Tomas (Sesuatu yang Hilang Darinya)_5

Tomas (Sesuatu yang Hilang Darinya)_5

Apa yang bisa kita petik dari kisah ini?
Sangat banyak menurutku

Tomas adalah murid yang rela mati bagi Yesus
Dia menyatakan:
”Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”
Terlepas dari kontroversi perkataannya, kita tahu Tomas siap mati bagi-Nya

Tomas bukanlah orang yang mau bertingkah seolah-olah mengerti
Tomas adalah orang yang tidak mau menelan mentah-mentah setiap perkataan
Tomas adalah tipe orang yang terus menggunakan intelegensinya
Ketika dia tidak mengerti, dia bertanya kepada Yesus

Dan dalam hal ini, kita juga belajar dari Yesus
Di mana Dia tidak mengecam sikap Tomas yang bertanya
Yesus tidak merendahkan jenis iman yang Tomas miliki, yang juga dimiliki banyak orang
Kepada Tomas, Yesus tidak berkata “percaya saja”
Tetapi kepada Tomas, Yesus memberikan respon terbaik, jawaban terbaik
Suatu jawaban yang menjadi fondasi iman kita
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Bagaimana dengan kita?
Apabila kita bertemu dengan anak-anak Tuhan yang seperti Tomas,
apakah kita akan meresponnya dengan cara yang Yesus lakukan?
Ataukah kita terus menerus memaksakan kepada orang itu, “percaya saja”
Dan akankah kita merendahkan iman yang orang-orang seperti itu miliki?
Ingat… pengalaman rohani setiap orang berbeda
Cara Yesus menumbuhkan masing-masing anak-Nya berbeda
Bahkan tidak jarang memperlakukan setiap orang sangat berbeda

Abraham hidup kaya raya, Yohanes Pembaptis hidup di gurun
Yosua masuk ke Tanah Perjanjian, Musa hanya melihatnya dari jauh
Elia tidak merasakan kematian, para nabi dan rasul dibunuh dengan sadis
Daud mati sebagai orang yang dihormati orang Yahudi, Yesus ditolak orang Yahudi
Kepada orang banyak Yesus menyampaikan perumpamaan,
Kepada perempuan Samaria, Yesus menyampaikannya to the point
Kepada yang satu Yesus menyembuhkan dengan menyentuhnya,
Kepada yang satu Yesus hanya cukup mengucapkan “berdirilah”,
Kepada yang satu Yesus sampai menggunakan tanah,
Kepada yang satu Yesus menyembuhkan dari jauh

Allah bekerja unik ke masing-masing orang
Karena Dia tahu bahwa setiap orang berjalan dalam perjalanan iman yang berbeda
Dan karenanya, kadar iman mereka tidak bisa disamaratakan
Marilah kita belajar dari teladan Yesus,
Dan kita lihat bagaimana Dia menanggapi orang-orang seperti Tomas

Terakhir
Tomas memang sempat enggan percaya akan kebangkitan Yesus
Dia tidak percaya kepada perkataan saudara-saudaranya
Lebih dari itu, dia tidak percaya kepada apa yang Yesus sendiri katakan

Dia berkata “ou me pisteuso”
Menurut yang aku baca, penerjemahan kalimat itu akan memberikan hasil:
Sangat sangat tidak percaya sebelum melihat dan membuktikannya
Melihat kata yang Tomas pilih dan ucapkan,
Rasanya tidak mungkin dia setidakpercaya itu
Aku rasa kalimat itu dia ucapkan terutama bukan karena tidak percaya,
Melainkan karena shock yang tercampur aduk dan tidak terbendung
Memang pasti dia memiliki keraguan,
Tetapi sebagai murid yang hidup bersama Yesus selama 3 tahun,
Aku yakin dia tidak mungkin Tomas sebegitu tidak percayanya kepada Yesus

