Family is the Most Important Thing in the World

QU_diana_web

Keluarga adalah hal yang paling berharga di dunia ini
Aku rasa Tuhan, perlahan tapi pasti, ingin aku benar-benar belajar akan hal ini

Mengikut Tuhan berarti menanggalkan ego kita
Dan menanggalkan ego tidaklah semudah mengatakannya
Terutama dalam hubungan dengan keluarga
Tidak sedikit orang di dunia ini yang memiliki hubungan yang buruk
dengan salah satu atau lebih dari anggota keluarganya
Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang demikian

Aku pernah mendapati diriku sangat perhatian kepada teman-temanku
tetapi pada saat yang sama, aku cuek kepada keluargaku
Aku pernah mengobrol sangat lama dengan teman-teman,
tetapi ketika melihat kakak atau orangtuaku menelpon, aku merasa terganggu
Aku pernah menasehati seorang teman tentang perkuliahan, tetapi pada saat yang sama, aku cuek dengan perkuliahan adikku
Aku pernah memberitakan Injil kepada temanku,
tetapi pada saat yang sama, aku tidak membagikannya kepada keluargaku

Ketika aku mencoba memikirkan hal itu, seberapa banyak aku berpikir
Aku sama sekali tidak bisa mencari alasan untuk membenarkan kelakuanku
Aku salah ketika aku tidak memperlakukan keluargaku sebagaimana mestinya

Dan satu hal benar-benar menamparku
Itu adalah salah satu mimpi terburuk dalam hidupku

Di mimpiku aku berada di suatu tempat, tepatnya di suatu ruang kelas
Sedangkan adikku berada di tempat yang sangat jauh dariku
Tiba-tiba, handphone-ku berdering dan pesannya berbunyi:
“Arnold, cepat ke sini, adikmu terkena serang jantung, sepertinya waktunya sudah dekat.”

Mendengar kabar telepon itu
Aku yang awalnya sepertinya acuh kepada adikku, tiba-tiba berpikir
Dan ini pikiran paling awal yang muncul di benakku:
“Astaga, Robert belum percaya Yesus.”

Somehow, aku berlari, susah payah berlari
Dan tiba-tiba saja, setelah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan,
aku tiba di ruang kamar adikku
Di kamar tersebut, aku melihat seluruh keluarga sedang menangis dan adikku terbaring:

Aku bersegera masuk
Aku menangis
Aku tergesa-gesa hendak menyampaikan Injil kepada adikku
Tetapi karena aku terlalu panik, aku tidak bisa memikirkan apa-apa
Aku hanya berkata:
“Dek, percaya Yesus… Dek, percayalah kepada Yesus… Percayalah!”

Adikku, dengan infus di hidungnya, dan dengan kondisi lemas,
Dia berusaha menanggapi pesan dari Abangnya
Dan dia berusaha ingin mengatakan: “Iya Bang, aku percaya Yesus.”
Tapi aku tahu bahwa adikku pasti belum percaya Yesus
Dan aku terus berkata, tanpa berpikir, sambil menangis, dan panik:
“Percaya Yesus Dek, sumpah… sungguh-sungguhlah percaya!!!”

Tetapi tidak lama setelah itu, adikku meninggal
Aku menangis karena aku sadar aku telah menyia-nyiakan waktuku
Aku menginjili orang lain tapi keluargaku sendiri aku abaikan

Perasaan dalam mimpiku itu betul-betul menusuk hatiku
Dan saking sedihnya, aku tiba-tiba terbangun dari tidurku
Ketika aku sadar bahwa semua itu hanya mimpi, aku menjadi begitu lega
Namun kemudian aku sadar, pipiku basah
Ternyata aku benar-benar menangis sambil tidur

Mimpi itu betul-betul menakutkan
Tetapi aku yakin, Tuhan Yesus mempunyai pesan yang sangat kuat dalam mimpi itu
Aku harus benar-benar memprioritaskan keluargaku
Sesuatu yang sudah sangat lama aku abaikan

Aku tidak bisa membayangkan
Jika aku masuk surga, tapi orangtuaku
Yang membesarkan aku
Yang menyayangi aku
Yang memberi aku makan
Yang menyekolahkan aku
Yang melatih aku berjalan
Yang merawat aku ketika aku sakit
ternyata tidak di sorga bersama-sama aku kelak

Atau adik/kakakku
Yang besar denganku
Teman aku bermain
Yang aku sayangi
ternyata tidak bersama-sama aku kelak

Dan tidak usahlah dulu berbicara surga dan neraka
Di duniapun, aku bisa hidup dalam sukacita yang berbeda dalam Kristus
Tapi pada saat yang sama, sukacita dan pengharapan itu tidak ada dalam mereka
Malahan mereka hidup dalam kekuatiran dunia
Mereka menderita dalam kelemahan tubuh di usia tua
Mereka tidak merasakan sukacita dan pengharapan yang aku nikmati
Betapa sampahnya aku jika aku tidak menyampaikan Injil kepada mereka

Ini tidak mudah
Sangat tidak mudah
Aku tahu itu

Tapi ketika aku membayangkannya
Ketika di surga kelak, kami berlima bisa berkumpul bersama
Aku rasa ini sangat worth it untuk diperjuangkan sampai mati
Apalah arti ego ini jika dibandingkan dengan kebahagiaan itu?

Dan percayalah
Tuhan akan mengakhiri dengan sempurna apa yang sudah Dia mulai

Ketika Dia memulai suatu karya indah dalam keluargamu
Percayalah, Ia akan menuntaskan semuanya itu hingga benar-benar tuntas
Jika kau dapati, Yesus memulai sesuatu dalam hidup ayah, ibu, kakak, atau adikmu
Percayalah, mereka sudah ada dalam genggaman Yesus

Mereka pasti akan Allah ubahkan
Hanya saja, ketahuilah
Allah sangat sangat ingin kau terlibat dalam karya-Nya itu

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu,
akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”
(Filipi 1:6)

So kawan-kawan, marilah berjuang bersama
Untuk mengasihi dan menyampaikan Injil kepada keluarga kita

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s