Daud, Kelemahan, dan Dosa “Kesukaannya”

Daud, siapa yang tidak mengenalnya?
Dia adalah raja sepanjang masa bagi bangsa Israel
Dia adalah orang yang berkenan di hati Tuhan

Tapi pada kali ini kita akan belajar
Bahwa seorang yang berkenan di hati Tuhan pun adalah seorang manusia
Manusia yang penuh dengan kelemahan

Daud muda adalah seorang yang penuh keberanian
Sebagai gembala, dia pernah berhadapan dengan binatang buas
Siapa yang tidak terpana mengetahui Goliat takluk di tangan Daud
Orang-orang Israel berkata:
“Saul mengalahkan beribu-ibu, Daud mengalahkan berlaksa-laksa.”

Daud muda adalah seorang yang tampan dan baik hati
pujangga syair yang berbakat, musisi yang handal, dan tentu saja dia atletis
Woow, dia adalah seorang lelaki idaman para gadis

Satu dari sekian banyak gadis yang jatuh hati pada Daud adalah Mikhal, putri Saul
Sebagai penghargaan karena sanggup mengalahkan Saul,
maka Daud diberi kehormatan boleh menikahi Mikhal
Daud pun mengambil Mikhal menjadi istrinya
Padahal pada saat itu Daud pasti masih sangat muda

Pernikahannya dengan Mikhal tidak berlandaskan akan cinta dan kedewasaan
Mungkin lebih karena hawa nafsu masa muda
Dan pernikahan itupun gagal semenjak Daud menjadi musuh Saul
Kita tahu bahwa dalam pelariannya, Daud tidak membawa serta Mikhal
Dan Mikhal menjadi istri orang lain

Dalam pelariannya dari Saul, Daud bertemu dengan Abigail
Kecantikan dan kedewasaan wanita ini memikat hati Daud, sayangnya dia sudah menikah
Ketika Tuhan memurkai dan membunuh suami Abigail,
Daud segera mengambil kesempatan itu dengan mengambil Abigail menjadi istrinya
Sampai di sini, nampaknya semua baik-baik saja

Sayangnya, ternyata semua baik-baik saja
Alkitab mencatat bahwa Daud juga mengambil Ahinoam sebagai istri (1 Samuel 25:43)
Daud seharusnya tahu bahwa Allah pernah berfirman dalam Ulangan 17 : 14 – 17

Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN,
Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku
mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku,

maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu.
Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja
atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.
…..
Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang;
emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak

Daud pada saat itu telah menerima urapan dan nubuatan dari Nabi Samuel
Bahwa suatu saat nanti Daud akan menjadi raja
Tetapi walaupun mengetahui hal itu, Daud tetap mengambil Ahinoam menjadi istri kedua

Dan Alkitab mencatat lebih jauh, bahwa Daud mengambil 4 istri lagi:
Maacah, Haggith, Abital, dan Eglah (2 Samuel 3 : 2-5)
Dan mungkin ini jarang diperdengarkan ke telinga kita,
tapi Daud masih mengambil beberapa gundik dan istri lagi dari Yerusalem (2 Samuel 5:13)

Mungkin kita bisa berkata untuk membela Daud demikian:
“Daud tidak sepenuhnya bersalah, budaya pada zaman Daud memang demikian”
Aku setuju dengan pendapat itu
Pada zaman itu, raja memang biasa memiliki banyak istri sebagai tanda kebesarannya
Akan tetapi dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa:
Pada satu sisi kehidupan, Daud tidak ada bedanya dengan raja-raja dunia

Daud memiliki kelemahan
Dan aku rasa, hawa nafsu ladalah kelemahan terbesarnya
Puji Tuhan, Allah ingin mengajarkan kesalahan itu kepada kita semua
Agar kita tidak lagi melakukan kesalahan yang sama dengan yang Daud lakukan

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s