdiri bersama Andreas,
dan murid yang satu lagi (yang diyakini sebagai Yohanes)
Ketika melihat Yesus, Yohanes Pembaptis berkata:
“Lihatlah Anak domba Allah!”

Andreas pasti sudah mengerti bahwa yang dimaksud Anak domba Allah
adalah Mesias atau Kristus
dan kita lihat di sini, bagaimana respon mereka

Mereka pergi meninggalkan guru mereka
Dan berjalan mengikut Yesus

Tetapi Yesus menoleh ke belakang dan bertanya:
“Apakah yang kamu cari?”

Dan mereka menjawab bukan berkat, bukan uang, bukan hal lain, tetapi
“Guru… di manakah Engkau tinggal?”

Ini unik
Misalkan kau bertemu dengan seorang Presiden atau orang terkenal lain,
mungkinkah pertanyaan pertamamu adalah “di manakah engkau tinggal?”

Andreas tahu bahwa Yesus adalah Mesias
artinya Andreas seharusnya tahu Yesus bukan orang sembarangan
dan Andreas seharusnya mengerti, tidak semudah itu tinggal di rumah-Nya
Lagipula, Yesus baru pertama kali bertemu dengan dia
Bukankah seharusnya ada “awkward moment”

Tetapi kita lihat di sini, itu semua tidak mencegah Andreas
Roh di dalam Andreas bergejolak saat melihat Anak Allah
Dan tidak ada hal lain yang dia inginkan pertama-tama
Selain tinggal bersama Allah

Bukan berkat-Nya
Bukan kesuksesan dari-Nya
Bukan apapun yang Dia bisa berikan
Tetapi inilah kasih mula-mula ketika pertama kali bertemu Dia
Yakni “Aku ingin berada di mana Engkau berada.”

Dan Yesuspun menjawab,
“Marilah dan kamu akan menemukannya”

Dan Andreas bersama yang seorang lagi , menginap di rumah Yesus
Aku bertanya-tanya, apa yang mereka obrolkan dalam satu malam itu
Karena satu malam saja cukup untuk membuat Andreas yakin
Bahwa Yesus adalah Mesias
Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya
dan ia berkata kepadanya:
“Kami telah menemukan Mesias”

Inilah kisah kedua tentang Andreas
Yakni saat dia memperkenalkan Yesus kepada saudaranya, Simon Petrus

Coba kita renungkan,
Saat itu Andreas pasti penuh dengan sukacita
Penuh dengan semangat
Dan dia tidak menyimpan itu untuk dirinya sendiri
Sebaliknya, dia mengajak saudara yang dikasihinya kepada Yesus

Petrus juga seorang nelayan
Kita mungkin bisa menerka bagaimana karakter seorang nelayan
Pasti dia punya urusan lain, pasti dia sibuk
Lagipula, diyakini bahwa zaman itu banyak orang mengaku mesias
Pastilah respon awal Petrus tidak setertarik itu, palingan mesias palsu lagi
Tetapi Andreas berhasil membujuknya
Bukan Yesus yang mendatangi Petrus
Tetapi Andreas yang membawanya kepada Yesus

Itulah pertemuan pertama Petrus dengan Yesus
Pertemuan yang mengubah hidup Petrus
Pertemuan yang tidak akan dilupakan Petrus seumur hidupnya
Dan mulai dari pertemuan itu,
Petrus dipersiapkan menjadi rasul Yesus
Menjadi Batu Karang fondasi berdirinya gereja
Menjadi pemimpin gereja yang menjangkau orang-orang Yahudi

Petrus yang agung
Adalah hasil dari sebuah ajakan dari Andreas yang mengasihinya

Andreas tidak menyimpan berita sukacita itu sendiri
Andreas tidak menceramahi Petrus
Dia hanya… mengajak Petrus kepada Kristus

Dan siapa sangka…
Sebuah ajakan, berarti segalanya

Walau pada akhirnya, Petrus lebih terkenal dibanding Andreas
Andreas tak akan pernah menyesali ajakan yang dia buat itu

Bagaimana dengan kita?
Terkadang kita terlalu takut untuk menjangkau seseorang
Kita terlalu fokus kepada ketidakmampuan kita untuk menginjili
Kita fokus kepada kelemahan kita
Dan itu membuat kita enggan melakukan apa-apa

Padahal firman Tuhan mengajarkan,
Kalau kita tidak sanggup menginjili,
Setidaknya cobalah untuk mengajak

Aku tidak bermaksud mengecilkan arti penginjilan
Karena pada akhirnya Rasul Andreaspun diutus untuk menginjili
Tetapi yang kumaksudkan dalam hal ini adalah:
Hanya sebuah ajakan… bisa mengubah segalanya…

Bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita seperti Andreas?
Sudahkah kita mengajak orang-orang yang kita kasihi kepada Kristus?
Siapa yang tahu, salah seorang saudara yang Anda jangkau,
bisa Tuhan pakai menjadi seperti Petrus
Atau jangan-jangan, Anda-lah hasil dari ajakan itu?

To be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s