Kau pun Tak Lebih Baik

Kau pun Tak Lebih Baik

Vicky Prasetyo
Siapa yang tidak mengenal dia?

Baru saja aku membuka suatu link
Link itu berisi gambar-gambar,
yang menunjukkan reaksi paling konyol terhadap Vicky
Semua gambar itu menjadikan dia bulan-bulanan
Dia di-bully habis-habisan di rentetan gambar itu

Reaksiku?
Astaga naga, aku tidak mampu berbohong
Aku tertawa habis-habisan

Akan tetapi itu tidak bertahan lama
Tiba-tiba aku tersadarkan
Dan hati kecilku berkata:
“Apa yang sudah kau lakukan?”
“Ketika kau tertawa terbahak-bahak,
coba bayangkan apa yang mungkin dia rasakan saat ini!

Rasa malu sehabis-habisnya, mungkin itu yang memenuhi hatinya saat ini.
Dan lagi, coba bayangkan kalau kau yang menempati posisinya saat ini.
Apa kau bisa bertahan hidup dengan seluruh dunia menertawakan kebodohanmu?”

Aku seketika terdiam
Man, aku tidak lebih baik loch dari orang ini
Dan yang pasti, aku juga pasti punya kelemahan
Aku pasti juga pernah berbuat khilaf
Aku kerap melakukan sesuatu, yang apabila dunia mengetahuinya,
aku akan malu sehabis-habisnya

Aku tidak lebih baik dari orang ini
Lalu mengapa aku tega menertawakan dia
Seolah-olah aku adalah orang sempurna?

Pepatah Yunani berkata:
“Bisa menertawai diri sendiri
adalah seni kebijaksanaan tertinggi.”

Elsa Maxwell berkata:
“Tertawakanlah dirimu sendiri dulu,
sebelum orang lain yang akan melakukannya.”

Sayang sekali, nampaknya aku belum cukup bijaksana
Aku tidak cukup bijaksana sehingga aku berhak menertawakan kesalahan orang lain

Hati-hati
Nampaknya kita, terutama kita, orang Indonesia
sudah terlalu terbiasa menertawakan orang lain
Balotelli, Arya Wiguna, bahkan Presiden kita sendiri kita jadikan bahan olokan
Siapa berikutnya?
#Tidak semua orang bisa seperti Arya loch
yang nampaknya sangat fine-fine saja dengan semua olokan

Hati-hati, kita sudah terlalu terbiasa menertawakan orang lain
Dan itu adalah kebiasaan yang jahat
Dan bisa sangat sangat menyakiti orang lain, bahkan “membunuhnya”

Mari kita menarik diri sejenak
Merenunglah dan berpikirlah
Sudah sepantasnya kah kita melakukan ini
Apakah itu yang namanya “memanusiakan manusia”?

Yesus Kristus berkata:
Apa yang kau ingin orang lain perbuat bagimu,
lakukanlah itu terlebih dahulu.

Dunia akan terus seperti ini
Menertawakan orang-orang yang bersalah
Menghakimi orang-orang yang berdosa
Seolah-olah dia layak melakukannya
Seolah-olah dia orang terbaik sedunia

Jika kau bukan salah seorang dari mereka
Please

20130211-055245

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s