Perkataan Tomas bukan sepenuhnya terarah kepada “tidak percaya”
Tetapi lebih banyak bermaksud mengatakan “aku mau melihat Dia”
Ya… hati Tomas sangat-sangat ingin melihat Yesus bangkit
Hati Tomas tidak tahan ketika membayangkan mungkin dia tidak akan pernah melihat Yesus lagi, sementara kawan-kawannnya melihat Dia
Hati Tomas begitu “hausnya” ingin bertemu lagi dengan Yesus
Dan ketika dia tidak bisa membungkus keinginannya itu di dalam iman, kasih, dan pengharapan yang sejati… maka keinginannya itu menjadi bibit keraguan
Aku yakin Tomas bukan tidak percaya…
Tetapi menolak untuk percaya

Dan itulah yang menjadi masalah banyak sekali orang zaman ini
Bukan tidak percaya…
Mereka percaya… mereka tahu Tuhan ada…
Tetapi nampaknya Tuhan tidak mau membuktikan diri-Nya ada
Tuhan bersembunyi di sana…
Ya sudahlah, walaupun Dia ada di sana, ternyata tidak ada juga bedanya…
Aku memilih untuk menolak percaya pada-Nya
Ya… itulah penderitaan orang-orang di luar sana

Mereka menderita dalam hati mereka
Mereka percaya akan Allah, tetapi mereka menolak untuk percaya
Tidakkah hati kita sedih dan kasihan melihat orang-orang seperti itu?
Mereka membutuhkan pertolongan kita, kawan-kawan
Mereka sangat menderita, mereka tersiksa di dalam hati mereka
Mereka sangat ingin percaya kepada Allah
Tetapi mereka terlanjur sakit hati kepada-Nya karena mereka merasa Dia lambat

Pernahkah kau merasakan sakit hati kepada orang yang kamu sayangi?
Kau mengasihi orang itu, tetapi orang itu menyakiti hatimu
Kau menjauh darinya, kau memaksa dirimu benci kepadanya
Tetapi kau merasa rindu kepadanya
Kau ingin bersama-sama dia lagi
Kau terus berpikir, seandainya kalian berdua tidak saling sakit hati
Pernahkah kau merasakan seperti itu?
Setidaknya ketika waktu kecil kau pasti pernah bermusuhan dengan seorang teman
Dan sebenarnya kau sayang pada temanmu itu
Nah, apa yang kau rasakan?
Kalau aku, aku merasakan sangat sangat menderita
Karena aku tidak bisa bersama-sama dia lagi
Karena ada jarak antara kami
Aku menyayangi dia… tapi status kami adalah musuh
Aku sangat menderita dalam hati
Walau di luar aku terlihat kokoh walau hidup tidak berkawan dengan dia

Itu juga yang dirasakan oleh orang-orang di luar sana
Itu juga yang pasti sebenarnya ada di setiap orang ateis
Bahwasanya mereka tahu ada Allah, tetapi mereka sakit hati pada-Nya
Di dalam hati, mereka tahu, mereka membutuhkan Allah
Tetapi karena status mereka adalah “orang tak percaya kepada Allah”
Maka mereka memilih tidak percaya kepada-Nya
Sambil terus memendam penderitaan batin di dalam hatinya
Walau di luar mereka menampilkan kebanggannnya sebagai ateis

Sungguh seharusnya kita kasihan terhadap mereka
Mereka menderita tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri
Dan alangkah indahnya jika kita menjangkau orang-orang seperti mereka
Dan janganlah kita menolak, memusuhi, atau merendahkan mereka
Karena kita lihat orang seperti Tomas,
Ketika Dia melihat Yesus… Guru yang dia kasihi
Dia melupakan semua syarat yang dia buat sebelumnya
Dan dia sontak berkata:
“Ya Tuhanku dan Allahku”

Dan Yesuspun tidak menolak dia
Yesus berkata:
Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.
“Engkau percaya karena sudah melihat Aku, bukan?
Berbahagialah orang yang percaya meskipun tidak melihat Aku!”

To be continued to the last part

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s