Rasio vs Visi (2)

Awalnya aku kira,
dengan segala informasi yang kupunya saat itu,
aku bisa mengalahkan rasa takut dan menghadirkan ketenangan

Aku kira,
dengan pengetahuan, yang katanya adalah power, yang kumiliki saat itu,
aku bisa melenyapkan kuatirku,
dan mendatangkan pengharapan

Tetapi ternyata,
itu semua semu
Aku hanya mendapatkan diriku terjatuh dan terperosok,

Memang benar,
Ketika kita merasa takut,
kita akan cenderung memikirkan sesuatu yang justru semakin membuat aku takut
Dan trik itulah yang iblis pakai dan mengalahkanku

Aku tidak memikirkan Allah
Aku terus memikirkan masalahku
Dan aku hanya menjadi semakin takut
Setiap detik aku jatuh semakin dalam
Hingga akhirnya aku mulai memikirkan kematian

Tapi Allah sungguh mengasihani aku
Mungkin saat itu Dia berpikir:
“Nah, Arnold sekarang kau tahu kan apa yang bisa kau lakukan
ketika kau mengandalkan kekuatan dan google-mu sendiri?
That’s right Arnold, you can do nothing… nothing.. without Me

Pertolongan-Nya datang tepat pada waktu-Nya
Kau tahu bagaimana Dia membangkitkanku?

Bukan dengan resep jitu penyembuh hepatitis
Bukan dengan obat paling ampuh
Bukan dengan ucapan semangat dari kawan-kawan
Bahkan bukan pula dengan kesembuhan fisik itu sendiri
Tetapi dengan visi

Tuhan berkata di dalam hati dan pikiranku
“Aku menginvestasikan banyak waktu-Ku,
terutama dalam 4 tahun terakhir ini,

untuk mendidikmu, anak-Ku.
Tentu saja Aku menghendaki buah.
Tentu saja Aku menginginkan hasil dari-Mu.
Untuk apa Aku menempamu habis-habisan,
dan kini kupanggil Engkau pulang tanpa tugas apa-apa untuk kau kerjakan?
Tidak Arnold, belum saatnya kau pulang.
Banyak hal yang perlu kau selesaikan di dunia ini.”

Aku yakin pikiran ini tidak berasal dari diriku sendiri
Aku yang saat itu, terlalu tenggelam dalam ketakutanku
Aku yakin, ini adalah suara Tuhan dalam hatiku

Sekejap… secepat jentikkan jari…
Batinku mulai hidup
Semangatku mulai pulih
Harapanku kembali membara
Richard Arnold… yang biasanya…. bangkit kembali……
Yeaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh….
To the Maxxxxxxxxxxxxxxxxx… bahan bakarku terisi penuh kembali

Aku belum berani meng-claim ini sebagai visiku
Tetapi aku yakin saat itu,
bukanlah menjadi seorang CEO yang ada di pikiranku
bukanlah menjadi seorang engineer
bukanlah menjadi seorang ayah
bahkan, bukanlah menjadi seorang pendeta
tetapi yang kupandang saat itu adalah
sebuah kelas… dengan mahasiswa-mahasiswa
yang sedang mendengarkan dengan menunjukkan wajah antusias
dan di depan kelas, ada seorang dosen,
yang sangat disegani mahasiswanya,
yang kepandaiannya tidak terbantahkan,
dan saat itu, dosen itu sedang mengajarkan arti hidup di depan mereka,
dan dosen itu adalah aku

Aku tidak berani meng-claim itulah visiku dari Tuhan
Aku tidak tahu pasti akan visiku
Yang aku tahu, pemandangan itu mampu menghilangkan rasa takutku, sama sekali
Yang aku tahu, Tuhan akan membawaku melakukan perkara-perkara yang besar
Tuhan menugaskanku menjadi berkat bagi orang banyak
Dan kalau itu harus melalui menjadi dosen… So be it…

