Apa Arti Iman

Ini adalah satu kisah lagi dari seorang pengikut Kristus
Semoga menjadi berkat bagi kita semua ūüôā

Saya tidak pernah mengira bahwa naik taksi akan mengubah hidup saya. Saat itu, tinggal separuh jalan lagi, perjalanan kedua saya ke India akan berakhir. Saya tengah duduk santai di tengah kemacetan lalu lintas di pusat kawasan prostitusi. Berkas cahaya matahari yang menembus jendela mobil saya, tiba-tiba dihadang oleh seorang wanita pekerja. Sari (pakaian wanita India) dari wanita itu compang-camping dan kedua lengannya memar.

Ia berbicara kepada saya, menyemburkan rentetan kata dalam bahasa India dan kemudian mendorong bayi perempuannya melalui jendela taksi yang terbuka. Teman saya dan penerjemah kami berkata bahwa ia meminta saya membawa pulang bayi itu bersama saya.

Wanita itu sangat mengharapkan kehidupan yang lebih baik bagi putrinya. Saya belum pernah menjadi seorang ibu, namun saya bisa merasakan betapa ia mencintai gadis kecil yang ada di hadapan saya dan betapa ia menginginkan putrinya menjalani hidup yang lebih baik. Momen itu membekas selamanya di benak saya.

Ia bukanlah satu-satunya wanita yang bergegas menghampiri taksi dalam beberapa kunjungan saya ke tempat penampungan di pusat kawasan prostitusi. Tempat ini menampung anak-anak pekerja seks agar mereka tidak perlu menghabiskan seluruh hari mereka di rumah bordil. Penampungan ini membantu menyediakan pendidikan dan makanan bagi anak-anak ini.

Saya bertemu seorang bocah yang bernama Bittu. Kami dengan cepat menjadi sahabat. Ia senang duduk tepat di sebelah saya dan mendekap lengan saya saat saya berkeliling setiap hari. Di penghujung hari, ia selalu mengantar saya ke taksi dan dari balik jendela saya mengamatinya berjalan menyusuri jalanan daerah prostitusi tersebut yang simpang siur.

Setiap malam saya membayangkan bagaimana ia menjalani sisa harinya. Apakah ia aman-aman saja? Siapa yang mengawasinya? Apa yang ia butuhkan? Seperti apa masa depannya nanti? Ia tidak bersekolah karena tidak ada yang membiayainya dan ibunya tidak mampu menyekolahkannya. Senyumnya cerah dan selalu nampak begitu bahagia setiap kali kami mengunjungi penampungan itu.

Sekembalinya saya dari perjalanan itu, saya bertekad untuk tidak lagi menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Saya tahu bahwa mengikuti Yesus berarti melakukan sesuatu dan melakukannya saat itu juga. Ia memanggil saya untuk benar-benar melangkah keluar dari zona nyaman saya. Saya mendirikan yayasan nirlaba yang bernama Resc\You bersama teman-teman yang juga turut merasakan pengalaman di India. Kami melakukan apapun yang kami bisa untuk menjangkau anak-anak yang terabaikan dan hidup dalam kegelapan serta keputusasaan yang tak terkatakan ini, dan menyentuh mereka dengan kasih Allah.

Yohanes 1:5 berbunyi demikian, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”¬†Memenuhi panggilan Yesus berarti pergi ke tempat gelap dan menjadi terang, sekalipun itu sulit dan terasa tidak nyaman.

Saya tahu masalah yang harus ditangani di sana memang sangat besar.¬†Tetapi jika keputusan seperti itu terlihat jelas di depan mata Anda, Anda akan tahu apa arti iman bagi Anda.¬†Bagi saya, itu berarti memilih untuk mengikut Yesus dan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku.”

Nama saya Amy Turner dan saya bukan seorang penggemar Yesus
Saya adalah pengikut Yesus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s