Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_3

Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_3

Sebelumnya kita belajar bahwa
Andreas membawa Petrus kepada Yesus

Kini kita belajar suatu hal yang lain
Yakni pada saat Yesus membuat mujizat
Memberi makan, setidaknya 5000 orang laki-laki (Yohanes 6:1-15)

Melihat orang banyak yang kelaparan itu, hati Yesus tergerak
Dan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya,
bagaimana cara memberi mereka semua makan,
pertanyaan itu Dia tanyakan untuk menguji seberapa jauh iman mereka
Dan di sini kita tahu bahwa orang yang Yesus tanya adalah Filipus

Dan Filipus pun menjawab:
“Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Ada yang perlu dicermati dalam jawaban Filipus
Dua ratus dinar, setahuku bukanlah angka yang kecil di zaman itu
Di perikop yang lain dicatat, minyak wangi milik Maria dinilai sebesar 300 dinar
Dan yang pernah aku dengar, 300 dinar jelas bukan angka yang kecil
Itu berarti dua ratus dinar juga angka yang sangat besar
Dan pasti Yesus dan murid-murid-Nya tidak mengantongi uang sebesar itu

Dengan demikian, respon Filipus bukan sekadar bingung
Filipus bukan sekadar tidak percaya, tetapi ia juga menyentil
Dan kalaupun bukan maksudnya menyentil,
Setidaknya yang dia maksudkan adalah “tidak mungkin memberi mereka makan”

Ini jugalah respon dari rasul-rasul yang lain
Mereka fokus kepada kelemahan mereka
Mereka fokus kepada apa yang tidak mereka miliki

Tetapi Andreas berbeda
Sementara murid-murid yang lain pusing mempermasalahkan solusi
Andreas berusaha mencari solusi

Dia mencari… dia benar-benar mencari solusinya
Dan dia pun mendapatkan seorang anak, dengan 5 roti dan 2 ikan
Lihat…
Andreas tahu bahwa itu tidak mungkin cukup (secara akal manusia)
Andreas juga tahu bahwa mungkin dia akan ditertawakan yang lain

“Ahhhgg… ngapain pula si Andreas ini bawa anak kecil, malah ganggu.”
“Ahhhgg… si Andreas ini kok becanda pula, lagi pusing gini,
mana ada 5 roti dan 2 ikan itu cukup… hee taheee…”

Mungkin itu reaksi dari murid-murid yang lain
Tetapi kita tahu, Andreas tetap membawa anak itu kepada Yesus
Karena di dalam lubuk hatinya, dia percaya, Yesus bisa berbuat sesuatu

Memang benar, bahwa pada akhirnya Andreas tetap ragu
Dia berkata:
“Di sini ada seorang anak,
yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan;
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Tetapi dibanding memperhatikan kelemahan Andreas di sini
Aku lebih tertarik memeplajari apa yang dia lakukan
Dan alangkah indahnya ini untuk kita teladani

Aku tidak bisa membayangkannya
Bagaimana ketika yang lain pusing
Andreas menjauh dari kumpulan mereka
Dan mencari kalau-kalau ada yang bisa dia dapatkan
Dia melihat sekeliling
Mungkin saja ada yang punya makanan lebih
Orang dewasa dia tanyai tidak ada yang memilikinya
Dia mencari dan terus mencari
Mungkin dia berkata dalam hati, “ngapain aku melakukan ini?”
Akalnya pasti berkata, “tak mungkin aku menemukannya.”
Tetapi akhirnya dia menemukan anak kecil itu
Batin dan akalnya bergumul, dia ragu
“Ada 5 roti dan 2 ikan, tetapi mana mungkin.”
Ah coba kukasih ke Guru-ku dulu yang penting.

Dan dia meminta izin orangtua anak itu
Dia mengajak anak itu
Akhirnya dia kembali ke kelompoknya,
Di mana Yesus masih diam dan murid-murid yang lain masih pusing
Dan dia berkata,…
“Guru, akhirnya aku temukan sesuatu… tetapi hanya ini”

Wooooooowwwwwwww

Seperti murid-murid yang lain
Kebanyakan kita fokus kepada apa yang tidak kita punya
Tetapi dari teladan Andreas, kita mengerti sekarang
Janganlah kita fokus akan hal itu
Melainkan fokuslah kepada apa yang kita miliki, dan bersyukurlah
Karena kita tahu, bahwa yang sedikit itu, jika ada di tangan Yesus,
Dan menjadi berlimpah-limpah seturut dengan apa yang perlu (sesuai kehendak-Nya)

Dan kita juga belajar
Janganlah kita fokus kepada problema hidup
Tetapi fokuslah untuk mencari solusinya
Walaupun nampaknya mustahil solusi bisa ditemukan
Tetapi kita percaya, bahwa Yesus bisa mengubah yang mustahil menjadi nyata

Dan yang terakhir…
Kalau sebelumnya Andreas membawa Petrus kepada Yesus
Kali ini dia berhasil melakukannya lagi,
Kali ini dia membawa anak kecil itu kepada Yesus

Luar biasa…
Walau Andreas tidak sepopuler Petrus, Yohanes, dan Yakobus
Tetapi apa yang dilakukannya sungguh menyentuh hati

Berawal dari sebuah ajakan
Berawal dari sebuah “Ya Tuhan, yang berhasil kucari hanya segini
Berujung pada mujizat Yesus paling bombastis yang pernah Dia lakukan

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita masih fokus pada kelemahan kita, pada masalah kita?
Sudahkah kita mensyukuri apa yang kita punya?
Sudahkah kita berusaha mencari solusi bersama Allah?
Ingat… bisa saja Tuhan melakukan mujizat paling bombastis dalam hidupku
asalkan kau sudah berusaha mencari dan berkata
Tuhan… aku sudah berusaha semampuku…
aku sudah melakukan bagianku,
kini kuserahkan semua pada-Mu,
lakukanlah bagian-Mu, ya Allah”

To be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s