To Love at All is To Be Vulnerable

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang,
yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi.
Oleh sebab sukacitanya pergilah ia MENJUAL SELURUH MILIKNYA
lalu membeli ladang itu
#Matius 13:44

Kita banyak mendengarkan bahwa
“Menjadi orang Kristen adalah percaya kepada Kristus
Tetapi tidak banyak yang pernah mendengarkan bahwa
“Menjadi orang Kristen juga berarti menyangkal diri”

Kita terlalu sering mendengar,
bahwa kita adalah “Anak-anak Allah”
atau “Pewaris Kerajaan Allah”
Kita sering mendengar
“Ayo kita claim berkat ini, kita claim berkat itu, karena kita adalah pewaris”

Benarkah demikian?
Memang benar, kita adalah anak-anak Allah
Tetapi jangan lupa, Yesus adalah Anak Allah
Dan Dia mati

Yesus adalah Anak Allah
Tetapi Dia memposisikan diri-Nya, sebagai hamba dari Bapa

Petrus berkata dalam suratnya, “Dari Simon Petrus, hamba…”
Yakobus, menulis suratnya, “Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus…”
Paulus pun demikian

Jangan pernah lupakan itu
Kita adalah hamba
Hamba bukan sekadar pelayan
Jika pelayan bekerja pada seseorang, maka hamba DIMILIKI SESEORANG

Hamba dimiliki oleh tuannya
Hamba tidak memiliki hak sedikitpun atas dirinya
Hamba mengorbankan seluruh hidupnya
Hamba sudah mati atas dirinya sendiri
Hamba adalah “anggota tubuh” dari tuannya
Demikianlah kita… jika kita benar-benar ingin menjadi hamba Kristus

Ada juga suatu gereja yang enggan memakai lambang salib sebagai simbol gereja
Dan setelah ditanya alasannya, mereka menjawab:
“Karena Yesus sudah mati disalib, kini saatnya kita hidup.”
“Kehidupan Kristen bukan lagi salib, melainkan hidup penuh berkat.”

Kau tahu apa perkataan Kristus mengenai ini?
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
MEMIKUL SALIBNYA dan mengikut Aku.”
Matius 16:24

Jangan lupakan ini!
Justru karena Yesus disalib…
maka seumur hidup, lambang seorang pengikut Yesus adalah salib
Lambang pengikut Yesus adalah “kematian” atas diri sendiri
Lambang pengikut Yesus adalah pengorbanan 

Kita tidak bisa menjadi pengikut Yesus tanpa menjadi hamba-Nya
Kita tidak bisa menjadi mengikut Yesus
jika kita belum menyerahkan SEGALANYA kepada Kristus
Kita tidak bisa menjadi pengikut Yesus, sebelum “mati” atas diri kita sendiri

C.S. Lewis berkata:
“To love at all, IS TO BE VULNERABLE

Kasih yang sejati adalah ketika kita membiarkan diri kita
TERBUKA dan RENTAN terhadap orang yang kita kasihi

Yesus sudah melakukan itu dengan membiarkan diri-Nya rentan
Rentan terhadap apa yang manusia minta dari-Nya
Dan saat kita berdosa, sesungguhnya kita “meminta” kepada-Nya
“Yesus, tolonglah Kau mati gantikan aku. Buktikan Kau mengasihiku.”

Dan Dia telah melakukannya
Dia telah menjadi rentan kepada manusia
Dia memberikan yang TERBAIK yang mungkin Dia berikan
Yakni… hidup-Nya sendiri
Dan Dia mati di atas kayu salib menggantikan manusia berdosa
Dia membuktikan kasih-Nya kepada kita

Dan kini, Dia yang meminta kita menunjukkan kasih kita kepada-Nya
Maka hiduplah rentan di hadapan-Nya
Terbukalah
Bersiap sedialah ketika Dia meminta apapun yang kau anggap berharga
Tidak ada kata:
Aku siap memberikan apapun, tapi please Tuhan, jangan minta yang satu itu

Bagaimana dengan kita?
Kita percaya kepada Yesus?
Iblis pun percaya kepada Yesus

Pada akhirnya…
Bukan orang yang “sekadar percaya” yang akan beroleh keselamatan
Melainkan orang yang
“Menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Dia”

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s