Kacang Lupa Kulit

untitled

Selama dua minggu ini, aku berada di lapangan untuk mengambil sampel crude oil
Aku sudah di sini selama 4 hari, tinggal 10 hari lagi

Kemarin, ketika aku sedang menampung minyak dari sumur,
Bapak pumper (pengontrol lapangan dan sumur) datang.
Beliau kebetulan sedang berpatroli
Ketika melihatku bekerja, dia datang dan menanyakan kondisinya
Akhirnya, kami mengobrolkan banyak hal.

Salah satu topik yang kami bicarakan adalah tentang rekan-rekan sekerjaku di kantor,
termasuk bos-bos ku.
Bapak itu ternyata sudah bekerja di perusahaanku, sebagai pumper, selama sekitar 15 tahun
Dan tentu saja beliau mengenal rekan-rekan kerjaku yang kini sudah tidak ke lapangan lagi
dan fokus di Jakarta, termasuk bos-ku

Sekilas potongan pembicaraan kami:
R = Richard
P = Pumper

R : Pak, dulu si Mas X udah pernah ke sini?
P : Oh iya Mas, dia di sini dulu Mas
R : Berapa lama Pak?
P : Oooo lama Mas, 3 tahun ada lah
R : Waoowww, sekarang Mas X sudah jadi manager loh Mas 🙂
P : Manager? ckck… wah hebat yah, dulu teman main badminton saya tuh kalau lagi di lapangan
R : Trus kalau Mba Y di sini juga Pak?
P : Ohhh iya iya itu si Mba Y, di mana sekarang Mba Y Mas?
R : Dia di Jakarta Pak, sudah menikah loh, dan sekarang lagi hamil
P : wah, wah… dulu saya paling senang kalau ada di si Mba Y itu Mas hahahah, ramah sekali

Begitulah sedikit pembicaraan kami
Aku menanyakan tentang hampir semua rekan kerja di kantoku, termasuk bos-bosku
Aku ingin tahu bagaimana sebenarnya mereka ketika masih sebagai engineer muda,
sepertiku saat ini

Bapak itu mendeskripsikan mereka dengan sangat baik
Tentang si X, beliau menceritakan dia pendiam sekali
Tentang si Y, beliau menceritakan dia senang bermain basket
Tentang si W, beliau menceritakan dia teman merokok bareng
Tentang si A, beliau menceritakan ramah sekali
dan lain sebagainya

Kemudian tentang satu dua orang, beliau menceritakan:
“Wah si Mas C itu Mas, dulu pas dia masih baru kayak Mas sekarang ini,
waahh dulu itu si Mas C itu ikutin saya ke mana saja, dia buntutin saya terus,
hahahahaha, semuanya dia tanya ke saya hahahaha,
wajarlah yah, pasti pengen belajar kan Mas.”

Dan tentang orang yang lain, beliau berkata:
“Dan si Mba D itu Mas, waaahhh dulu dia itu sampai nangis-nangis datang ke kami,
karena datanya ga dapat-dapat padahal sudah mau presentasi akhir buat penentuan jadi karyawan. Dulu dia sampai telepon-telepon dan mau traktir kami kalau sudah dapat data.
Hahahhaha… iya Mas dulu pas dia masih kayak Mas sekarang ini.”

Kemudia aku tersadarkan
Dulu Mas C dan Mba D ternyata pernah seperti itu juga yah ketika masih baru, seperti aku
Wajarlah yah, ketika masih baru, kita pasti bertanya ke sana kemari supaya bisa cepat tahu

Aku sebenarnya tidak ingin memikirkan kejelekan orang lain
Tapi apa daya, pertanyaan pertama yang melintas di pikiranku adalah:

Mas C dan Mba D kan dulu juga pernah seperti aku ketika masih baru, 

bahkan katanya mereka pernah nangis karena belum dapat data
dan mohon minta tolong kepada pumper untuk membantu,
mereka pernah sampai segitunya yah, aku aja ga pernah sampai seperti itu
tetapi….
ketika kini aku yang meminta tolong kepada mereka, sebagai anak baru,
kenapa mereka nampaknya cuek sekali yah?”

“Kalau dulu mereka menjadi orang yang selalu tanya ke sana kemari,
kok sekarang mereka yang ditanyai oleh kami, anak-anak baru,
malah susah sekali yah mau bantu?”

“Apakah mereka lupa kalau sebelum mereka menjadi seperti sekarang ini,
mereka juga pernah melewati fase-terus-menerus-bertanya seperti fasa hidupku saat ini?

Ya, itulah hal yang timbul di benakku
Tetapi cepat-cepat tidak ingin aku pikirkan lagi
Aku tidak mau memikirkan kejelekan orang lain

Tetapi satu hal yang aku pelajari
Suatu saat aku pasti akan menjadi seorang yang ahli yang hebat
Tetapi seberapa hebatnya aku nanti,
aku juga pernah menjadi seseorang yang “bertanya ke sana kemari”
Sebelum aku menjadi seorang yang hebat, aku juga pernah menjadi anak ingusan
Sebelum aku menjadi seorang expert, aku juga pernah melakukan banyak kesalahan
Sebelum aku berada di atas, aku juga pernah mengecap rasanya di bawah

Oleh sebab itu
Biarlah aku menjadi seperti padi
Ketika aku semakin hebat, aku harus semakin rendah hati
Ketika aku semakin besar, aku harus ingat masa-masa ketika aku kecil
Supaya aku tidak lupa diri
Dan supaya aku bisa menolong orang-orang
yang sedang berada di fase yang PERNAH aku alami

Tidak hanya itu
Tanpa aku tanyai
Beliau, bapak pumper, juga mengutarakan kekecewaannya
Karena suatu waktu beliau merasa dicuekin oleh seseorang, yang kini menjadi bos,
padahal dulu ketika masih baru, selalu minta belajar ke bapak pumper itu
Katanya,
“Saya yakin bener waktu itu di kantor dia melihat saya,
tapi sedikitpun dia ga mau datengin atau nyapa,
malahan langsung buang muka, Mas.
Mentang-mentang sudah jadi manager.
Kecewa sekali saya.”

Biarlah ini menjadi pelajaran bagi kita semua
Jangan jadi seperti kacang yang lupa kulitnya

Allah pernah berkata kepada Bangsa Israel
Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing,
sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

~Keluaran 22:21~

Jangan pernah lupakan asal muasal kita
Dulu kita mungkin belum tahu apa-apa, dulu mungkin kita orang miskin,
dulu mungkin kita masih anak ingusan, dan lain sebagainya
Jangan lupakan itu

Dan perihal universitas
Ingatlah betapa dulu kita sangat mengidam-idamkan kampus kita
Kita berdoa dan belajar mati-matian untuk bisa masuk kampus keinginan kita itu
Tetapi bagaimana ketika kita sudah masuk ke sana, satu dua tiga tahun?
Pernahkah kita bersyukur?

Sekali lagi
Ingatlah… jangan menjadi kacang yang lupa kulitnya

Menurutku,
orang seperti itu, sangat berpotensi tidak disukai orang lain

Maafkan aku, aku minta maaf sekali jika kalian mendapati aku pernah seperti itu
Marilah kita perbaharui komitmen kita untuk menjadi rendah hati

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s