Tritunggal Bagian 9 (Roh Kudus di Perjanjian Lama)

Di bagian terdahulu kita belajar tentang ke-Ilahi-an Kristus
Dan pada bagian kita, kita akan belajar tentang Roh Kudus

Siapa Roh Kudus sebenarnya?
Banyak yang mengira Roh Kudus adalah kuasa atau energi dari Allah
Banyak yang mengira Roh Kudus bukanlah pribadi dari Allah itu sendiri
Dan tentu saja, pasti ada yang mengira bahwa Bapa = Anak = Roh Kudus

Pada bagian ini aku harap kita bisa mengerti bahwa semua itu adalah salah
Roh Kudus adalah Pribadi dari Tritunggal
Roh Kudus bukanlah Yesus Kristus
Dan Roh Kudus bukanlah Bapa
Tetapi Bapa bersama Anak bersama Roh Kudus, Dia-lah Allah

Adapun pada bagian ini, kita akan lebih dahulu fokus untuk mengenal Roh Kudus sementara bagian yang menunjukkan perbedaan antara Ketiga Pribadi Tritunggal akan dijelaskan secara terpisah di bagian lain.

Kita awali dengan pertama-tama membahas Roh Kudus menurut Perjanjian Lama (PL). Pribadi Roh Kudus tidak hanya berkarya dalam masa Perjanjian Baru (PB). Di Perjanjian Lama, tercatat beberapa kisah yang menjelaskan kehadiran Roh Kudus. Walaupun demikian, Roh Kudus tidak pernah digambarkan se-nyata di PB. Berikut beberapa hal yang bisa kita pelajari:

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa (Keluaran 31 : 3):
“Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah,
dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan,

Ada dua hal yang perlu kita cermati.  Di ayat ini TUHAN tidak berkata: “Dan AKU akan memenuhi dia.” melainkan “telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah.” Dan sesuai dengan bahasa aslinya, Roh Allah di sini bukanlah energi, gaya, atau kuasa, atau bentuk kata benda lain. Roh Allah di sini mengacu kepada pribadi. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa:
TUHAN (pribadi yang satu) mengutus Roh Allah (pribadi yang lain).

Pertanyaan kemudian timbul di sini:
Mengapa TUHAN harus memenuhi Bazaleel dengan Roh Allah?
Mengapa tidak pribadi TUHAN sendiri yang memenuhi Bazaleel?
Siapa TUHAN dan siapa Roh Allah?

Sebelum menjawab itu, kita lihat lagi beberapa ayat ini

Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.
~ Bilangan 11 : 25

Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
~ Bilangan 24 : 2

Ketika mereka sampai di Gibea dari sana,
maka bertemulah ia dengan serombongan nabi;
Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan
~1 Samuel 10 : 10

Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul
~ 1 Samuel 16 : 14

Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel
~ Hakim-hakim 3 : 10

Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon;
ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.
~ Hakim-hakim 6 : 34

Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku,
lalu Ia berbicara dengan aku,
~ Yehezkiel 3 : 24

Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan
akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari  itu.
~ Yoel 2 : 29

Aku rasa kita bisa menyadari adanya kesamaan pola di sini, yakni:
Ketika TUHAN hendak menguasai atau memenuhi pribadi seseorang, 
maka TUHAN akan mengutus Roh-Nya kepada orang itu

Sekali lagi perlu ditegaskan. “Roh” yang dimaksud di sini bukanlah semacam bayangan Allah, bukan proyeksi, bukan hologram Allah, bukan malaikat, bukan energi, apalagi benda. “Roh Allah” adalah pribadi Allah. “Roh Allah” adalah Perantara antara TUHAN dengan manusia.

Kembali ke pertanyaan semula:
Mengapa tidak pribadi TUHAN sendiri yang memenuhi Bazaleel?

Mengapa ketika Allah berkomunikasi dengan manusia, baik via doa maupun percakapan verbal seperti Musa dan nabi-nabi selalu digunakan TUHAN berfirman” tetapi ketika Allah hendak memenuhi atau tinggal dalam pribadi manusia selalu digunakan Roh TUHAN menghinggapi/memenuhi/merasuki orang itu”? Jujur aku belum tahu pasti karena PL belum menyingkapkan “Bapa” dan “Roh Kudus”. Tetapi jika aku hendak mencari tahu dan menjawabnya, alangkah baik jika kita mencari petunjuk dari kisah Musa diutus oleh TUHAN (Keluaran 3).

Pada saat itu, Musa melihat ada semak menyala dalam api tapi semak itu tidak terbakar. Musapun mendekat, tetapi TUHAN mencegahnya:
Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu,
sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Dan satu lagi ayat yang sangat menjelaskan
Yaitu saat TUHAN Allah berbicara pada Musa:

Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.Berfirmanlah TUHAN: Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”
# Keluaran 33 : 20 ;

Menurutku, kini jelas sekarang. Ada perbedaan yang sangat nyata antara pribadi TUHAN dengan manusia. Perbedaan itu menyebabkan manusia tidak bisa dekat-dekat dengan TUHAN dan manusia tidak bisa melihat TUHAN. Jika manusia melihat TUHAN, pasti manusia itu akan mati.

Jika melihat saja manusia tidak akan bisa
Apalagi jika TUHAN hendak menghinggapi manusia itu
Pribadi TUHAN tidak dapat dilihat oleh manusia
Pribadi TUHAN tidak menghinggapi manusia
Karena jika itu terjadi, manusia pasti mati

Lalu bagaimana?Apakah TUHAN hanya bisa berkomunikasi dengan manusia via percakapan?
Apakah TUHAN tidak bisa bertahta dalam pribadi manusia?
Apakah TUHAN tidak bisa dipegang dan dilihat manusia?
Apakah TUHAN sejauh itu dari kami, umat manusia?
Jawabannya TIDAK

Firman Tuhan dengan jelas menegaskan bahwa TUHAN bisa memenuhi/merasuki/menghinggapi/menguasai manusia melalui Roh-Nya, melalui Roh TUHAN, yakni Roh Kudus. Dan di Perjanjian Baru, kita tahu bahwa bahwa TUHAN bisa dilihat, diraba, bahkan dipeluk melalui pribadi Allah Anak, yaitu Yesus Kristus.

Dengan demikian, pribadi TUHAN yang disebut-sebut tidak mungkin dilihat manusia ini, Dialah pribadi Allah Bapa. Pribadi Bapa menjalin relasi dan kedekatan yang intim dengan manusia yang berdosa melalui Pribadi Kristus dan Roh Kudus.

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;”
# Yohanes 14 : 8


Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah
;
tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa,
Dialah yang menyatakan-Nya.
# Yohanes 1 : 18

Aku rasa kita bisa mengambil kesimpulan di sini 🙂
Selain ayat-ayat PL di atas
Masih ada banyak sekali ayat yang menyinggung tentang Roh Kudus (Roh TUHAN)
Tidak kurang dari 70-an ayat yang menjelaskan hal ini
Teman-teman bisa mempelajarinya sendiri 😀

Baiklah, aku rasa mungkin cukup mengenai PL
Di bagian berikutnya kita akan mulai membahas Perbedaan di Antara Tiga Pribadi Allah

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s