Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_Ending

Andreas (Tak Populer tetapi Berdampak)_Ending

Bagian terakhir tentang Rasul Andreas
adalah tentang kematiannya
Hal ini tidak dicatat di Alkitab
Tetapi kita bisa menelusuri kisahnya berdasarkan sejarah

Mengenai daerah-daerah misi pelayanan Andreas,
beberapa catatan sejarah menunjukkan ketidakkonsistenan
Hal ini kemungkinan karena memang Andreas berpindah-pindah
Tetapi catatan itu menyebutkan hal yang seragam mengenai kematian Andreas

Di Geraja St. Andrew di Patros, Yunani,
Ada sebuah buku yang mencatat peristiwa kematian Andreas
Di buku itu dituliskan:
“Aegeatis yang menjabat sebagai gubernur Patros saat itu
menjadi murka karena Andreas terus mengabarkan Injil.
Aegeatispun memerintahkan Andreas untuk diadili,
tetapi Andreas menolak pengadilan.
Akhirnya, Aegeatis memerintahkan penyaliban Andreas.”

Andreas dihukum mati pada masa Kekuasaan Kaisar Nero
Dia dijatuhi hukuman salib di Patrae di Achaia (sekarang Yunani barat)
Andreas disalib tetapi tidak dipaku
Hukuman ini bermaksud untuk memperlama penderitaan Andreas
Dia hanya digantung di sana dan dibiarkan begitu saja
sampai mati dengan sendirinya

Bayangkan betapa menderitanya kematian perlahan seperti itu

Tetapi apa yang dikira sebagai penderitaan luar biasa ini
Ternyata digunakan Andreas untuk terus memberitakan Firman Tuhan
Andreas tidak fokus kepada kesakitan dan penderitaannya yang luar biasa hebat
Dia fokus hanya kepada Yesus dan kasih-Nya
Ya, Andreas terus menginjili dari atas salib
Luar biasa

Selama 2 hari orang-orang mendengarkan Injil dari Andreas
Dan beberapa di antara mereka menjadi percaya
Mereka pun mendesak gubernur untuk melepaskan Andreas
Akhirnya gubernur-pun menuruti masyarakat yang terus mendesak

Andreas akhirnya dilepaskan dari salib
Tetapi pada saat itu didapati Andreas telah wafat
Catatan sejarah mencatat dia digantung selama 2-3 hari
Sebelum akhirnya wafat sebagai martir
Pada akhir November tahun 69 AD (Anno Domini)

Menurut buku di gereja St. Andrew itu
doa terakhir Andreas adalah:
“Terimalah aku, oh Yesus Kristus, yang aku saksikan,
yang aku cintai, dan yang di dalam-Nya aku ada
Terimalah roh ku dalam damai di rumah-Mu yang kekal”

Sungguh luar biasa teladan dari kisah Andreas

Dia adalah mantan murid Yohanes Pembaptis
Secara pengetahuan, seharusnya dia lebih banyak tahu dibanding murid lainnya
Dia adalah murid Yesus yang pertama
Seharusnya dia punya alasan untuk membuat dirinya menjadi ikon

Petrus adalah abangnya
Yohanes dan Yakobus adalah teman-teman dekatnya selama menjadi nelayan
Tiga orang terdekatnya, menjadi tiga figur terdepan dalam pelayanan Yesus
Tetapi nampaknya Andreas tidak
Andreas seolah hidup dibayangi kepopuleran mereka

Tetapi kita lihat
Andreas tidak pernah berusaha menonjolkan dirinya

Murid-murid pernah ribut mengenai siapa yang terutama di antara mereka
Andreas-pun pasti ikut serta dalam perdebatan itu
Tetapi Yesus menasehati mereka
“Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu,
Hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya
dan pelayan dari semuanya.”

Inilah yang terus diingat oleh Andreas
Dia mengerti bahwa yang terutama :
Bukanlah diperhatikan oleh manusia
Melainkan diperhatikan oleh Yesus, Allah sendiri

Sebelum menjadi penginjil
Andreas menjadi orang yang senantiasa mengajak orang-orang kepada Tuhan

Petrus dibawanya kepada Yesus
Dan Petrus menjadi Batu Karang Gereja

Anak kecil pemilik 5 roti dan 2 ikan dibawanya kepada Yesus
Dan dari hal itu, Yesus membuat mujizat yang luar biasa
Tidak kurang dari 5000 orang secara serentak menyaksikan kuasa-Nya
Kisah ini juga yang pasti terkenang di semua anak sekolah minggu
Memberi makan 5000 orang memang bukan mujizat utama-Nya
tetapi dari mujizat ini begitu banyak orang percaya kepada-Nya
Dan itu semua, berawal dari sebuah ajakan Andreas

Orang-orang Yunani dibawanya kepada Yesus
Orang-orang itu belum pernah sama sekali mendengar ajaran Yesus
Tetapi dalam pertemuan singkat itu,
Yesus bisa memberitakan Injil kepada mereka (baca Yoh 12 : 20-36)
Kalau Andreas enggan membawa mereka,
mungkin mereka tidak akan melihat Yesus lagi

Memang tidak ada catatan apakah orang-orang Yunani itu percaya
Tetapi yang jelas, pada saat itu,
Ada suara dari sorga:
“Aku telah memuliakan-Nya,, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi?”

Dan semua orang itu, mendengarnya
Sekali lagi, berawal dari ajakan Andreas,
kepada peristiwa yang luar biasa

Kita tidak harus menunggu sampai terampil memberitakan firman Tuhan
Janganlah kita membatasi kerinduan kita berdasarkan keterampilan kita
Janganlah keterampilan kita yang mengatur kerinduan kita

Rasakanlah bahwa Roh Kudus terus bersuara “ajaklah orang kepada Kristus”
Dan marilah kita belajar untuk terus mengajak orang-orang datang kepada-Nya
Marilah kita mengarahkan pandangan hanya kepada Dia
dan setia sampai akhir

Hingga di akhir hayat kita, kita bisa berkata:
“Terimalah aku, oh Yesus Kristus, yang aku saksikan,
yang aku cintai, dan yang di dalam-Nya aku ada
Terimalah roh ku dalam damai di rumah-Mu yang kekal”

Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s