Sikap terhadap Dosa Kesukaan

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,
karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa;
dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
#Yakobus 1 : 14 – 15

Apa sikap terbaik yang bisa kita buat mengenai dosa, terutama dosa kesukaan?
Aku tidak tahu apa yang kau alami di dalam hidupmu
Tetapi, berdasarkan apa yang aku jalani selama ini,
sikap paling baik yang seharusnya aku ambil mengenai dosa,
bukanlah “memeranginya
bukan juga “hidup di tengah-tengahnya dan tetap merasa teguh dalam Tuhan
Melainkan  “LARI daripadanya”

Aku tahu bahwa ketika aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku
Maka kuasa dan kutuk dosa telah dipatahkan
Dosa tidak lagi berkuasa di dalam hidupku

Tetapi apakah itu membuatku serta merta menjadi kebal akan dosa?
Tidak, justru aku mendapati iblis makin gila-gilaan mencoba menjatuhkanku
Aku jatuh dalam banyak kesempatan
Aku malu sekali kepada Tuhan
Karena aku gagal menguasai diriku
Aku dipenuhi rasa bersalah di hadapan Tuhan
Dan dosa di dalam hatiku membuat Allah seakan-akan jauh dariku

Tetapi puji Tuhan, Yesus tidak pernah menyerah
Kasih-Nya kepadaku jauh lebih besar dibandingkan dosaku kepada-Nya
Dia mengangkatku
Dan inilah yang aku yakini Dia pesankan kepada-Ku
Jangan bermain-main akan dosa.
Jangan sok kuat.
Ketika kau melihat ada dosa di sana, LARI
.”

Paulus berkata dalam 2 Timotius 2:22
“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda”
Atau dalam terjemahan lain:
“Tetapi larikanlah dirimu daripada segala keinginan orang muda-muda.”

Tuhan Yesus berkata dalam Matius 18
Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau,
penggallah dan buanglah itu ….
Dan jika matamu menyesatkan engkau,
cungkillah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada
dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua

Lihat solusi yang Tuhan Yesus berikan?
Penggallah dan buanglah tanganmu, cungkillah dan buanglah matamu

Tuhan Yesus tidak berkata bahwa kita harus teguh berdiri
Tuhan Yesus tidak berkata, “Tenang, Roh-Ku ada di dalammu, kau tak akan goyah.”
tetapi Tuhan Yesus berkata:
“Lari dan jauhilah dosa walaupun itu berarti
kau harus melepaskan sesuatu yang kau anggap berharga.”

Hati-hati
Jangan pernah sombong terhadap dosa
Benar, Allah ada di dalam kita
Tetapi Allah yang sama sudah memperingatkan supaya kita jangan main-main akan dosa
Allah yang sama berkata agar kita menjauhi dosa

Dosa sangat berbahaya
Memang benar, dosa tidak lagi berkuasa atas kita
Dia hanya bisa merayu dan merayu
Tetapi kalau kita lemah dan berhasil dia rayu
Maka kita sedang memberikan kuasa itu kembali kepadanya

Apa yang menjadi pergumulan utamamu akan dosa?
Apakah kau adalah orang ini?

“Tuhan, maafkan aku tidak ke gereja hari ini. Aku sibuk dengan tugasku.
Tapi pasti minggu depan aku akan ke gereja.”

Tuhan, memang game ini penuh dengan kekerasan.
Tapi aku tahu cintaku pada-Mu tidak akan lekang hanya karena bermain game ini.

“Tuhan, aku tahu serial komedi itu penuh dengan candaan tentang seks.
Tapi percayalah Tuhan, aku hanya menontonnya untuk hiburan.
Aku tidak akan jatuh pada dosa seks.”

“Tuhan, maafkan aku karena aku tidak bisa memberikan perpuluhan.
Ketika uangku cukup, aku pasti akan memberikannya. Tetapi kali ini aku harus berinvestasi”

“Tuhan, maafkan aku tadi aku menggunakan kata-kata kasar kepadanya.

Biarlah Tuhan, supaya dia belajar.”

“Tuhan, aku adalah seorang yang penuh kasih dan murah hati kepada orang lain.

Tapi biarlah orang yang satu itu minta maaf duluan kepadaku ya Tuhan.
Toh aku tidak dendam kepadanya”

Hati-hati
Jangan sok kuat
Jangan berkata kepada hatimu:
“Memang sepertinya yang aku lakukan ini sedikit salah.
Tetapi aku tahu hatiku teguh dan aku bisa menguasai diriku.
Aku tetap berdiri di jalan Tuhan.”

Kenyataan di mana kita mencari pembenaran akan sesuatu yang salah itu,
adalah tanda-tanda bahwa “kita sebenarnya sedang tidak berdiri teguh”
Bukti di mana kita berdiri teguh adalah ketika:
“Kita mampu melepaskan apa yang kita senangi demi kesenangan Tuhan.”

Mari segera berperkara kepada Tuhan
Dan bersiaplah, mungkin kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada
game kesukaan kita, serial komedi yang kita sukai,
bisnis kita, kecanduan kita akan kerja keras, uang kita,
tinggi hati kita, gengsi kita, keinginan kita untuk dikenal orang

Jangan hidup berlama-lama di dalam dosa kesukaan!
Mari kita belajar dari kehidupan Daud
Di mana dia memberi celah bagi hawa nafsu mewarnai hidupnya
Dia hidup dengan lebih dari satu istri

Dan kau tahu, dia tertarik kepada Batsyeba
Dia dipenuhi hawa nafsu
Dia berselingkuh dengan wanita itu
Dan lebih jauh, dia merencanakan kematian Uria

Mungkin kisah ini menjadi biasa saja karena sering kita dengar di sekolah Minggu
Tetapi pikirkan sekali lagi:
Daud meniduri istri orang lain
Dan dia melakukan “pembunuhan berencana” kepada Uria

Betapa mengerikannya kejahatan yang timbul di hati Daud
Karena sudah sangat lama dia membiarkan dosa hawa nafsu (seks) mewarnai hidupnya

Tuhanpun memerintahkan Nabi Natan menegur Daud
Dan semenjak saat itu, Daud sadar dan dia berada di titik terendah dalam hidupnya
Dia malu kepada Tuhan
Dia merasa bersalah
Dia merasa Tuhan, yang sangat dikasihinya, menjauh darinya

Dan di tengah-tengah pergumulannya, dia berdoa:
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Biarlah doa Daud juga menjadi doa kita semua
Dan mari, BERLARI MENJAUH, dari segala dosa

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s