Nice Made Up Story : Buyung yang Retak

Nice Made Up Story : Buyung yang Retak

Wah, besok sudah bulan Oktober
Itu artinya kita sudah berada di quarter terakhir di tahun 2013
Mari merenung sejenak!
Apakah kita sudah memanfaatkan hari-hari kita dengan lebih bijaksana?
Apakah kita sudah menunaikan segala resolusi yang kita buat akhir tahun lalu?
Ataukah hari-hari yang kita lewatkan, pada akhirnya hanya menjadi just another day

Well, apapun itu
Mari kita menjalani sisa akhir tahun yang ada
Dengan penuh semangat dan harapan
Penuh cinta akan apa yang kita kerjakan dalam hidup
Dan, aku rasa, tidak ada salahnya dong kalau kita mengawali quarter ke-4 ini
Dengan another nice made up story

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu ketika
Seorang lelaki tua memiliki dua buah buyung untuk menampung air
Kedua buyung itu ia ikat di masing-masing ujung dari tongkat
yang ia topang dengan pundaknya

Salah satu dari buyung itu retak
sedangkan buyung yang satu lagi tidak memiliki cacat sedikitpun
Buyung yang sempurna ini selalu mampu membawa air dalam keadaan penuh
Tanpa tumpah sedikitpun
Sementara buyung yang retak, dari satu buyung air penuh yang diisi ke dalamnya,
ia hanya mampu mempertahankan setengahnya setibanya di rumah
Selama beberapa tahun, hal ini terjadi setiap hari

Tentu saja, buyung yang sempurna bangga akan pencapaiannya
Sebaliknya, buyung yang retak itu malu akan ketidaksempurnaannya
Dia selalu merasa bersalah dan penuh duka
karena hanya bisa menghantar setengah dari apa yang diterimanya

Setelah bertahan-tahun terus memendam kesedihan itu
Sang buyung yang retak berkata kepada pria tua itu
“Aku malu sekali akan diriku, karena keretakan ini,
air yang kau tampung ke dalamku
selalu tertumpah di sepanjang perjalanan kita pulang.”

Mendengar hal itu, sang pria tersenyum, dan dia menjawab
“Tidakkah kau sadari, bahwa di sisi di mana aku memanggulmu,
di sisi itulah bunga dapat tumbuh.
Hal itu tidak terjadi di sisi buyung yang sempurna.

Karena aku tahu akan kelemahanmu,
maka aku menanam bibit bunga di sepanjang jalan di sisimu.
Dan setiap kali kita berjalan kembali ke rumah,
kau menyirami bunga-bunga itu.

Selama bertahun-tahun aku bisa mengambil bunga-bunga indah ini untuk menghiasi rumahku.

Tanpa dirimu, yang menjadi sebagaimana dirimu ada saat ini,
rumahku tidak akan pernah seindah saat ini”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah ini?
Setiap kita pasti memiliki cacat atau kelemahan
Sebagian dari kelemahan itu bisa kita sembuhkan atau perbaiki
Tetapi seringkali dalam hidup masing-masing orang,
ada kelemahan yang harus dia emban seumur hidup

Jika demikian yang terjadi, apa yang akan kita perbuat? Terus berusaha menghilangkan kelemahan itu sampai-sampai kita mengubah diri kita sendiri? Seperti banyak manusia yang melakukan operasi plastik, memakai tindik atau mengubah warna rambutnya?

Atau kita tidak mengubah apa-apa dari diri kita, tetapi terus menerus larut dalam kesedihan karena kelemahan yang “abadi” itu? Kita terus memikirkannnya, seolah-olah ada jalan keluar dari “perenungan yang menyakitkan dan menyiksa itu.”

Ataukah, kita bisa memilih untuk hidup bahagia dengan semua itu. Dan bukannya terus berfokus kepada kelemahan itu, melainkan berfokus pada apa yang bisa kita lakukan bagi orang lain. Dan lebih dari itu, kita bisa menemukan cara bagaimana kelemahan kita ini, mungkin, bisa menjadi inspirasi dan kekuatan bagi orang lain, setidaknya bagi mereka yang memiliki kelemahan yang sama dengan kita. Dan satu lagi, sebagaimana firman Tuhan kepada Paulus ketika dia meminta Tuhan untuk mencabut “duri dalam daging” yang ia derita:

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah Kuasa-Ku menjadi nyata.”

Terkadang, Tuhan mengizinkan kelemahan terjadi dalam hidup kita
Supaya kita belajar lebih lagi bergantung kepada-Nya
Dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri

Dan sebagaimana kita memandang diri kita akan kelemahan kita
Demikianlah hendaknya kita tidak meremehkan apalagi membenci orang lain
dengan kelemahan yang mereka miliki

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s