Wahai kawan…
Memiliki dan mengetahui apa makna hidup kita di dunia ini,
Memiliki dan mengetahu apa visi Tuhan dalam hidup kita,
Itu sungguh… sungguh… sungguh… berharga

Ketika kau lemah, ketika kau jatuh, ketika kau kalah, ketika kau takut
Dan kau datang kepada Tuhan Yesus
Dan kau diingatkan kembali akan visimu,
Sungguh, kau pasti akan bangkit

Ketika kau memiliki visimu
Tak akan sulit bagimu mengesampingkan semua hal yang tidak berguna

Ketika kau tahu visimu
Tak akan susah bagimu menjauhkan diri dari semua kegalauan cinta eros yang bodoh
Aku sering melihatnya
Bahkan aku sendiri pernah jatuh ke dalamnya
Kita tidak sedang benar-benar membutuhkan teman hidup
Kita tidak sedang benar-benar mencintai
Kita hanya sedang “memaksakan” diri untuk menyukai
Dan ketika kita sudah putus dan bebas dari hubungan itu
Kita dengan yakin mengatakan, “Kenapa bisa terjadi? Bodoh sekali aku”
Ketika kau tahu visimu, kau akan terhindar dari kisah-kisah cinta prematur yang tidak perlu


Aku yakin
Tuhan tidak menunjukkan visi melalui satu perkara tok dan kau langsung tahu
Aku yakin tidak seperti itu
Tetapi Tuhan menunjukkannya melalui banyak sekali perkara
Bahkan mungkin perkara itu terjadi jauh sebelum hari ini
Dan perkara-perkara itu, sedikit demi sedikit, akan menuju pada suatu titik

Mungkin pada suatu perkara tertentu,
Tuhan akan membuat clue-nya sedikit lebih mencolok
Seperti apa yang terjadi padaku melalui penyakit ini
Dan bagaimana Dia berbicara padaku memberikan semangat
Sungguh itu clue yang sangat mencolok
Aku rasa aku mulai tahu apa visi hidupku

Dan ketika kau mulai sedikit-sedikit meraba apa visimu
Kau perlu menjadi semakin peka
Dan menelusuri, kalau-kalau perkara di masa lalu ternyata juga memberikan clue
Ya, ketika kau sudah punya clue mengenai visimu
Maka kau akan semakin mengerti mengapa perkara-perkara di masa lalu harus terjadi
Alhasil, visimu akan semakin jelas hari demi hari
Sembari kau harus menggumulkannya tiap-tiap hari dalam doamu
Yaaahh… itulah visi menurutku

Hati yang gembira adalah obat
Dan visi itulah yang menjadi obat hepatitisku
Semangat membara itulah yang membuatku cepat pulih
Aku di-opname
Baru dua hari di rumah sakit, aku harus medical check-up di Jakarta
Dan aku lolos
Itulah mengapa aku sangat mencintai bekerja di tempat ini
Aku yakin tempat inipun menjadi bagian yang mengarahkanku pada visiku
Terlalu mencolok clue-nya

Antara rasio dengan visi
Mungkin apa yang kutulis dapat diartikan seolah aku mempertentangkan rasio dengan visi
Tetapi sungguh bukan itu maksudku
Aku hanya ingin mengatakan
“Ada hal yang bisa visi lakukan yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh rasio”

Visi adalah bahan bakarku
Visi adalah semangatku
Visilah yang membuat hari-hariku, punya alasan untuk dihidupi
Visi yang membuatku melupakan masa-masa sepi

Visi membuatku menikmati hidup ini dan semakin mensyukurinya
Semoga visiku tidak mencuriku dari-Mu ya Allah-ku

Dan bagimu kawanku, yang terkasih dalam Tuhan
Temukanlah visimu di dalam Tuhan
Temukanlah alasan untuk mempertahankan hidup

Tuhan Yesus memberkatimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s