Daud, Kelemahan, dan Dosa “Kesukaannya” (4)

Daud pun memanggil Uria kembali dari medan pertempuran (2 Sam 11:6)
Rencananya adalah agar Uria pulang dan bersetubuh dengan istrinya
Dengan demikian, janin yang dikandung Batsyeba akan dikira sebagai anak Uria
Percobaan pertama gagal karena Uria terlalu patriotik untuk tega bersetubuh dengan istrinya sementara kawan-kawannnya sedang berjuang di medan pertempuran

Daud tidak menyerah
Dia melanjutkan taktiknya dengan membuat Uria mabuk (2 Sam 11:13)
Uria pun mabuk tapi tetap saja dia tidak bercinta dengan Batsyeba

Mengetahui hal itu, Daud semakin panik
Hampir tidak ada cara menyamarkan kehamilan Batsyeba
Satu-satunya jalan adalah menyingkirkan Uria dan menjadikan Batsyeba sebagai istri
Daud kini menjadi seorang pembunuh berdarah dingin

Uriapun diperintahkan untuk bertempur di barisan paling depan
Dan seperti kita tahu, Uria tewas dalam pertempuran
Setelah waktu berduka selesai, Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya
Dengan begini, mungkin Daud bisa lega
karena kecurigaan bahwa dia menghamili Batsyeba di luar nikah sudah tidak akan terbongkar

Aku yakin Daud besar di keluarga yang baik
Dia besar sebagai seorang gembala yang jauh dari siapa-siapa
Aku berasumsi, seharunya pikiran Daud tidak terkontaminasi oleh kenajisan bangsa lain
Lebih jauh, Daud adalah seorang yang dekat kepada Tuhan

Tetapi mengapa kini Daud bisa memikirkan ide-ide sejahat itu?
Darimana asalnya “kecerdikan” macam itu?
Itulah bahaya dosa
Ketika kita memberikannya kesempatan untuk menguasai diri kita
Maka semakin lama kita dibawa semakin jauh dari identitas kita yang sebenarnya
Sungguh, janganlah sedikitpun memberi celah pada dosa

Kini, pertanyaan besarnya adalah…
Rentetan dosa ini tidak dilakukan dalam sehari dua hari
Tetapi dalam kurun waktu yang panjang
Dan dalam kurun waktu yang panjang itu, Daud tetap tidak bertobat
Kira-kira, bagaimana yah hubungan Daud dengan Tuhan pada waktu itu?

Daud adalah seorang yang berkenan di hati Tuhan
Daud sangat akrab dengan Allah-nya
Tetapi kali ini, Daud tahu dirinya sudah menyakiti Allah yang sangat dia kasihi
Lalu ketika ini semua terjadi, bagaimana yah kedekatan Daud dengan Allah?

~Bersambung ke bagian “Daud dan Pertobatan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s