(1) Bagimu, Wahai Penari Telanjang

Ini adalah kisah dari Rachelle Starr:

Sebagai gadis yang dibesarkan dalam keluarga Kristen, saya tidak pernah menginjakkan kaki di klub telanjang satu kalipun. Namun saya merasa Tuhan memanggil saya untuk menjangkau kaum perempuan yang terlibat dalam industri seks. Saya sungguh tidak tahu bagaimana saya bisa melakukannya, namun saya yakin Tuhan telah menanamkan kerinduan di hati saya untuk memberi tahu mereka, betapa Ia sangat mengasihi mereka dan betapa berharganya mereka di mata-Nya. Namun, jelas saya tidak berani menceritakan gagasan ini kepada orang lain.

Bagaimanapun juga, agak tidak biasa jika seorang gadis yang rajin ke gereja sejak kecil pergi ke klub penari telanjang. Namun, terlepas dari semua keraguan itu, saya yakin Tuhan memanggil saya untuk bertindak. Ia tidak hanya ingin saya merasa kasihan pada mereka. Ia ingin saya melakukan sesuatu tentang itu.

Pada tahun 2008, saya mendirikan Scarlet Hope, pelayanan yang menjangkau kaum wanita yang terlibat dalam industri seks. Kami membawakan makan malam mewah yang menawarkan kelezatan ke perut mereka, pelayanan kami juga memuaskan rasa lapar rohani yang jauh lebih dalam. Di beberapa klub, kami memotong rambut dan merias agar bisa berinteraksi lebih dekat dengan mereka, satu lawan satu. Dengan begitu, kami mendapat kesempatan untuk berdoa bersama di dalam klub penari telanjang. Peristiwa seperti itu cukup langka terjadi, bukan?

Melalui pelayanan ini, saya telah menyaksikan banyak hati yang diubahkan dan kehidupan yang disentuh saat banyak di antara mereka berpaling kepada Kristus dan memohon pengampunan dan awal yang baru.

Jujur saja, hati dan hubungan saya dengan Yesus belakanganpun berubah drastis. Saya berkali-kali “melihat” Yesus muncul di belakang ruang ganti klub penari telanjang. Banyak penari telah membuka diri pada kami, menceritakan pergumulan mereka, minta didoakan, dan beberapa bahkan telah menerima ajakan kami untuk beribadah di gereja. Rasanya lucu, namun para penari itu terbiasa memanggil kami “para wanita gereja”. Saya tidak pernah mengira saya akan berakhir dengan titel setradisional itu ketika mengerjakan pelayanan yang radikal bagi Allah. Namun, saya rasa Tuhan memang memanggil saya untuk menjadi tipe wanita gereja “seperti itu”.

Nama saya Rachelle Starr dan saya bukan seorang penggemar
#Saya seorang pengikut
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya 
dan mengikut Aku.
#Matius 16 : 24

Kesaksian luar biasa ini aku ambil dari buku “not a fan”
Sebuah buku luar biasa
Seluruh isi buku ini, salah satunya terutama kisah ini, membuatku bertanya-tanya
“Jadi, selama ini apakah aku sungguh mengikut Yesus,
atau hanya sekadar penggemarnya?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s