Bangsa yang Dibodohi

Apakah kita ini bangsa yang bodoh? Aku rasa itu masih debatable. Tetapi aku sangat yakin bahwa ada orang-orang yang tahu betapa bodohnya bangsa ini dibodohi. Dan dengan keyakinan mereka itu, mereka benar-benar berusaha membodohi bangsa ini. Mereka berharap bisa mengambil keuntungan dari situ.

Mengapa aku mengatakan bahwa ada yang hendak membodohi bangsa ini?
Setidaknya ada 2 hal yang perlu kita simak.
Yang pertama adalah dari sisi pers

Sudah tentu Anda pernah mendengar, bad news is good news
Kabar buruk adalah kabar yang baik, terutama bagi para wartawan
Tentu saja, semakin hot dan kontroversial berita itu,
maka berita itu akan semakin menjual

Hanya saja, ternyata memang benar
Kebebasan yang tidak dibatasi akan menyebabkan kerugian
Mungkin demikianlah yang terjadi pada bangsa ini
Pers di Indonesia, sudah bisa dibilang, TERLALU BEBAS

Kita lihat, wartawan-wartawan yang tidak profesional makin menjadi-jadi
Sebagian besar mereka bergerak di dunia maya
karena nampaknya pembaca terbanyak ada di sana

Mereka membuat headline yang terlalu kontroversial. Membaca headline mereka saja sudah bisa mempengaruhi mindset seseorang untuk membenci satu pihak tertentu yang belum tentu bersalah. Komentar seseorang bisa diputarbalikkan dengan keindahan kata-kata para wartawan. Tidak hanya sampai di headline saja. Terkadang justru tubuh utama dari berita itu sangat tidak sesuai dengan kenyataan.

Inilah yang kumaksud pembodohan. Mungkin para wartawan itu mengira bangsa ini terlalu bodoh. Mungkin para wartawan itu mengira kalau kita terlalu mudah dikelabui oleh berita. Cukup membuat berita bohong, misalkan tentang
“kelompok tertentu melakukan massacre ke kelompok lain di negara X”. Maka berita hoax itu sudah bisa membuat perpecahan di bangsa ini.

Salah satu titik yang sangat mudah diserang di bangsa ini adalah pluralitas atau keberagaman. Ras dan agama adalah dua pengelompokkan yang paling sensitif. Dan seringkali dua hal inilah yang menjadi berita yang dipanas-panasi. Karena, kau tahu, bad news is good news.

Aku tidak habis pikir. Ternyata di dunia ini ada manusia yang tega melakukan demikian. Tidak sekadar menyimpangkan kebenaran. Tidak sekadar berusaha membodohi orang lain. Tetapi lebih parah, sangat mungkin mengadu domba orang banyak dan itu mereka lakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.

Kumohon, Kawan-kawan!
Jangan biarkan diri kita dibodohi!

Orang-orang seperti itu tidak pernah berlibur dalam melakukan aksinya
Dan oleh sebab itu, mengapa kita harus berlibur?
Mari kita melakukan pencerdasan di lingkungan kita
Tidak dengan amarah, tidak dengan emosi dan kata-kata kasar
Tetapi dengan kecerdasan

Hal kedua yang perlu kita lihat baik-baik adalah ini:

Makin hari, orang-orang makin tidak takut menyampaikan opini yang kontroversial

Mereka tidak punya bukti yang valid untuk menguatkan pendapatnya tetapi mereka tetap sampaikan begitu saja di media massa. Mereka tahu bahwa sebagian orang tidak akan percaya pada ceplas-ceplosnya tetapi pada saat yang sama, mereka juga tahu bahwa pasti akan ada sejumlah orang yang percaya pada opininya yang tidak berdasar itu. Dengan kata lain,
Mereka tahu bahwa masih ada potensi membodohi sebagian orang di bangsa ini. Dan mereka hendak memanfaatkan potensi itu. Itu jahat.

Ambil kasus peristiwa gratifikasi Rudi Rubiandini. Beliau adalah mantan Ketua SKK Migas dan dosen di ITB. Di tengah-tengah maraknya berita ini, eh, tiba-tiba ada berita tidak jelas dari seseorang yang intinya mengatakan:
ITB adalah sumber mafia migas

Apa maksud orang ini dengan mengatakan hal itu?
Apakah dia punya sakit hati ke ITB atau bagaimana?
Apa dasar dia menyampaikannya?

Aku yakin opininya tidak berdasar

Tapi mengapa dia tetap bersikeras untuk menyampaikan pendapatnya?
Lebih jauh, mengapa dia mengizinkan pendapatnya disampaikan di media massa?
Apakah dia merasa bahwa masyarakat akan begitu mudahnya percaya pada opininya?
Apakah dia seyakin itu bahwa masyarakat bisa dibodohi oleh komentarnya?
Tidakkah dia sadar, bahwa dia sedang merugikan semua warga ITB?
#tapi bisa saja pemberitaan inipun adalah hoax para wartawan dan bukan dari orang itu
#aku minta maaf sedalam-dalamnya jika dia ini hanya hoax, tapi aku ragu kalau ini hoax

Ini suatu penyimpangan
Mengapa harus ITB yang menjadi sasarannya?
Hello… ITB hanya 4 tahun berkontak langsung dalam kehidupan seseorang
Tetapi mengapa semua mafia migas ditujukannya ke ITB?

