Kasih yang Menjadi Dingin

Capture

Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan,
maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
#Matius 24:12

Itulah salah satu tanda dari akhir zaman. Di mana kasih dari setiap orang akan menjadi dingin. Dan hal itu yang aku takut terjadi padaku. Dan aku rasa, hampir-hampir aku terjatuh di dalamnya.

Aku tidak mau menyalahkan keadaan. Tapi saat ini, aku hidup jauh dan menyendiri dari siapapun, tidak seperti kehidupanku di kampus dulu. Kini aku tidak lagi menjadi Abang. Kini aku tidak lagi memiliki teman untuk ngobrol dan membicarakan masa depan. Kini aku tidak lagi menjadi anggota dari persekutuan. Dan kini, aku tidak sedang bersama keluarga besarku. Aku benar-benar sendirian. Dan itu membuatku semakin acuh tak acuh. Itu membuat kasih di dalam diriku, nampaknya semakin dingin.

Aku melihat perkembangan kawan-kawan di facebook. Beberapa di antara mereka sedang bersuka. Beberapa di antara mereka sedang bergumul. Beberapa di antara mereka sedang berkumpul bersama. Tetapi, apa yang kurasa? Sepertinya aku berkata dalam hatiku, “Aku tidak peduli, mereka bukan lagi menjadi urusanku.”

Itulah suara yang keluar dari satu sisi dari diriku. Sementara sisi diriku yang lain mulai memberikan alarm:
Hey, Richard… hati-hati, kasihmu mulai mendingin.”

Aku bergumul dengan ini. Cita-citaku mulai menarikku tenggelam dan membuatku tidak peduli akan banyak hal. Keberadaanku yang jauh dari orang-orang yang kukasihi, seperti menyeretku. Aku membutuhkan pertolongan
Jika tidak, kasihku betul-betul akan mendingin. Dan aku tidak akan lagi mempedulikan siapapun.

Dan aku berdoa kepada Tuhan. Aku mengungkapkannya kepada kakakku. “Kak, doakan aku, aku rasa, aku mulai terlalu cuek. Aku rasa kasihku mulai mendingin.” Itu bukanlah pengakuan yang mudah bagiku. Tetapi Tuhan menjawab doaku. Di satu minggu pagi, tidak lama sebelum ini. Ketika aku berlari pagi di car free day. Aku melihat ada sampah botol terserak di tengah jalan.

Melihat hal itu dari kejauhan beberapa meter, amarah dalamku muncul. “Dasar, siapa orang bodoh yang membuang botol ini di jalanan. “Ah sudahlah, benar-benar rusak memang mental orang-orang di dunia ini.” Itulah suara dari sisi diriku yang satu. Sisi diriku yang sama juga memutuskan untuk membiarkan dan melewati sampah itu. Tetapi sisi diriku yang lain berbicara, “Kau lewati sampah itu dan kasih di dalam dirimu akan benar-benar mendingin.”

Jarak antara aku dan sampah itu kian menipis. Terjadi pergolakan besar dalam hatiku. Di satu sisi, aku tidak mau membersihkan sampah yang dihasilkan oleh orang bodoh itu. Di satu sisi, aku bersikeras bahwa sampah itu bukan kesalahanku. Di sisi lain, aku tidak ingin menjadi kian lama kian cuek. Di sisi lain, aku tidak mau membiarkan kasihku semakin mendingin. Di sisi lain, aku mau mengambil sampah itu untuk menyenangkan hati Tuhan.

Akhirnya, berkat tuntunan Allah, aku mengalahkan ego-ku. Aku mengambil sampah botol itu dan membuangnya ke tempat sampah. Kemudian aku berlari kembali dengan rasa penuh sukacita. Senang rasanya bisa memperpanjang rekor kemenanganku atas ego-ku. Ini adalah duel sampai mati antara dua lelaki, antara aku dan diriku, ahahahahha.

Pelajaran ini, sangatlah sederhana
Tetapi syukur kepada Allah
Dia memberikan pelajaran sangat penting melalui perkara sederhana
Dari latihan kecil seperti ini
Tuhan mempersiapkanku untuk menghadapi ujian-ujian kasih yang lebih besar

Dan aku menjadi semakin mengerti
Kasih kepada sesama memang tidak muncul dengan kekuatan kita sendiri
Tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu mengusahakan kasih itu

Mengasihi adalah sesuatu yang kita usahakan
Mengasihi adalah sesuatu yang kita perlu bergumul untuk itu
Tidak menjadi cuek, dan sebaliknya menjadi peduli,
adalah sesuatu yang kita latih, sesuatu yang kita pupuk dari kecil
Dan akan kita tuai pada saat yang tepat

Mengasihi adalah sesuatu yang kita usahakan untuk ada di dalam kita

Firman Tuhan berkata
Di akhir zaman kelak, kasih-yang-dingin akan memburu semua orang
Tidak hanya orang-orang dunia saja
Anak-anak Tuhanpun akan berusaha dia tangkap

Karena itu, alangkah indahnya kita hidup makin dekat dengan Tuhan
Dan mohon agar Tuhan memperingatkan kita,
kalau-kalau ada tanda kasih yang mendingin dalam diri kita

Setiap kali kita melewati pengemis di jalan yang sebenarnya bisa kita bantu
Setiap kali kita melihat sampah yang sebenarnya bisa kita buang
Setiap kali kita ingat kawan kita yang sebenarnya bisa kita doakan
Setiap kali kita bertemu dan berbicara dengan orangtua
yang sebenarnya bisa lebih kita hormati dan sayangi
Setiap kali kita bertemu dengan orang yang, somehow, kurang kita senangi,
yang sebenarnya bisa kita sapa

Kita yang punya hati kita
Kita juga yang seharusnya tahu tanda-tanda kasih dalam hati kita mulai mendingin
Dan jika kita melihat tanda-tanda itu,
Kumohon, demi kebaikan kita, jangan abaikan perasaan itu
Melainkan cepat-cepatlan minta agar Tuhan hangatkan

Dalam banyak hal, sikap cuek memang sangat membantu, apalagi bagi orang melan
Tetapi tidak jarang, sikap cuek adalah tanda kasih yang mendingin

Biarlah Tuhan yang terus menuntun hidup kita

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s