Misalkan, sebut saja ada seorang mafia migas si X. Dia bersekolah dasar di SD A, kuliah di kampus B, besar di Desa C,
Berasal dari keluarga besar D, suku E, dan beragama F. Nah, kalau mau fair-fairan, mengapa harus kampusnya yang disinggung? Mengapa tidak dia katakan saja, “Sekolah dasar A adalah pencetak mafia migas.” Toh sekolah dasar berpengaruh minimal 6 tahun dalam hidup seseorang. Mengapa tidak dia katakan saja:

  • Desa C pencetak mafia migas
  • Seluruh keluarga besar D orang ini adalah pencetak mafia migas
  • Suku E pencetak mafia migas
  • Agama F pencetak mafia migas

Iya dong, kalau mau adil, maka seharusnya lingkungan, keluarga, dan terutama agama juga ikut dia singgung. Sebab semua hal itu jauh lebih mempengaruhi seseorang dibanding kampus di mana dia berkuliah. Setidaknya, hal-hal itu lebih lama terekspos dengan kehidupan seseorang dibanding kampus yang hanya 4 tahun dia rasakan.

Tetapi aku yakin, pasti tidak ada orang yang berani mengatakan, “Agama F pencetak mafia migas.” Bukan saja opininya tidak akan dipercaya, bisa-bisa nyawa dari si pembuat berita terancam oleh kaum agama F yang naik pitam karena merasa agama mereka disinggung. Alhasil, untuk bisa meloloskan opininya supaya bisa dipercaya banyak orang, dia harus mencari kambing hitam lain, bukan agama,  melainkan kampus si-X. Pada akhirnya, bukan hanya kampus itu, tetapi semua orang yang pernah berkuliah dan bekerja di sana akan terusik nama baiknya akibat kesalahan si-X. Dan semua ini hanya karena ulah seorang pembuat berita omong kosong yang tidak berpikir jauh tentang apa yang bisa diakibatkan oleh opini dangkalnya.

Apa poinku di sini? Aku tidak bermaksud mengharapkan agamanya atau sukunya yang dijadikan sasaran. Yang kumaksud adalah janganlah asal men-generalisasi suatu permasalahan. Janganlah asal bicara apalagi kalau apa yang kita sampaikan bisa merugikan banyak orang. Karena jika kita asal bicara dan kata-kata kita itu tersebar di media massa, kita sama saja sedang membodohi orang-orang di bangsa ini. Dan itu jahat.

Banyak orang di Indonesia, terutama masyarakat menengah ke bawah, apalagi masyarakat yang kurang terpelajar, yang masih sangat awam. Saudara kita yang demikian, terlalu mudah untuk diombang-ambingkan berita. Tolonglah, jangan mengambil keuntungan dari orang-orang yang demikian.

Kalau Anda tidak mungkin didengar dan dipercaya oleh orang-orang terpelajar, janganlah Anda membodohi orang-orang yang kurang terpelajar dan berharap mereka percaya kepada Anda dan kemudian mendukung Anda. Okelah, mungkin Anda tidak sedang bermaksud membodohi. Tetapi jika Anda belum tahu tetapi sok tahu dan dalam keangkuhan Anda itu Anda menyebarkan sesuatu yang sebenarnya Anda tidak ketahui secara pasti, maka Anda sama saja sedang menularkan kebodohan Anda kepada orang lain. Kalau opini Anda tidak berdasar, jangan menarik orang lain untuk menyetujui opini Anda sehingga merekapun menjadi tak berdasar. Itu merupakan sebuah pembodohan. Itu bodoh. Itu jahat.

Pembodohan tidak hanya dilakukan oleh orang pintar yang menipu orang-orang bodoh.
Jika Anda bodoh dan membawa serta orang untuk menjadi bodoh bersama Anda, itu juga pembodohan

Itu hanya salah satu contoh
Masih banyak lagi kasus di bangsa ini
Ada orang-orang tertentu yang tahu komentarnya akan di-publish di media massa
Dan dengan kesempatan itu, dia bebas berkoar-koar apapun yang ada di pikirannya
Dan apesnya lagi, pers pun mendukung penyimpangan ini
Karena kau tahu, bad news is good news

Kumohon, Kawan-kawan
Jangan biarkan diri kita dibodohi
Mari kita melakukan pencerdasan di lingkungan kita
Tidak dengan amarah, tidak dengan emosi dan kata-kata kasar
Tetapi dengan kecerdasan

Demi Indonesia yang lebih baik  :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s